"Masa gak ngerti sih Sha? Kenapa lo jadi mendadak bego gini" rutuk Allesha pada diri sendiri.
Allesha kembali bergumam kesal dan bersiap memukul kepalanya lagi. Tapi ada yang menahan tangannya, membuat Allesha mendongakkan kepalanya untuk melihat pelakunya.
"Jangan dipukul lagi."
Allesha mengedipkan matanya dengan cepat saat melihat Kaza dihadapannya, ia masih tidak percaya ini adalah Kaza. Sejak kapan laki-laki itu ada disini.
Allesha langsung teringat berita kepergian kaza untuk ke luar negeri membuat Allesha termenung sesaat.
Allesha tersadar dari lamunannya dan menarik tangannya yang masih ditahan oleh Kaza, kemudian berdeham pelan.
"Gak ada urusannya sama lo kan? Suka-suka gue dong, yang dipukul juga kepala gue bukan kepala lo" ketus Allesha menatap Kaza yang mengerutkan dahinya.
Kaza mengangguk sebagai jawaban, lalu ia membereskan bukunya di atas meja.
Kenapa Kaza hanya mengangguk? Itukah respon dari kalimat panjang yang ia lontarkan? Ah, Allesha rasanya ingin mengutuk manusia dihadapannya ini.
Sangat menyebalkan saat kita sudah berbicara panjang tetapi hanya mendapat respon anggukan saja.
Allesha memperhatikan gerak-gerik Kaza yang sekarang berdiri dari bangkunya setelah selesai membereskan buku-bukunya.