Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
Wanita adalah kelemahan seluruh pria.
Dan kelemahan Wanita adalah perhatian seorang Pria.
Tapi bukan berarti kelemahan Wnita adalah Pria.
-Permaisuri Kartasura_
"Em.. Sebenarnya laporan yang paling penting adalah.. Pihak Kartasura menginginkan tim medis tetap disini untuk mengatasi wabah."
"Apa? Bagaiman- Sialan! Bostton tolong pimpin koloni menuju keraton Kartasura. Hentikan perjalanan pada jarak 5 km sebelum gerbang keraton dan tunggu hingga aku kembali. Jika aku tidak kembali, bertolak lah. Hiya!"
***
"Anak itu sangat keras kepala."
"Bukankah sama sepertimu." Jawab perempuan itu dengan sangat anggun. Pakaiannya yang indah itu menonjolkan keindahan tubuhnya dan kemewahan akan kedudukannya.
"Aku tidak tau kenapa tiba-tiba dia menyetujui usulanku untuk menjadi pimpinan jendral pertempuran?" Raut wajah datar dengan guratan khawatir tersirat diwajahnya.
"Hahaha... Kamu terkejut akan seorang anak yang durhaka tiba-tiba berbakti?"
"Lebih tepatnya aku curiga. Tidak biasanya dia seperti itu, maka dari itu aku selalu berkata sebaliknya agar dia mampu memenuhi keinginanku."
"Seperti saat kamu bilang 'kenapa kamu berlutut pada raja' sebenarnya kamu ingin dia membantah raja. Kupikir itu tidak berlawanan! Kau masih pecundang seperti dulu hanya Kepada Raja Nederland kau patuh. Bukankah kalian memiliki kedudukan yang sama sekarang?" Dia cukup pintar untuk ukuran seorang wanita. Pantas saja dia dapat mempertahankan kedudukannya.
"Yang Mulia Raja Kartasura telah tiba!"
Pintu aula pemerintahan terbuka lebar. Permaisuri Kerajaan Kartasura dan para penjaga serta dayang yang ada ditempat bersujud menyambut kedatangannya. Kecuali Verlden, sosok yang memiliki kedudukan setara dengan Raja Nederland di VOC.
Adegan layaknya penyembahan itu selesai saat Raja Kartasura duduk disinggahsananya. Beberapa dayang datang membawa makanan dan minuman kepada ketiga orang itu.
"Minumlah! Ini teh yang kami olah sendiri." Titah Raja Kartasura dengan pandangan yang masih menatap cangkir. Tentusaja ucapannya untuk Verleden satu-satunya warga luar Kartasura.
"Ini sangat segar dan dapat mengusir lelah saya setelah perjalanan. Hahaha.. Sangat nikmat!" Verlden menjawabnya dengan santai tanpa memperdulikan kedudukan lawan bicaranya.
"Tentu saja kamu harus menikmatinya disaat negaramu juga menikmati teh itu."
Teh yang disajian itu merupakan salah satu komoditi yang dihasilkan oleh Kerajaan Kartasura yang hampir 75% penghasilannya diberkan kepada VOC sebagai pembayaran hutang dan pajak.
"Tentu saja. Saya selalu menikmati segala hal. Termasuk wanita!" Tangan Verleden memegang lengan dayang yang sedang menyajikan Teh.
"Hahaha... Hanya wanita yang membuat pria mengerti satu sama lain."
Mata Permaisuri tidak bergetar sedikitpun mendengar perkataan sang Raja. Verleden selalu berpura-pura tergila-gila pada wanita cantik didepan siapun setelah pristiwa dimasa lalunya. Matanya lalu memandang wajah Permaisuri.
"Dan hanya harta yang membuat wanita mengerti satu sama lain. Sepertinya Permaisuri sangat mencintai Raja ya?" Verleden menyindir permaisuri. Dia menyindir bahwa permaisuri tetap diam karena takhta, meskipun pasangannya membicarakan wanita lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
NOW AND KNOW
RomansaHIATUS nb.Kecuali ada kendala lain Sebuah kisah mengenai seorang gadis di tahun 2017 yang kembali pada abad ke-17 dimana jiwanya masuk kedalam raga dikehidupan sebelumnya. Kehidupan rumit yang sama sekali tidak diketahui Stela. Masa-masa kelam negar...
