Lee Dokyeom. Seorang Arsitek muda yang terkenal di Korea Selatan. Di usianya yang menginjak 26 tahun, ia bahkan telah banyak memenangkan tender menjadi Arsitek untuk membangun perusahaan-perusahaan besar di Korea Selatan. Bahkan banyak pengusaha yan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Miyeon tidak berpikir panjang dan langsung menerobos kamar mandi yang kebetulan memang pintunya tidak ditutup rapat oleh Dokyeom. Tanpa melihat bagaimana kondisi Dokyeom saat ini, Miyeon langsung menubruk Dokyeom dan melingkarkan kedua tangannya dengar erat di tubuh Dokyeom. Di tenggelamkannya wajahnya pada dada suaminya sambil memejamkan matanya dengan erat. Tubuhnya bergetar karena rasa takut yang menderanya.
“Miyeon-ah, ada apa?” tanya Dokyeom sambil memegang kedua bahu Miyeon yang berada di dalam pelukannya. Namun belum sempat Miyeon membalas pertanyaan Dokyeom, ada suara lain yang menginterupsi mereka berdua.
“Omo! Kalian sedang apa?” teriak seseorang dari depan pintu kamar mandi yang masih terbuka. Lingkar mata Dokyeom melebar melihat siapa yang berada di sana.
“Halmoni?”
“Halmoni?” Miyeon bersuara dari dalam pelukan Dokyeom. Pelukan tangannya merenggang dan segera ia membalikkan badannya memastikan bahwa memang Neneknya lah yang sedang berbicara dari arah pintu kamar mandi.
“Omo! Halmoni!” mata Miyeon pun ikut melebar karena terkejut mendapati memang Neneknya yang sedang berada di depannya saat ini.
Dan seketika ia tersadar apa yang sedang terjadi saat ini. Ia berpelukan dengan Dokyeom di kamar mandi yang gelap, berdua, dan disaksikan Neneknya, lagi. Ya, Tuhan! Kenapa ia dan Dokyeom selalu terjebak di dalam keadaan yang memalukan selama mereka di rumah Kakek dan Nenek? Miyeon langsung mengambil jarak antara dirinya dengan Dokyeom dan menggigiti bibirnya.
“Kalian sedang apa?” Nenek kembali bertanya dan masih dengan ekspresi terkejutnya. Tentu saja terkejut karena mendapati Miyeon dan Dokyeom sedang berpelukan di dalam kamar mandi.
“Halmoni, tadi aku sedang buang air kecil..”
“Apa kalian tidak bisa melakukannya di dalam kamar?”
Mulut Miyeon dan Dokyeom sama-sama menganga tidak percaya pada apa yang baru saja mereka dengar. Melakukan apa?
“APA?” teriak keduanya. Sedangkan Nenek berusaha menyembunyikan senyum gelinya melihat tingkah sepasang pengantin baru di hadapannya ini.
“Halmoni, ini tidak seperti yang baru saja Halmoni katakan. Miyeon-ah, kenapa tiba-tiba kau masuk ke dalam kamar mandi?” Dokyeom langsung berusaha meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. Ia melirik Miyeon cepat dan seperti memaksa Miyeon untuk segera menjawab pertanyaan yang baru saja ia lontarkan sehingga Nenek tidak salah paham lagi.
“Itu, tadi aku..”
“Sudahlah. Sana, kalian lanjutkan lagi di dalam kamar. Nenek mau memakai kamar mandinya. Ckckck, dasar pengantin baru.” belum selesai Miyeon menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Nenek langsung memotong pembicaraannya sambil mengibaskan tangannya.