- Sebuah cerita akan dimulai, jangan samakan hidupmu dengan film ataupun drama kesayangan kalian -
- Persepsi orang lain jangan sampai mempengaruhi persepsi mu sendiri -
Langkah kaki Mira, Yoora dan Jaehyun membuat keadaan lorong rumah sakit yang sepi menjadi ramai. Lorong rumah sakit ini sedikit sepi karena ini adalah lantai atas khusus VVIP. Mereka langsung berlari ke rumah sakit setelah mendengar sahabat tercintanya mengalami kecelakaan. Yoora selalu mengomel sepanjang perjalanan karena merutuki kebodohan mutlak dari Kim Jisoo. Dia tidak habis pikir dengan pikiran eooninya itu, kemampuan menyetirnya sangat menghawatirkan dan dia menderita buta arah akut dia bahkan tidak bisa membedakan mana barat, utara, dan timur tapi nyatanya sekarang dia malah menjatuhkan dirinya ke jurang. Tapi apa yang membuat eooni nya itu nekat berkendara sendiri.
Mereka berdua menemukan Jungkook mematung di depan pintu ruang operasi dan terlihat beberapa orang yang menyayangi Kim Jisoo sedang duduk sembari merapalkan doa. Tidak ada yang berani mendekati Jungkook laki-laki yang sedang memandang kosong pintu ruang operasi itu.
Seakan baru tersadar dari lamunannya, Jungkook menoleh, matanya langsung tertuju pada Jaehyun. Aku sudah memperingatkanmu untuk menjauhi Jisoo !! Kau bahkan tidak mencegahnya untuk menaiki mobil itu!!" suara itu tanpa amarah tapi terdengar sangat berbahaya bagi siapapun yang mendengarnya.
"Hentikan Jungkook ! Berdoa sajalah kau semoga Tuhanmu menyelamatkan wanitamu di dalam sana," ujar Yoora menenangkan.
"Bawa dia pergi dari sini atau aku akan membunuhnya dengan tangan kosong!" ucap Jungkook dengan tatapan layaknya seorang psikopat.
Mereka yang ada di sana tampak sibuk merapalkan doa-doa terbaik mereka kepada Tuhan, mengabaikan seorang gadis yang bernama Mira yang sejak tadi berperang batin. Dia tidak menyangka mempertemukan Jaehyun dan Jisoo menyebabkan gadis itu hilang akal dan membuat dia jatuh ke jurang. Dia hanya ingin membuat sahabatnya itu mengetahui kebenaran yang disembunyikan oleh tunangannya, Jungkook tak sebaik dan seburuk yang selama ini Jisoo pikirkan. Melihat bagaimana menyeramkannya Jungkook saat menatap Jaehyun membuat dia ingin mati saja saat ini.
Sudah hampir tiga jam ia berdiri di depan pintu laknat ini, tapi para dokter bahkan tidak ada yang mau keluar menjelaskan apa yang sedang mereka lakukan dengan tubuh kesayangannya di dalam sana. Apa semua orang yang ia cintai harus pergi secara tragis seperti ini ? Sudah cukup kakak dan ibunya pergi dari hidupnya. Haruskah Tuhan juga mengambil satu-satunya yang sekarang dia miliki. Lalu alasan apa yang akan membuat dia bertahan hidup? Jika yang membuatnya bertahan sampai saat ini malah sedang meregang nyawa.
Dokter Jung dan timnya sedang berjuang didalam, mereka sedang berusaha membuat tubuh mungil dan rapuh itu tetap bertahan setelah dihantam bebatuan dan benda keras lainnya. Jungkook berjanji jika mereka tidak dapat menyelamatkan gadisnya maka karir mereka juga tidak akan selamat. Setelah menghabiskan waktu berjam-jam Dokter Jung keluar dengan wajah pucat dan keringat dingin. Dia mencari Jungkook langsung dan memberikan tatapan sedih.
" Dengarkan dan jangan menyela, " kata dokter Jung.
Mereka langsung mendekat kepada dokter Jung tanpa bersuara.
"Aku tidak pernah terfikirkan akan membedah tubuh Jisoo seperti ini. Apa yang tidak kuketahui selama lima tahun ini? Tubuhnya benar-benar rusak parah! Apa dia kecanduan alkohol? Setahuku baru tiga hari yang lalu dia ke sini setelah sekian lama dan mengabarkan kabar pernikahannya akan dilakukan tiga hari lagi."
"Bagaimana keadaannya tidak perlu berbasa basi ?" gumam Jungkook dingin, tidak peduli pada perkataan dokter Jung
Dokter Jung sebenarnya ia tidak tega melakukan ini pada Jungkook lagi. Ia tak mau melihat Jungkook hancur lagi untuk kesekian kalinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Truth and Choice (END)
FanfictionHidup kita berjalan terkadang hanya karena kebenaran yang ingin kita dengar dan memilih sebuah pilihan yang wajib kita pilih sampai mengabaikan apa yang sesungguhnya ingin kita raih