Xiao Zhan memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah. Dia turun dari dalam mobilnya, wajahnya terlihat lelah. Dia melangkah memasuki rumah dengan niat ingin segera mandi dan istirahat. Namun langkahnya terhenti saat tiba di ruang makan.
"Kau baru pulang?" tanya Wang Yibo yang sedang memakan sarapan paginya.
Xiao Zhan tak menjawab, dia hanya menatap Wang Yibo sesaat lalu kembali melangkahkan kakinya.
"Kau belum sarapan kan? Aku buatkan sarapan ya."
"Tidak perlu," sahut Xiao Zhan datar. "Aku tidak lapar."
Wang Yibo memperhatikan Xiao Zhan yang terus melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya yang ada di lantai dua. Wang Yibo menghela napas berat, hatinya terasa sakit mendapat perlakuan seperti itu.
"Sabar Yibo. Kau telah banyak menyakitinya, jadi kau harus berusaha keras untuk mendapatkan maaf dan cintanya lagi," gumam Wang Yibo pada diri sendiri. "Sebaiknya aku tetap menyiapkan makanan untuknya. Jadi saat dia lapar nanti tidak perlu memasak lagi."
Wang Yibo bergegas menuju dapur dan membuatkan makanan untuk Xiao Zhan. Wang Yibo membuatkan omelet keju, kentang goreng, dan beberapa sandwich. Dia meletakkan semua makanan itu di atas meja makan lalu menutupnya dengan tudung saji.
"Mudah-mudahan dia menyukainya," batin Wang Yibo sembari tersenyum memandang hasil masakannya.
Setelah puas memandangi hasil masakannya, Wang Yibo pun bersiap-siap untuk berangkat kerja.
===***===
Waktu menunjukkan pukul dua siang saat Xiao Zhan terbangun dari tidurnya. Dia memijit pelipisnya karena merasakan pusing.
"Mungkin karena aku belum makan sejak semalam," pikir Xiao Zhan. "Lebih baik aku memasak sesuatu untuk makan siang."
Baru saja Xiao Zhan hendak turun dari tempat tidurnya, ponselnya yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya berbunyi. Xiao Zhan meraih ponselnya lalu melihat siapakah yang meneleponnya.
"Halo..."
["Halo, Zhanie..."] terdengar suara dari seberang. ["Apakah aku mengganggu waktu istirahatmu?"]
"Tidak," jawab Xiao Zhan. "Aku baru saja bangun. Aku terbangun karena cacing di perutku berteriak minta makan hahaha..."
["Hahaha... Kebetulan sekali kalau begitu,"] ujar Lu Han. ["Aku meneleponmu karena aku ingin mengajakmu makan siang."]
"Oke. Kita akan makan dimana?"
["Kau ingin makan apa?"]
"Aku ingin makan makanan pedas."
["Hahaha... bukannya kau memang selalu makan makanan pedas?"] terdengar suara Lu Han tertawa geli. ["Baiklah. Aku tahu tempat hot pot pedas yang enak. Bersiaplah. Sebentar lagi aku akan menjemputmu.]
"Eh kau beritahu saja alamatnya, nanti aku akan menyusulmu ke sana."
["Tidak! Tidak! Hari ini aku akan menjemputmu!"] sahut Lu Han cepat. ["Setelah makan aku ingin mengajakmu jalan-jalan."]
"Hmm... Baiklah," ujar Xiao Zhan akhirnya menyetujui keinginan Lu Han. "Kalau begitu aku akan siap-siap dulu."
["Sip. Tapi sebelumnya tolong bukakan dulu pintu rumahmu."]
"Eh??"
["Sekarang aku sudah ada di depan pintu rumahmu."]
"Astaga Lu Han!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Benci Jadi Cinta (END)
RomanceXiao Zhan menikah karena dijodohkan oleh orang tuanya yang merupakan sahabat dari orang tua suaminya. Xiao Zhan menerima perjodohan itu dan berusaha mencintai suaminya dengan tulus. Namun Wang Yibo sama sekali tidak mencintai Xiao Zhan dan tidak men...