Chapter 21

2.1K 157 7
                                    


Xiao Zhan terbangun dari tidurnya. Dilihatnya jam weker di nakas, ternyata baru menunjukkan pukul dua belas malam. Xiao Zhan turun dari tempat tidurnya lalu melangkah keluar kamar.

"Mau kemana?" tanya Wang Yibo yang terbangun karena 'guling'nya tidak ada.

"Aku mau mengecek keadaan Lin Yi."

Setelah berkata demikian, Xiao Zhan melangkah menuju kamar lamanya yang saat ini digunakan oleh Lin Yi. Dengan hati-hati Xiao Zhan masuk ke dalam kamar, mendekati Lin Yi yang sedang tertidur. Dilihatnya pemuda tampan itu tampak gelisah dalam tidurnya. Xiao Zhan menyentuh kening Lin Yi,


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Dia demam lagi," gumam Xiao Zhan.

Xiao Zhan masuk ke kamar mandi mengambil baskom dan air serta handuk kecil. Dia kembali ke kamar lalu mulai membasahi handuk kecil itu dan meletakkannya di kening Lin Yi. Dengan telaten dan penuh perhatian serta kasih sayang Xiao Zhan merawat Lin Yi. Setiap beberapa menit Xiao Zhan mengecek suhu tubuh pemuda tampan itu dan terus mengompresnya.

Waktu menunjukkan pukul lima pagi saat Wang Yibo menyusul Xiao Zhan. Wang Yibo membuka pintu kamar dengan perlahan, dilihatnya Xiao Zhan duduk di lantai dengan tubuh bersandar pada pinggiran tempat tidur dan kepala di atas tempat tidur.

Wang Yibo mendekati Xiao Zhan bermaksud hendak memindahkannya ke kamar mereka. Namun saat Wang Yibo hendak menggendong istrinya, Lin Yi terbangun dari tidurnya.

"Kak Yibo!" seru Lin Yi terkejut melihat Wang Yibo ada di dekat tempat tidurnya. Lin Yi semakin terkejut saat melihat Xiao Zhan yang tertidur di samping tempat tidur dengan posisi terduduk di lantai. "Kak Zhanie!"

Xiao Zhan yang merasa terusik dengan suara berisik akhirnya ikut terbangun. Pikirannya langsung tertuju pada pemuda tampan yang sedang sakit itu.

"Lin Yi. Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu? Masih pusing?"

"A-Aku sudah... Aku sudah tidak merasa pusing lagi, kak Zhanie..."

"Baguslah." Xiao Zhan menempelkan telapak tangannya ke kening Lin Yi untuk memeriksa suhu tubuhnya. "Demammu juga sudah turun."

Xiao Zhan tersenyum senang mengetahui Lin Yi sudah tidak demam lagi. Tiba-tiba Xiao Zhan merasakan punggungnya panas. Xiao Zhan menoleh ke belakang, dilihatnya Wang Yibo tengah menatap dirinya dengan tatapan membara seolah ingin membakar dirinya.

"Eh, sayang. Sejak kapan kau ada disini?" Xiao Zhan tersenyum kikuk.

Wang Yibo tak menjawab pertanyaan Xiao Zhan, pandangan matanya beralih pada Lin Yi yang masih duduk di atas tempat tidur.

"Sudah merasa baikan?" tanya Wang Yibo dingin dan dengan tatapan tajam pada Lin Yi membuat pemuda tampan itu bergidik.

"S-Sudah, kak," jawab Lin Yi gugup.

Benci Jadi Cinta (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang