Twenty Six - Khawatir

3.3K 184 2
                                        

Sebuah senyuman terbit dari bibir seorang gadis. Akhirnya setelah sekian lama dia menyimpan rasa dendam ini hari ini terbalaskan.

"Rasakan Kiara, makanya jangan sok di depan gue tau kan akibatnya hahaha .. dan Angga hanya punya gue"

      Sedangkan ditempat lain di sebuah ruangan bernuansa gelap dan hanya terdapat satu kursi serta satu lampu yg hampir mati. Seorang lelaki tersenyum miring.

"Bagaimana?" Tanyanya pada seseorang.

"Dia sedang menjadi pusat perhatian di sekolahnya karena suatu kesalahpahaman"

"Kesalahpahaman? Apa?"

"Ini bos. Kapan bos kita akan menjalankan rencana?"

"Nanti malam tepat nanti malam saat dia keluar rumah"

"Baik, bos"

"Pergi"

"Baik"

"Kiara .. Kiara .. Kiara gadis polos namun harus menerima luka yang tidak ia perbuat ya semua ini perbuatan kekasihmu dan kakakmu namun harus kau yg menderita"

       Malam ini Kiara harus pergi ke rumah Lisha karena memang Lisha sejak tadi sore sangat memaksanya untuk kerumahnya. Rumah Lisha tidak lah jauh hanya saja berbeda perumahan.

"Mau kemana, Ra?" Tanya Devan

"Ke rumah Lisha"

"Ngapain? Udah sore loh"

"Iya, gapapa. Ntar malem pulang kok, kalau bisa"

"Ya, bisalah. Ngapain lo gak pulang? Yaudah, jangan malem-malem"

"Siap!"

     Kiara pun segera keluar rumah dan berjalan di pinggir trotoar. Kebiasaan yang sangat tidak bisa dihilangkan dari seorang Kiara Azalea Feby. Senyuman di wajah Kiara tak pudar sedikitpun karena ia sangat senang sore ini. Hingga dia mendengar suara itu lagi

Tap .. tap .. tap !

      Ya, langkah kaki itu lagi ! Perasaan takut menyelimutinya. Kiara sudah tidak tau harus melakukan apa sekarang. Dia hanya berharap segera sampai walaupun sekarang ia masih berada di perumahannya.

BUGH !

"Awhhh" Suara Kiara yg kesakitan karena punggungnya baru saja dipukul dengan menggunakan balok kayu mungkin ?? Pandangan Kiara semakin memburam dan gelap hingga dia tak merasakan apapun setelahnya

"Bos saya akan segera bawa Kiara ke markas" kata pria tersebut dalam teleponnya

"Bagus"

Tut

     Malam ini tiga orang dibuat gelisah karena Kiara. Tidak lain adalah Devan, Lisha, dan Angga. Jam sudah menunjukkan pukul set 11 namun tak ada kabar dari Kiara. Devan sungguh menghawatirkannya Kiara dia pun menelfon Lisha agar menyuruh Kiara segera pulang. Namun nihil Lisha pun sejak tadi tidak kedatangan gadis tersebut. Sedangkan Angga sejak tadi sudah menelfon bahkan mengechat berpuluh puluh kali namun tak mendapat jawaban

"Kiara lo dimana?!" Tanya Lisha sedih

"Pulang Kiara, pulang !" Pinta Devan

"Angkat telfon gue, Kiara" Ucap Angga yang hampir gila

       Begitulah kondisi mereka bertiga sekarang. Sama sama hampir gila karena tidak ada kabar tentang Kiara. Namun Devan dan Angga baru saja mendapat sms dari nomor tak dikenal.

+62 4845 8743
Mau Kiara selamat ?? Datang ke **** jam 5 pagi. Terlambat 1 menit dia bakal mati ditangan gue

     Setelah menerima pesan tersebut Devan langsung menuju kamarnya dan mengambil beberapa pistol dan pisau kecil. Begitupun Angga dia segera mengambil pistolnya. Mereka berdua tidak akan tidur malam ini ! Walaupun mereka tau jika Kiara akan mencak mencak jika mereka begadang tapi untuk saat ini ..  Persetan dengan semuanya !

ASMARALOKA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang