Ada hal yang terkadang tak bisa diungkapkan. Ada pesan yang terkadang tak mampu di sampaikan. Aku melihatmu yang sedang menunduk di sampingku seperti ada yang di sembunyikan. Suasana sekitar kita di selimuti dengan keheningan malam yang menutupi. Buatku Malam yang dingin untuk sebuah kisah yang masih berjalan. Kamu masih saja terdiam tanpa sedikit pun kata yang terucap apa yang kamu pikirkan. Padahal, kamu sedang bersamaku.
Waktu sedang menunggu mu, begitu pun denganku. Aku penasaran mengapa kamu terdiam seribu bahasa. Akhirnya kamu berucap dengan awalan kata maaf. Seketika malam terasa sedikit panas yang terasa hingga di tubuhku. Apa yang kamu pikirkan mengapa kamu mengucapkan kata maaf?. Pikiran ku berasumsi hal negatif seperti kamu yang ingin meninggalkan, seperti kamu yang ingin pergi. Tetapi, aku berusaha berfikir positif. Ku buang semua asumsi negatif ku. Aku hempaskan semuanya tanpa sisa.
Aku melihat masa lalu di balik perkataanmu. Kamu membahas tentang seseorang yang dulu pernah membahagiakan mu. Kamu berkata dia menghubungi mu lagi dan menjelaskan kenapa dia pergi meninggalkan. Sulit bagiku untuk memahaminya tapi aku mencoba untuk berdiam dan menatap ke langit ruang ekspetasi ku. Diorama di ruang ekspetasi ku semakin rabun perlahan menghilang bersamaan dengan ucapanmu yang berkata kamu ingin pergi dan kembali dengannya.
Ragamu pergi tinggalkan ku sendiri disini, janji yang telah kamu ucapkan pergi menghilang terhempas angin kekecewaan. Jiwaku bersedih tapi ragaku berusaha untuk kuat untuk sabar dan tidak ingin meneteskan air mata. Kamu memutuskan untuk kembali ke pelukannya, kamu percaya dengan kicauan kicauan itu dan kembali kepadanya. Kala itu seseorang pernah berkata cinta yang sesungguhnya adalah mengikhlaskan. Bagi ku itu seperti pisau yang menusuk hati dan membelah nya menjadi dua bagian.
Terasa sakit tapi tidak ada yang terluka di tubuhku, melainkan di dalam tubuhku yang terluka. Harus ku kemanakan janjiku yang telah kubuat untukmu. Jika kamu telah tidak di sampingku, untuk siapa janjiku ini. Aku sendirian, perempuan yang selalu menemaniku telah pergi meninggalkan. Aku terjatuh kedalam jurang kekecewaan dan tak bisa berdiri lagi. Gelap pun menutupi membuat pandanganku tak dapat melihat apa apa. Jika kamu tidak meninggalkan mungkin kamu akan menerangi tanpamu aku hancur.
Ternyata buatku malam yang dingin untuk cerita yang telah usai.
~~~ aku kira kamu adalah keluh kesah ku, ternyata kamu adalah kekecewaan ku yang akan datang ~~~
