2. Is it right? (A)

361 25 10
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Setelah acara makan malam itu, omongan Miyeon dan Dokyeom tentang orang tuanya yang tidak main-main menjodohkan anak mereka terbukti benar. Terhitung sudah dua minggu setelah acara makan malam waktu itu. Kedua pasang suami istri itu sering melakukan pertemuan untuk membahas masalah perjodohan untuk anak mereka. Tidak mendapat penolakan seperti biasanya dari Dokyeom membuat Tuan dan Nyonya Lee sangat bersemangat dengan perjodohan ini.

Sedangkan Dokyeom dan Miyeon kini sudah mulai akrab seperti dulu. Dan Dokyeom tidak lupa untuk meminta nomor handphone Miyeon. Selama dua minggu ini pun beberapa kali Dokyeom dan Miyeon menghabiskan waktu berdua walau hanya untuk makan siang bersama. Dan tentu saja itu atas ide Dokyeom.

Malam ini kembali Tuan dan Nyonya Cho bertemu dengan Tuan dan Nyonya Lee untuk membahas tanggal pernikahan. Miyeon yang tidak suka sendirian di rumah kembali memaksa Jung Ahjumma - orang yang membantu Ibunya di rumah, untuk menemaninya sampai orang tuanya pulang. Padahal jam kerja Jung Ahjumma biasanya hanya sampai jam 6 sore, tetapi karena ia memohon untuk ditemani, dan Jung Ahjumma yang tidak tega, jadilah Jung Ahjumma menemaninya sampai orang tuanya pulang.

Kini Miyeon yang ditemani Jung Ahjumma sedang berada di ruang tengah sambil menonton televisi. Sekembalinya ke Korea, Miyeon menjadi keranjingan menonton drama Korea, dan ia lebih memilih untuk berada di rumah sepulang kerja dari pada pergi entah kemana hanya untuk menonton drama kesukaannya.

Drama yang tengah ditonton Miyeon kali ini menceritakan kedua tokoh utama yang sedang menikah. Mereka tampak sangat bahagia dengan pernikahannya walaupun ditentang oleh Ibu si laki-laki. Kini tampak si pengantin laki-laki tengah mencium mesra bibir pengantinnya.

"Romantisnya," komentar yang dilontarkan Jung Ahjumma membuat Miyeon mau tak mau menganggukkan kepala menyetujui apa yang barusan diucapkan Jung Ahjumma.

"Apa mereka akan bahagia?" pertanyaan tanpa sadar terucap oleh Miyeon.

"Tentu saja. Mereka kan saling mencintai. Walaupun acara pernikahan mereka sederhana dan tidak direstui, mereka akan tetap hidup bahagia." Jelas Jung Ahjumma seperti dirinyalah yang membuat cerita drama tersebut.

"Apakah benar seperti itu?" Tanya Miyeon dengan polosnya kepada Jung Ahjumma.

"Nona, bukankah kau sebentar lagi akan menikah? Kau pasti akan tahu rasanya bahagia saat menikah." Ucapan Jung Ahjumma barusan berhasil membuat Miyeon tertegun sesaat. Bahagia?

"Bagaimana saat kau menikah dulu, Ahjumma?" kembali Miyeon melontarkan pertanyaan, tetapi kali ini mengalihkan arah perbincangannya dengan Jung Ahjumma.

"Hmmm." Gumam Jung Ahjumma tak jelas karena sedang mengingat-ingat memorinya saat menikah dulu.

"Pernikahanku sangat sederhana, bahkan tidak ada pesta atau acara yang mengundang banyak orang. Suamiku bukan orang berada, sehingga kami hanya melakukan pemberkatan di gereja kecil dan mendaftarkan pernikahan kami di catatan sipil. Bahkan gaun yang aku kenakan saat menikah dulu adalah gaun pinjaman." Jung Ahjumma kemudian tersenyum miris. Miyeon yang merasa tidak enak hanya diam dan tidak berani memberikan komentar.

Married not DatingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang