Eight - Kenyataan

4.9K 319 1
                                        

Sudah dua minggu Kiara dan Angga tidak bertegur sapa bahkan ketika tidak sengaja saling berlewatan mereka tidak saling melirik seperti tidak ada orang. Rasanya sangat berat untuk mereka berdua ntah mengapa muncul rasa seperti ini.

Dirumah pun Devan tetap berusaha membujuk Kiara. Sepertinya Kiara benar benar marah kepadanya. Ia tau kalau akhirnya akan seperti ini. Ia juga tau kalau Kiara kecewa, sangat kecewa. Karena itu adalah kebohongan terbesar yang pernah Devan berikan.

"Ra, jangan kaya gini terus," pinta Devan yang sedang duduk di ujung kasur milik Kiara.

"Ngapain lo?" Tanyanya dengan nada sinis.

"Oke, maafin gue, gue beneran gak tau kalau lo yang bakal kena, gue lupa, Ra, kalau misalkan Angga juga satu sekolah sama lo, gue beneran gak pernah kepikiran kalau hal ini bakal terjadi."

Keheningan terjadi selama beberapa waktu, Kiara tak berniat menjawabnya.

"Lo suka sama Angga?" Tanya Devan, namun, tak mendapatkan jawaban. "Gue setujuin, dengan satu syarat, Revexal harus menang waktu war sama Severfold dan kalau mereka kalah lo harus beneran putus dan menjauh, gue bakal pindahin lo ke sekolah gue."

"Kak.."

"Tidak ada penolakan Kiara Azalea," ucap Devan yang membuat Kiara terkejut karena ketika panggilan tegas Devan.

Air mata sudah mengumpul di pelupuk mata Kiara dan sudah siap terjun membasahi pipinya.

"Jangan nangis, Ra," ucap Devan sambil menghapus air mata Kiara yang terus berjatuhan dengan menggunakan jari jempolnya. "Gue ngelakuin juga buat lo."

"Keluar!" Usir Kiara.

"Kalau butuh apa-apa panggil gue," jawab Devan yang berakhir tak mendapatkan jawaban satupun.

Kiara, Devan, ataupun Angga juga bingung akan kondisi sekarang, jujur Angga mulai mencintai Kiara tapi dia teringat Devan ketua Severfold yg merupakan kakak Kiara juga.

Di satu sisi Kiara juga tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang dia ingin sekali membenci dan memaki Angga ataupun Devan tapi dia tak bisa karena dia begitu menyayangi Angga sebagai pacar dan Devan sebagai kakanya.

Sedangkan di markas Revexal, keadaannya benar benar sunyi tidak ada yang berani mengeluarkan suara. Mereka tau pasti Angga sedang memikirkan Kiara. Mereka juga tau kalau misalkan Angga juga pasti mulai memiliki rasa. Hanya saja temannya satu ini terlalu membesarkan rasa gengsinya.

"Gimana, Ngga, sekarang ??" Tanya Nathan.

"Gue .. gak tau lagi."

"Kalau gue ada di posisi
lo gue pasti bakal tetep berjuang buat Kiara apapun yang terjadi karena setau gue cinta tidak mengenal kata menyerah," ucap Nathan puitis.

"Gue juga mau, tapi Devan? Dia kakak Kiara."

Ting .. suara pesan di ponsel Angga

+62
Gue setuju kalau lo sama adek gue tapi dengan satu syarat 'Revexal harus war sama Severfold' kalo kita menang jauhin Kiara kalau lo yang menang oke silahkan sama Kiara .. tapi inget ! Jangan sampe nyakiti dia sekalipun !

Oke gue setuju

Sabtu jam 8 di Jalan Mawar

Oke

"Siapa?" Tanya Nathan.

"Devan, ngajak tempur besok jam 8 di jalan pagoda."

"Siap siap sekarang gue kumpulin seluruh anggota," jawab Nathan.

***

1 jam terlewati sekarang Basecamp Revexal sudah penuh akan anggotanya yang berjumlah 115 yang terdiri dari 100 laki laki dan 15 perempuan.

"PERHATIAN SEMUANYA!" Ucap Nathan dan seketika itu seluruh anggota tenang. "Jadi ketua kita Angga bakal ngomong," ucapnya lalu diambil alih oleh Angga.

"Gue kumpulin kalian hari ini karena besok kita ada tempur besar besaran sama Severfold dan gue harap siang ini kalian mau latihan dengan sungguh sungguh."

"Siap!" Balas mereka secara kompak

Mereka pun mulai bubar dan berlatih dengan sangat sungguh-sungguh. Tidak peduli berapa lama mereka akan berlatih namun mereka pastikan bahwa mereka harus memenangkan pertempuran besok. Harus!

#Basabasiauthor

Part ini pendek banget ya ?? Hihi emang author sengaja 😂 maafin yaa authornya emang kadang jahil .. tapi tenang aja part selanjutnya agak panjang kok
-•-•-•-
Jangan lupa vote and comments yaa 🤗
Bubyee !

~ 30.8.20 ~

ASMARALOKA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang