TAC 13.

231 36 19
                                    

- Pada dasarnya kita akan menjalankan aktivitas sehari-hari secara rutin, seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Bukankah, memang itu yang selayaknya terjadi? Kita harus selalu berjalan, walaupun itu sekedar berjalan di tempat. -

Apartemen Seokjin,

08.00 AM

Terlihat seorang laki-laki dengan penampilan masih acak-acakkan serta rambut yang mencuat ke sana-sini, dia berdiri di atas tangga sedang memperhatikan keramaian yang ada di lantai satu apartemennya. Dia merasa terusik dengan suara-suara yang mampir ditelinganya. Niatnya, dia ingin beristirahat sedikit lebih lama, tapi nyatanya sekarang dia malah melangkahkan kakinya menuju sumber keributan di apartemennya. Laki-laki itu memperhatikan aktivitas tiga orang di depannya, ada yang mengambil mangkuk, ada yang sedang berusaha memotong tomat, dan yang terakhir ada yang sedang berkutat di depan kompor. Mereka belum ada yang menyadari kehadirannya, jadi dia hanya duduk menikmati pemandangan di depannya ini dengan seksama.

" Woaaahhh, Seokjin~a!!! sudah bangun kau rupanya. Kukira, aku ke sini hanya untuk melihatmu memejamkan mata saja." ujar Lisa sembari membawa panci yang berisi sup daging yang sudah matang.

Seokjin yang mendengar ucapan gadis itu hanya mendengus, serta mengangkat bahunya " Ku kira semalam aku berhalusinasi melihatmu, tapi sepertinya itu salah."

" Aku juga terkejut!! aku masuk ke apartemenmu, ku kira ada hantu wanita duduk di sofamu," saut seorang lagi sambil menata sendok dan garpu di meja makan.

PLETAKKK!!

" Yak!! Taehyung!!! Gadis cantik sepertiku kau katakan hantu! Kau taruh mana matamu itu?!" protes Lisa tidak terima dengan ucapan Taehyung.

" Aishh!! Sudahlah kalian berdua, ayo kita sarapan dulu. Ini sudah terlalu siang untuk sarapan!! Aku harus segera pergi." ujar Jungkook yang jengah dengan kelakuan orang-orang di sekitarnya.

Jungkook langsung mengambil nasi dan sup daging yang masih mengeluarkan kepulan asapnya, dia langsung melahapnya tanpa menunggu yang lainnya. Perut Jungkook tidak dapat menunggu lebih lama, rasanya makan malam dua porsi kemarin lenyap entah ke mana, mungkin ini akibat dia banyak berpikir semalam.

" Ayoo, kita sarapan!! Mengendarai mobil jam empat pagi dari Daegu membuat perutku belum menerima asupan apa pun. Kau memang yang terbaik noona!!!" ujar Taehyung penuh semangat sembari mengacungkan dua jempolnya.

" Ini hanya sup daging tomat. Walaupun kau memujiku, kau tidak akan kuperbolehkan untuk menambah porsi makan!!" ucap Lisa santai kemudian, di susul ucapan protes dari Taehyung

" Aishh!! Noona, kau tidak tahu bagaimana asupan giziku bersama dua orang ini!! Aku rindu masakan rumahan begini. Mereka selalu saja pesan makanan." protes Taehyung dengan mulut yang penuh,

" Telanlah dulu hyung, baru bicara. Kau seperti anak TK saja," balas Jungkook datar.

Lisa kemudian berjalan mendekati Seokjin yang masih tetap setia berdiri di tempat semula. Lisa menarik pergelangan Seokjin, dan mendudukkannya di salah satu kursi di meja makan. Seokjin hanya membiarkan tubuhnya ditarik paksa oleh Lisa, di depannya kini sudah ada nasi, sup daging, susu, air putih, serta jus jeruk.

" Makanan ini terlalu berat untuk masuk katagori sarapan," ujar Seokjin datar kemudian dia ingin bangkit dari kursinya. Namun, sebelum hal itu terjadi Lisa kembali mendorongnya untuk duduk di tempat semula serta mencengkeram rahang Seokjin untuk dipaksa membuka mulutnya. Kemudian, Lisa memasukkan satu sendok penuh sup daging ke mulut Seokjin.

" Makan, kunyah, dan telan !!" perintah Lisa tegas dan secara reflek Seokjin menurutinya.

Jungkook serta Taehyung hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah keduanya.

Truth and Choice (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang