Chapter 12

3K 220 18
                                    


Waktu menunjukkan pukul delapan malam tapi Wang Yibo terlihat sibuk di kamarnya. Sebuah koper ukuran sedang tampak tergeletak di atas tempat tidurnya. Dia sibuk mengambil beberapa potong pakaian dan memasukkannya ke dalam koper tersebut. Dia juga memasukkan beberapa peralatan mandi ke dalam koper.

Untuk beberapa saat dia memperhatikan kopernya sambil mengingat-ingat apa lagi yang perlu di bawanya. Kemudian dia teringat benda yang jauh-jauh hari sudah dia pesan ke toko perhiasan, dan baru diambilnya tadi saat pulang dari kantor.

"Kuharap dengan ini Zhanie mau memaafkan aku dan kembali padaku," gumam Wang Yibo.

Wang Yibo kemudian memasukkan benda itu ke dalam kopernya. Setelah merasa semua yang dibutuhkannya telah masuk ke dalam koper, Wang Yibo pun menutup kopernya. Diletakkannya koper itu di samping tempat tidur.

Wang Yibo merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia memandang langit-langit kamarnya sembari senyum-senyum. Bayangan wajah Xiao Zhan yang tengah tersenyum manis muncul di langit-langit kamar.

"Zhanie, tunggu aku. Aku berjanji akan membahagiakanmu," gumam Wang Yibo. "Aku tak akan pernah membuatmu menangis lagi."

Wang Yibo memejamkan matanya. Tak lama kemudian dia telah terlelap tidur dengan senyuman menghiasi bibirnya. Sepertinya dia sedang bermimpi indah malam ini.


===***===


Hui Xin, sekretaris Yang Yang, sedang mengecek kotak makan siang yang nanti akan di berikan pada kru dan artis saat dia mendengar suara mobil berhenti di depan vila. Tak lama kemudian dia melihat seorang pemuda memasuki vila sambil menyeret sebuah koper. Pemuda itu berhenti di depan pintu masuk lalu celingukan seolah sedang mencari sesuatu.

Hui Xin pun dengan rasa ingin tahu mendekati pemuda tersebut.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Hui Xin.

"Ah, nama ku Wang Yibo," ujar pemuda itu memperkenalkan diri. "Aku suaminya Xiao Zhan. Apa aku bisa bertemu dengannya?"

"Maaf saat ini Zhanie sedang syuting diluar."

"Diluar?"

"Iya. Saat ini sedang pengambilan gambar di daerah bukit sana," ujar Hui Xin seraya menunjuk ke arah daerah perbukitan.

Wang Yibo mengikuti arah yang ditunjukkan oleh Hui Xin. Wang Yibo menghela napas panjang, ada sedikt perasaan kecewa. Karena saat dalam perjalan menuju vila tersebut dia berharap akan disambut oleh senyum manis Xiao Zhan.

"Maaf, kotak-kotak itu mau di bawa kemana?" tanya Wang Yibo saat melihat Hui Xin hendak membawanya keluar.

"Oh ini kotak-kotak ini berisi makan siang mereka," jawab Hui Xin. "Aku akan mengantarnya ke lokasi syuting."

"Boleh aku ikut?" tanya Wang Yibo penuh harap.

Untuk beberapa saat Hui Xin hanya diam. Ada perasaan ragu menyelimuti gadis yang bekerja sebagai sekretaris Yang Yang itu. Namun akhirnya dia memperbolehkan Wang Yibo ikut karena dia pikir Wang Yibo adalah suami Xiao Zhan, jadi tidak akan jadi masalah.

"Baiklah."

"Terima kasih."

Wang Yibo pun membantu Hui Xin memasukkan kotak-kotak makan siang itu ke dalam mobil milik gadis itu. Setelah semua kotak makan siang masuk mobil, Wang Yibo pun segera masuk ke dalam mobilnya sendiri. Mobil Wang Yibo pun melaju mengikuti mobil yang di kendarai oleh Hui Xin menuju lokasi syuting.

Benci Jadi Cinta (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang