Selama beberapa minggu Kiara dirawat di RS Pratama. Akhirnya hari ini dia bisa keluar rumah sakit. Betapa bahagianya Kiara bisa melihat dunia luar lagi. Kiara berlarian menuju ke arah pintu keluar rumah sakit. Devan dan Angga yg melihat itu sangat panik bagaimana jika nanti Kiara terjatuh. Mau tak mau mereka harus mengejar Kiara yg berlarian.
"Kiaraa! Jangan lari!" Teriak Devan
"Ra, jangan lari !" Teriak Angga
"Hehe" Kiara meringis lalu berhenti
"Kiara .. bisa gak sih jangan lari lari abis sembuh juga" ucap Angga
"Habis ini dirumah istirahat gue gak mau tau" perintah Devan
"Jalan jalan ya? " pinta Kiara
"KIARA!" Teriak mereka berdua
"Iya-iya kuping gue hampir budeg nih"
"Yaudah ayo pulang"
"Tapi-"
"Gak ada tapi tapi sayang, pulang ya" ucap Angga gemas
"Yaudah deh"
"Thanks, bro" ucap Devan sambil menepuk pundak Angga
DIRUMAH KIARA DAN DEVAN..
"Ra, sebelum tidur makan dulu tuh di meja makan gue mau ke kamar bentar" ucap Devan yg kelihatan sedikit kelelahan
Kiara pun mengambil makanan tersebut dan memakannya dengan rakus karena memang Kiara lapar dan sangat lapar apalagi dia harus memakan makanan rumah sakit yg hambar. Selesai memakan makanannya Kiara langsung menuju kamar Devan dan melihat Devan sudah tidur. Kiara pun hanya tersenyum dan memberi selimut Devan lalu kembali ke kamarnya sendiri dan mengambil hp iPhonenya. Saat Kiara menyalakan hp nya terdapat berjibun jibun pesan.
Lisha sasaa 12x Calling
Lisha sasaa 46 message
Kak Devan 28x Calling
Kak Devan 57 message
Angga💘 47x Calling
Angga💘 101 message
And others 99+ message
Kira kira itulah beberapa pesan dan panggilan yg dilakukan oleh mereka bertiga dan beberapa orang lainnya. Mereka melakukan hal tersebut di hari yg sama dan di jam jam yg sama. Terharu ?? Tentu saja. Kiara pun berganti apl dan mulai membuka Instagram miliknya yg sudah terdapat beberapa pesan dari fans, haters, maupun yg lainnya. Terakhir mengupload foto adalah beberapa bulan yg lalu, Kiara benar benar sibuk beberapa bulan ini bahkan selalu dihantui semua rasa takut.
Kiara pun langsung menjatuhkan dirinya ke kasur bewarna biru laut miliknya. Memandang langit langit kamar yang bewarna biru langit. Pada dasarnya Kiara memang penyuka warna biru.
Tok .. tok .. tok
"Masuk" ucap Kiara yang masih enggan beranjak
"Gue kira lo tidur." ucap Devan. "Besok bakalan nyewa satpam buat jaga rumah." Lanjutnya.
"Bukannya lo gak suka?"
"Demi lo. Gue gak mau lo kenapa kenapa lagi. Gue gak nerima penolakan, yang gue punya cuma lo dan gue gak mau lo kenapa kenapa"
"Sekalian aja nyewa pembantu"
"Emang" ucapan Devan langsung membuat Kiara terperangah
"Serius lo?!"
"Supaya lo gak telat makan. Nanti kalau gue lagi kumpul sama anak-anak gak ada yang ngurus lo dirumah"
"Kan gue bisa ikut lo" ucap Kiara sambil menaik turunkan kedua alisnya
"Bahaya"
"Kan musuh lo udah gak ada"
"Musuh gue banyak diluar gak cuma satu dua tapi puluhan dan gue gak mau lo kenapa kenapa lagi okey" ucap Devan gemas
"Ntar gue kesepian kalau lo gak ada"
"Lo bisa minta Lisha temen lo atau gak Angga kan buat nemeni lo?"
"Emang Angga boleh kesini?"
"Boleh lah"
"Emang udah gak musuhan?"
"Demi lo gue berusaha gak musuhan lagi sama Angga. Tapi selama seminggu ini gue bakal dirumah nemeni lo"
"Emang minggu depan lo mau kemana?"
"Kembali ke rutinitas. Gue pulang sore mungkin jam 5 gue bakal pulang atau gak gue undang anak-anak kesini."
"Boleh, gue kangen kak Lio"
Sore harinya Kiara masih tertidur pulas di kamarnya. Sudah hampir sekitar 2 jam Kiara tertidur. Anak anak Severfold sudah berdatangan namun Kiara blm juga bangun.
"Mana Kiara?" Tanya Lio bingung
"Di kamarnya masih tidur kayanya dia"
"Yahh .. padahal gue udh kangen sama Kiara"
"Bangunin aja kalau lo mau"
"Gak deh Kiara baru pulang dari RS gue gak mau ganggu"
"Gue aja yg bangunin lagipula dia udh tidur dua jam. Siang aja dia belum makan"
Devan pun menuju ke lantai dua tepatnya kamar Kiara. Saat membuka kamarnya Kiara masih bergelut dengan guling dan selimutnya. Wajahnya saat tidur benar benar damai seperti tak ada satu masalah pun
"Ra, bangun" panggil Devan sambil mengelus pipi Kiara. "Ada Lio sama yg lainnya dibawah", ucapan Devan sukses membuat Kiara langsung terduduk di pinggir kasurnya namun dia belum membuka mata.
"Bentar" Devan pun tetap menunggunya sampai 5 menit kemudian Kiara masih tetap memejamkan matanya sehingga membuat Devan gemas dan langsung saja menggendong Kiara
"Ra, bangun dulu. Kamu belum makan loh sejak siang" ucap Devan tepat di telinga Kiara namun Kiara semakin mengeratkan kedua tangannya yang terkalung di tengkuk Devan jadilah Devan seperti menggendong bayi berusia 1 tahun. Akhirnya Devan turun dengan hati hati agar Kiara tidak terjatuh. Anak anak Severfold lainnya langsung terperangah.
"Masih ngantuk tuh Kiara" ucap Dino
"Hmm, tapi mau gimana lagi dia juga belum makan apapun sejak siang terpaksa gue bangunin tapi malah tambah pules pas gue gendong" memang sebenarnya Kiara adalah anak yang susah dibangunkan
"Ra, bangun. Lo gak kangen sama gue?" Tanya Lio sedih membuat kedua mata Kiara terbuka
"Kak Lio?" Tanya Kiara dengan suara seraknya
"Ajaib men ada Lio mah Kiara langsung bangun" ucap Valen
"Adek gue juga biasanya gitu njirr kagak mau sama gue maunya sama Lio muluu" ucap Arga
"Lio emang enak aja dideketin apalagi sama anak anak dia kaya punya aura dewasa gitu tapi friendly sama anak anak" ucap Marcel
KAMU SEDANG MEMBACA
ASMARALOKA [END]
RandomFOLLOW SEBELUM MEMBACA 💕 Seorang pemimpin geng terkenal tidak lain adalah Angga Pratama. Dia kejam dan juga tegas dalam memimpin. Dia juga tidak akan segan-segan untuk membunuh orang yang sudah melukai anggotanya ataupun gadisnya. Otaknya yang cer...
![ASMARALOKA [END]](https://img.wattpad.com/cover/234810554-64-k741832.jpg)