1. Memperhatikanmu.

239 26 12
                                        

Haloo semua

Salam dari aku author yang baru banget netes 🙏

Setelah sekian lama akhirnya memberanikan diri juga buat upload wkwk. Mohon dukungannya yaa semua, mohon maaf juga kalau banyak typo yang bertebaran atau banyak kekurangannya. Oke 😉

Selamat membacaa 😘😘

********"

Kedua sudut bibir gadis itu melengkung sempurna dengan kepala yang merunduk menatap kearah bawah. Mengawasi setiap gerakan-gerakan kecil dari seorang laki-laki yang sedang memutarkan bola basket diujung jari telunjuknya. Laki-laki tampan bertubuh jangkung dengan baju seragam yang sudah keluar dari celana abu-abunya. Laki-laki, yang mampu menarik perhatian siswi satu sekolahan.

Dia adalah Kailendra Alderio.

Memperhatikan Kai dari atas rooftop merupakan hobi seorang Liana dari satu tahun yang lalu. Tepatnya saat masih menduduki kelas sepuluh. Kai suka sekali bermain ditaman belakang sekolah di jam istirahat, entah untuk bermain bola atau tidur dibawah pohon rindang diatas tanah berlapis rumput, dengan telinga yang disumpal oleh headset.

Liana menatap lekat ketika Kai membaringkan badan dengan satu tangan terlipat dibelakang kepala sebagai bantal. Laki-laki itu memejamkan mata, menikmati semilir angin yang berhembus menyapu wajahnya.

Andai gue ceweknya, mungkin sekarang gue lagi sama dia disana.

Ahh ceweknya ya...

Liana tersenyum kecil.

Khayalan itu selalu muncul dikepalanya. Mebayangkan menjadi kekasih seorang Kailendra dan bisa selalu berada di dekat cowok itu, pasti sangat menyenangkan. Memikirkannya saja Liana sudah merasa bahagia.

Tapi apakah bisa?

“Woi, Li!” panggil Aubrey, sahabat sekaligus teman sebangku Liana memecahkan lamunannya.

Pandangan Liana beralih kepada Aubrey yang sudah duduk dikursi kayu sebelahnya.

“Ngapa?” tanya Liana malas.

Tidak ada sahutan dari Aubrey, cewek itu malah melihat kearah bawah kemudian senyum mengejek muncul dari wajahnya.

“Diliatin terus, di deketinnya kapan?” sindir Aubrey.

“Maunya, sih, sekarang. Tapi malu.” Liana kembali melihat Kai yang sekarang sedang berbincang dengan tiga temannya yang baru saja datang.

“Udah setahun masih aja di pendem. Kapan beraninya atuh?”

“Yaa, gimana ya, Breh. Ngeri di tolak aku tuh.” Liana menopangkan dagunya pada pembatas rooftop. “yang deketin banyak banget sih, cantik-cantik lagi.”

Aubrey berdecak kesal tak tanggung-tanggung cewek itu menjitak kepala Liana lumayan kencang. “Ah, payah lo belom apa-apa udah pesimis. Gimana mau dapetin si Kai!”

“Insekyur aing, Breh.” kata Liana seraya mengusap kepalanya yang sakit akibat dijitak oleh Aubrey.

“Lo cantik, njing! Masih aja insekyur insekyuran. Tukeran muka dah sini sama gue mau nggak?”

Liana meringis, “Enggak deh, Breh. Nanti emak gue bingung anaknya berubah jadi Kekeyi,”

“Fucek lo Li Fucek!!”

Liana tertawa puas melihat wajah Aubrey yang kesal karenanya. “Baperan kek anak perawan.”

“Emang gue masih perawan!”

CHOOSE OR LOSETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang