Chapter 24

2.5K 149 15
                                    


Sinar matahari masuk ke kamar melalui gorden jendela yang tidak tertutup rapat. Wang Yibo perlahan-lahan membuka kedua matanya. Dia merasakan kepalanya pusing dan berat, tubuhnya entah kenapa merasa sangat lelah.

Wang Yibo mencoba duduk sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. Setelah penglihatannya benar-benar jelas, dia baru menyadari bahwa ruangan itu bukanlah kamarnya. Dia memandang ke sekeliling, dia terkejut saat melihat seorang gadis tengah tertidur di sampingnya. Dan yang lebih membuatnya terkejut adalah gadis itu tidak mengenakan sehelai benang pun.

Karena merasakan adanya pergerakan di dekatnya, gadis itu pun membuka matanya. Gadis itu tersenyum saat melihat Wang Yibo yang tengah duduk menatapnya.

"Kau sudah bangun rupanya," ujar Meng Ziyi sembari tersenyum.

"A-Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Wang Yibo dengan suara agak tinggi karena terkejut dan bingung. "K-Kenapa kau bisa ada di sini? Bukankah seharusnya kau masih ada dalam penjara?"

"Aku berhasil meloloskan dari penjara itu," jawab Meng Ziyi. "Kau tidak perlu tahu bagaimana caraku meloloskan diri."

"L-Lalu... apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada disini?"

"Semalam kau hebat sekali, sayang." Meng Ziyi tersenyum menggoda lalu mengambil posisi duduk sehingga tubuhnya yang tanpa busana itu pun terekspos dengan jelas.

"A-Apa maksudmu?" Wang Yibo memalingkan wajahnya memandang ke arah lain.

Meng Ziyi tersenyum, mendekatkan tubuhnya pada tubuh Wang Yibo. Dia mengelus lembut wajah Wang Yibo dengan jari-jarinya.

"Apa kau tidak ingat? Semalam kita menghabiskan waktu dengan penuh gairah." Meng Ziyi terus mencoba menggoda Wang Yibo. "Semalam kau sangat hebat sekali. Kita melakukannya sampai berkali-kali."

"Bohong!" sergah Wang Yibo cepat. "Kau pasti melakukan sesuatu padaku!"

Wang Yibo kembali mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan kamar itu. Lalu dia melihat sebuah botol kecil berwarna cokelat berisi pil.

"Apa ini?" bentak Wang Yibo seraya memperlihatkan botol cokelat itu pada Meng Ziyi. "Kau pasti memberiku obat perangsang semalam sehingga aku tidak sadar apa yang aku lakukan!"

"Kau benar." muncul sebuah smirk licik di bibir Meng Ziyi. "Aku memang telah memberikanmu obat perangsang. Dan hasilnya benar-benar memuaskan. Kau sangat liar semalam. Sangat bergairah."

"Cukup!" bentak Wang Yibo penuh amarah. "Apa maumu sebenarnya?"

"Apa mauku?" ulang Meng Ziyi sambil masih memasang senyum liciknya. "Aku mau kau tinggalkan istrimu itu!"

"Itu tidak mungkin!" bentak Wang Yibo lagi. "Aku sangat mencintainya! Aku tidak mungkin meninggalkannya!"

"Ayolah sayang. Aku tahu kau tidak mencintainya. Kau hanya kasihan saja padanya."

"Tidak! Aku benar-benar sangat mencintainya!"

"Kenapa Yibo? Kenapa kau berubah? Kenapa kau berpaling dari ku dan memilih bersamanya?"

"Karena cintanya!" jawab Wang Yibo mantap. "Karena dia mencintaiku dengan tulus dan sepenuh hati!"

"Apa kau pikir aku tidak tulus mencintaimu?"

"Tidak. Kau tidak tulus mencintaiku. Dan aku baru menyadarinya setelah aku benar-benar mencintai Zhanie. Kau hanya menginginkan hartaku."

Meng Ziyi terdiam mendengar perkataan Wang Yibo. Tapi tak lama kemudian senyum liciknya kembali menghiasi wajah cantiknya.

Benci Jadi Cinta (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang