Kiara pun mulai membuka matanya dan punggungnya benar benar sangat sakit. Tapi ada yg lebih penting yaitu dimana dia ?? Dan mengapa dia diikat di sebuah bangku ??
"Eenggh" suara Kiara yg sedikit bergerak namun dia kesakitan. "Ada orang ??? Tolong !"
CEKLEK !
Seorang pria masuk dan menampakkan wajahnya sungguh mengerikan apalagi dengan senyumnya yg menakutkan. Tapi Kiara akui dia tampan untuk ukuran seoarang pelajar mungkin ?? Kiara menyimpulkan bahwa ia pelajar adalah dari seragamnya yg dibalut dengan jaket kulit hitam.
"Akhirnya lo bangun juga" ucapnya
"Siapa sih lo?!" Tanya Kiara marah
"Santai gue gak bakal nyakitin lo kalau lo nurut sama gue" ucapnya sambil mengeluarkan pisau kecil
"Ma-mau apa sih lo?!"
"Lo diem atau pisau ini bakal bermain main di tubuh lo"
"Gila lo?!"
"Tapi pisau ini bakal tetep bermain di tubuh lo kalau mereka telat 1 menit"
"Siapa maksud lo?!"
"Siapa lagi kalau bukan kakak dan pacar bodoh lo?! Devan dan Angga haha"
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 04.55 tapi tanda tanda kehadiran Devan dan Angga tidak terlihat
"Kayanya mereka gak bakal dateng ya. So.. gue gak mau buang waktu gue buat nunggu mereka jadi kita langsung mulai aja" ucapnya yg langsung mengambil pisau kecil tersebut dan mulai menggores kulit putih Kiara
"Ssshhh be-ber-hen-ti sa-sakit" pinta Kiara yg sudah menangis
"Shut up bitch !" Bentaknya yg masih sibuk menggambar di kulit Kiara
DOR !
DOR !
Suara pisau saling bersahutan. Menandakan bahwa mereka berdua sudah datang. Tidak lebih tidak kurang sekarang jam menunjukkan pukul 05.00 tepat.
"Lepasin adek gue sebelum pistol gue nembak lo!" Perintah Devan yg sudah geram sejak tadi
"Keep calm. Gue kira kalian berdua gak bakal dateng tapi ternyata dateng juga"
"Gak usah banyak omong serahin Kiara ke kita !" Perintah Angga yang juga sudah memegang pistol
"Okey okey, tapi kalian harus lihat hasil karya gue dulu" ucapnya sambil menggeser sedikit badannya dan menampakkan Kiara yg memiliki banyak luka goresan di kaki, lengan, leher, dan wajahnya"
"Gila lo!" Bentak Devan
DOR !
Tembakan Devan mengenai lengan pria tersebut.
"Cih cuma segini kemampuan kalian?" Tanyanya
"Gue pingin bunuh orang ini secepat mungkin!" Gumam Angga
"Sabar! Jangan sekarang atau Kiara bakal terluka" balas Devan
"Gimana hasil karya gue bagus kan? Apa perlu yang gue tambahin? Ah .. iya ada yang kurang" ucapnya lalu menambahkan goresan di tangan Kiara
"Ssshhh sa-sakit" Ucap Kiara yg sudah sangat lemas, bagaimana tidak darah Kiara sudah keluar sangat banyak
"Persetan dengan semuanya!" Bentak Angga lalu mengarahkan pistolnya ke tubuh pria tersebut
DOR !
"Ini buat lengan Kiara !"
DOR !
"Ini untuk kakinya"
DOR !
"Ini untuk wajahnya!" Tidak wajah full hanya goresan dari pistolnya tersebut
"Siapa lo?" Tanya Devan
"Gue?" Ucapnya sambil membuka tudung jaketnya
"Varrel?", Tanya Angga
"It's me"
"Kenapa lo lakuin hal ini?" Tanya Devan
"Dendam gue ke kalian berdua hari ini terbalaskan semuanya ya semua hal itu gue dalangnya termasuk yang ngikutin Kiara kemanapun dan biar dia ketakutan"
"Dendam apa?"
"Waktu SMP kalian rebut semua kebahagiaan gue !! Semua orang yang awalnya sayang sama gue tiba tiba ngelupain gue setelah kedatangan kalian !! Sejak saat itu gue berniat hancurin semua kebahagiaan kalian dan gue nemuin dia" tunjuknya pada Kiara
DOR !
Pistol milik Devan tak ragu ragu menembak tubuh Varrel sehingga membuat Varrel jatuh terkapar. Tepat sasaran Devan yaitu dadanya. Devan pun segera berlari menuju Kiara. Sedangkan Angga memanggil ambulance.
Kini mereka berada di RS Pratama Medis. Ya itu adalah rumah sakit milik keluarga Angga.
"Mohon ditunggu di luar kami akan melakukan yg terbaik" ucap dokter tersebut
20 menit
30 menit
1 jam pun berlalu namun Kiara tak kunjung keluar. Devan dan Angga hanya berharap yg terbaik. Akhirnya dokter pun keluar dan para suster membawa Kiara ke ruangan VVIP. Disinilah mereka berakhir di ruangan bernuansa putih yang berbau obat obatan khas rumah sakit. Lelah ?? Tentu ! Saat ini hanya ada satu sofa dan tentu saja salah satu dari mereka harus mengalah.
"Lo tidur di sofa aja" suruh Devan
"Lo?"
"Gue tidur sambil duduk bisa"
"Yaudah"
KAMU SEDANG MEMBACA
ASMARALOKA [END]
RandomFOLLOW SEBELUM MEMBACA 💕 Seorang pemimpin geng terkenal tidak lain adalah Angga Pratama. Dia kejam dan juga tegas dalam memimpin. Dia juga tidak akan segan-segan untuk membunuh orang yang sudah melukai anggotanya ataupun gadisnya. Otaknya yang cer...
![ASMARALOKA [END]](https://img.wattpad.com/cover/234810554-64-k741832.jpg)