“Cukup kau berada di sisi aku saja sudah merasa sangat bahagia”
-Langit Dirgantara Putra-Chapter 24 | Mau atau tidak?
---oOo---
“KAK LANGIT POKOKNYA GANTI GORENGANNYA!” teriak Windy dari jauh membuat mereka menoleh ke arah sumber suara.
Taufan melihat ekspresi Windy yang sudah emosi langsung saja berjalan mendekati kekasihnya.“Eh kunti napa teriak teriak untung sekolah sudah sepi.” ujar Taufan seraya terkekeh.
“Apa sih! Diem kampret!”
Langit menoleh dan menghela nafas berat,dia menduga pasti gadis itu sedang bertengkar karena hal sepele dengan Pelangi.
“Kenapa Windy? Pelangi makan gorengan kesukaan lo lagi?” tebak Langit membuat Windy seketika meneguk ludahnya susah payah.
“Kok kak Langit tau? Apa jangan-jangan kak ini seorang dukun?” tanya Windy mengada ngada.
“Cuma tebakan beruntung.”
Windy mendengus kemudian tangannya tiba tiba digenggam Taufan.”Sttt sudah jangan marah,nih gorengannya tadi gua yang borong sengaja.” ujar Taufan.
“Widih makasih njay puaslah sekarang gua.”
“Ya sama sama,sini cepat naik gua anter lo pulang,gua duluan guys.” ujar Taufan sambil memasang helmnya.
“See you kalean para rakyat jelata!” teriak Windy.
“Wah wah gak Taufan gak Windy dua-duanya emang ngeselin.” ucap Mars geleng-geleng kepalanya.
Tak berselang lama Pelangi dan Raina datang.Dengan gerak cepat Raina ditarik oleh Mars.“Sayang tadi kamu kemana saja sih?” tanya Mars dengan nada sengaja dimanja manjain.
“Apasih Mars alay banget sok dimanja manjain,Rain lo betah juga pacaran sama muka tape ini?” celetuk Pelangi sambil berpura pura muntah.
“Gak apa-apa Pelangi sudah biasa kok.” jawab Raina santai.
“Sudahlah jangan didengerin upik abu itu,sini naik beb.” pintah Mars kemudian Raina menaiki motor pria tersebut.
“MARS!” teriak Pelangi kesal.
Dengan cepat Mars mengendarai kendaraannya,takutnya Pelangi yang tadi berwarna berubah menjadi badai tornado.Bisa dibayangkan betapa ngerinya kalau seorang Pelangi marah dan emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ily3000 [COMPLETED🦋]
Novela Juvenil"𝙶𝚞𝚊 𝚜𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚜𝚊𝚑𝚊 𝚖𝚎𝚕𝚞𝚙𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚑𝚊𝚛𝚞𝚜 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚎𝚗𝚌𝚒,𝚝𝚊𝚙𝚒 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚙𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚒𝚗𝚒 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚕𝚞 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚞𝚛𝚞𝚑 𝚐𝚞𝚊 𝚞𝚗𝚝𝚞𝚔 𝚖𝚎𝚗𝚎𝚝𝚊𝚙?" -𝑃𝑒𝑙𝑎𝑛𝑔𝑖- *** "𝚃𝚎𝚛𝚗𝚢𝚊𝚝𝚊 𝙿𝚎𝚕𝚊𝚗𝚐�...