Chapter 16

2.7K 186 31
                                    

Peringatan : Sebelum membaca tolong siapkan tissue ya buat jaga-jaga
Kalau tissue kurang, tambah ember juga gak apa-apa
hehehe


===***===


Perlahan Xiao Zhan membuka matanya. Kepalanya terasa pusing dan berat. Untuk beberapa saat semuanya masih terlihat buram, namun perlahan mulai terlihat jelas. Xiao Zhan baru sadar jika dirinya sedang duduk di sebuah bangku dengan tangan terikat ke belakang.

Xiao Zhan mengedarkan pandangannya. Rupanya dirinya tengah berada di sebuah bangunan tua yang entah ada dimana.

"Dimana ini?" batin Xiao Zhan.

Xiao Zhan merasakan kepalanya sakit. Dia menggelengkan kepalanya kuat-kuat dengan harapan rasa sakit dan pusingnya akan berkurang. Xiao Zhan berusaha mengingat apa yang terjadi sehingga dia sampai berada ditempat kusam dan menyeramkan ini.


Flashback On

Saat ini Xiao Zhan sedang melangkah menuju dimana mobil Wang Yibo diparkirkan. Wang Yibo menyuruhnya menunggu di mobil sementara dia membayar makanan yang tadi mereka makan.

Xiao Zhan melangkah sambil senyum-senyum, memandang boneka mungil seukuran telapak tangan pemberian Wang Yibo. Berkali-kali Xiao Zhan menarik tali yang ada di atas kepala boneka kelinci itu.

Selamat ulang tahun istriku tercinta

Berkali-kali terdengar rekaman suara Wang Yibo keluar dari boneka kelinci itu. Xiao Zhan tak bosan-bosannya mendengar suara rekaman itu. Hatinya sedang bahagia saat ini karena akhirnya Wang Yibo mau menerima dan memperlakukannya selayaknya seorang istri.

Setibanya di mobil Wang Yibo, Xiao Zhan mengulurkan tangannya hendak membuka pintu mobil. Namun tiba-tiba sebuah kayu berukuran cukup besar dengan keras memukul kepalanya menyebabkan kepala Xiao Zhan mengeluarkan darah. Xiao Zhan pun langsung terjatuh pingsan, boneka kelinci dalam genggamannya pun terlepas.

Flashback Off


Samar-samar Xiao Zhan melihat seseorang melangkah mendekati dirinya. Xiao Zhan berusaha menajamkan penglihatannya yang  kabur. Dilihatnya seseorang berdiri di hadapannya sambil memperlihatkan senyum iblisnya.

"Akhirnya kau sadar juga?" tanya orang tersebut dengan smirk licik di bibirnya. "Apa tidurmu nyenyak tuan putri? Lama sekali kau baru sadar."

"S-Siapa kau?" Xiao Zhan masih berusaha menajamkan penglihatannya.

"Yaakk! Apa pukulanku terlalu keras sehingga membuatmu lupa padaku?" bentak orang itu. "Aku Meng Ziyi! Kekasih Wang Yibo! Apa kau sudah ingat?!"

"M-Meng Ziyi?" ulang Xiao Zhan. "K-Kau... Kenapa kau melakukan semua ini? Apa salahku?"

"Hei kau ini bego atau pura-pura bego? Apa pukulan dikepalamu membuatmu selain jadi pelupa juga membuatmu jadi bego?" bentak Meng Ziyi sembari memegangi dagu Xiao Zhan dengan keras. "Gara-gara kau, Yibo membenciku dan putus denganku! Kau pasti memakai guna-gunakan supaya Yibo mencintaimu!"

"Bukankah memang seharusnya seperti itu sejak dulu? Wajar jika Yibo membencimu dan mulai mencintaiku karena aku adalah istrinya!" ujar Xiao Zhan sambil menahan sakit pada dagunya. "Dan kau seharusnya tahu akan posisimu dasar PELAKOR!!!"

PLAK!!!

Meng Ziyi menampar pipi Xiao Zhan dengan keras hingga meninggalkan bekas merah. Meng Ziyi menatap Xiao Zhan dengan tatapan garang dan penuh amarah yang meluap-luap.

Benci Jadi Cinta (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang