Nine - Rumah Sakit

4.8K 307 7
                                        

Malam ini dan jam ini tepatnya geng Revexal dan geng Severfold harus memperebutkan kemenangan demi seorang gadis.

Seluruh anggota Revexal sudah bersiap siap di atas motor dengan formasi yang sudah ditentukan yaitu Angga berada di paling depan sebagai ketua lalu disusul Nathan, Gilang dan Leo, sebagai wakil, sekretaris.

Selanjutnya adalah anggotanya yang berjumlah 110. Ya seharusnya berjumlah 115 bukan? Lalu dimana 5 orang lagi? 5 orang itu dikerahkan oleh Angga untuk menjaga markas, mungkin saja mereka akan menyerang markas.

Suasana semakin panas padahal malam ini angin berhembus kencang. Namun karena aura yang dikeluarkan oleh Angga dan Devan, membuat suasana menjadi lebih panas.

"Kiara is mine and no one will take it away from me," ucap Angga kepada Devan.

"Let's wait and see," jawab Devan dengan senyum smirk nya.

BUGH

Angga langsung meninju pipi mulus milik Devan. Membuat Devan langsung tersungkur, apalagi pukulan Angga sangatlah keras. Devan pun tersenyum miring dengan ujung bibirnya yang sedikit robek dan berdarah.

"Okay, you started it, I'll end it," ucap Devan.

"SERANG!" Perintah Devan.

BUGH .. BUGH .. BUGH

Suara pukulan mulai terdengar dan semakin bersahut-sahutan, udara semakin dingin, hari juga semakin gelap. Kini Devan ataupun Angga sudah babak belur dan tenaga yang dimiliki pun hanya sedikit, namun demi Kiara tidak ada yang boleh terlihat lemah.

BUGH

Angga langsung terjatuh karena pukulan Devan dan seketika dia pun langsung terbatuk batuk karena dadanya diinjak oleh Devan.

Saat terjatuh Angga melihat teman temannya yang sudah tumbang. Namun, mereka tetap berusaha agar bisa melawan, tak banyak dari mereka yang masih melawan bahkan jumlahnya bisa dihitung jari.

BUGH

"Pukulan pertama karena lo jadiin adek gue taruhan."

BUGH

"Pukulan kedua karena lo nyakitin adek gue."

BUGH

"Pukulan ketiga karena gue benci lo!"

Angga pun tidak mau dianggap remeh oleh Devan karena itu dia langsung bangkit dan mengakibatkan Devan terjungkal ke arah belakang. Angga pun langsung mengeluarkan pisau kecil yang sudah ia bawa sejak tadi, pisau yang hanya ia gunakan untuk membunuh saingannya. Pisau ini lah yang selalu menemaninya setipa saat.

"NGGA! JANGAN LO LAKUIN ! INGET DIA KAKAKNYA KIARA!" Teriak Chris dari kejauhan sehingga membuat Angga terdiam sejenak.

"Kenapa lo takut?" Tanya Devan.

"Gue gak sepengecut itu."

CRASHH

"Dan maaf, tapi gue gapunya rasa kasihan sama lo sedikit pun."

Devan langsung terkulai lemas darahnya pun sudah mengucur deras karena Angga menusuknya di bagian bawah bahu. Pandangan Devan semakin lama semakin gelap hingga benar benar menghilang, yang ia dengar hanya suara orang memanggilnya.

"Ngga! Lo gila?!" Tanya Nathan.

"Gue juga gatau apa yang gue lakuin," ucap Angga dengan suara pelan.

"Dia masih kakak Kiara Ngga, apa yang terjadi kalo Kiara sampe tau kalau lo yang nusuk kakaknya?!"

"Semuanya bubar bawa dia ke rumah sakit gue anggap Revexal menang malem ini," putus Angga, sepertinya ia perlu menenangkan dirinya malam ini.

Semua anggota langsung kembali ke markas untuk diobati, sedangkan Nathan menelfon ambulance untuk Devan, bagaimana pun mereka musuhan tapi yang Angga lakukan tadi sudah keterlaluan. Seluruh anggota inti bahkan tak habis pikir dengan apa yang Angga lakukan.

***

RUMAH SAKIT..

"Ngga, sekarang gimana? Keadaan makin rumit," tanya Leo.

"Chat Kiara, suruh kesini."

"Beneran? Gue menghargai semua keputusan lo."

~Chat~

Ra, tolong ke rumah sakit Harapan sekarang, ruang B-21.

Setelah mengirim pesan pada Kiara. Chris dan Rafa keluar dari ruangan lainnya. Mereka baru saja mendapatkan perawatan.

"Gimana?" Tanya Leo.

"Gapapa, cuma dijahit doang," jawab Chris.

"Kalau lo?"

"Infeksi doang, setelah ini gaboleh ngapa ngapain dulu," jawab Rafa.


"Ngga, lo ga diobati?" Tanya Chris. "Luka lo paling parah, Ngga."


"Biarin."

"Jangan keterusan," jawab Nathan. "Jangan pura-pura, kalau emang lo gakuat bilang aja gakuat, kalau sakit bilang aja sakit, karena mereka ada buat diungkapin bukan buat disembunyikan," ucap Rafa.


"Lo bener," balas Angga sambil tersenyum kecil. Perkataan Rafa tadi tidak ada salahnya ia bahkan sempat tertegun mendengarnya.

#Basabasiauthor

Lohaa !! Eh halo !!

Pendek yaa ?? Hihi maaf ^^
-•-•-•-
Gimana ya perasaan Kiara kalau tau Devan masuk rumah sakit gara gara Angga ?? Pacarnya sendiri !
-•-•-•-
Apakah hubungan mereka bakal baikan ??
Apakah Kiara akan memaafkan Angga ??
Apakah Kiara kecewa terhadap Devan dan Angga ??
Hanya Kiara dan Tuhan yang tau perasaannya :)
Tunggu part selanjutnya yaa untuk cari tau perasaan Kiara !
-•-•-•-
Jangan lupa vote and comments yaa 🤗
Bubyee !

~ 5.9.20 ~

ASMARALOKA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang