Seventeen - Geng Verrel

3.4K 207 1
                                        

"Akhirnya gue dapet cewekk baru!" Ucap Gilang kesenangan.

"Dapet cewek baru aja bangga," sindir Rafa.

"Jelas, kan gue gak kaya lo yang udah jomblo berkarat lagi."

"Gue bukan jomblo berkarat, gue cuma mau memperbaiki diri aja."

"Gada yang mau berkedok memperbaiki diri," ucap Gilang kembali menyindir.

Saat ini mereka sedang berada di basecamp. Suatu kebiasaan bila setiap pulang sekolah para anggota akan berkumpul entah untuk bermain atau menyusun rencana atau bisa saja kabur dari amukan sang bunda.

"Guys," panggil Angga. "Malem ini Geng Verrel ngajak balapan."

"Jarang-jarang ada yang ngajak balapan, kebanyakan ngajak tempur. Tapi mereka serius ngajak balapan? Ga ada motif lain?" Tanya Rafa curiga.

"Semoga. Siapa yang mau ikut gue?"

"Gue sama yang lain," ucap Nathan mengajukan diri.

"Good luck, bro. Btw lo sama Kiara gimana? Udah baikan?" Tanya Rafa.

"Lo mah kudet. Mereka udah balikan bahkan."

"Sumpah udah balikan?! Gua akuin kemampuan lo sekarang, Ngga," puji Rafa sambil bertepuk tangan.

***

Malam pun tiba, sedari tadi siang memang tidak ada satupun anggota Revexal yang pulang karena mereka akan menemani Angga. Makanan dan minuman pun sudah disediakan. Karena itu lah markas geng Revexal bisa dianggap rumah.

"Gue ganteng kan?" Tanya Rafa sambil memegang hp untuk foto.

"Mau diapain aja muka lo tetep dibawah KKM," ejek Chris.

"Mulut lo, gue jahit lama-lama."

"Gimana caranya?"

"Caranya .. ntar gue mau cari ke youtube dulu."

Nathan dan lainnya terhibur melihat keabsurd an kedua anggotanya ini. Bahkan sifat mereka pun hampir sama.

"Gimana, Ngga? Udah siap?" Tanya Nathan sambil mengenakan jaketnya.

"Udah," ucap Angga sambil mengambil kunci motor dan helm.

Satu persatu anggota mereka mulai menaiki motor ninja masing-masing dan dipimpin oleh Angga di barisan paling depan.

Mereka pun mulai menjalankan motornya, untungnya keadaaan lalu lintas di jalan raya cukup sepi karena sekarang memang jam sudah menunjukkan pukul 22.46 malam.

Setelah sampai di tempat yang sudah ditentukan, para anggota Revexal terheran-heran sebab di tempat tersebut tidak ada satupun orang. Apakah mereka dijebak? Ataukah mereka memang belum datang? Kecurigaan Nathan semakin kuat, ia yakin ada yang tidak beres disini.

"Orang orang pada kemana?" Tanya Nathan.

"Kita gak dijebak kan, Ngga ?" Tanya Gilang curiga.

Angga hanya diam menyadari beberapa kemungkinan yang dilontarkan oleh anggotanya.

"Apa jangan-jangan orang-orang udah duluan mati?" Tanya Chris.

"Nih anak gak di sekolah, basecamp, tetep aja," jawab Leo.

BUGH !

BRAKK !

Semua anggota langsung menoleh ke arah suara tersebut dan mendapati Rafa sudah tergeletak di tanah dengan motornya yang juga sudah jatuh. Mereka melihat semua anggota geng Verrel sudah berjejer.

"Semua cepetan parkirin motor kalian!" Perintah Angga. "Vi, lo bantu Rafa, gue lindungi," perintah Angga ke Xavi.

Xavi segera berlari ke arah Rafa dan membawanya ke tempat yang lebih aman.

"Fa, bertahan, gue yakin lo kuat."

"Sa-sakit"

"Apanya yang sakit?" Tanyanya sebelum menyadari adanya darah di punggunv Rafa. "Lo dipukul dari belakang?!" Tanya Xavi panik.

Rafa tak menjawab ia hanya bisa mengangguk kesakitan.

"Ngga, kayanya ada tulangnya dia yang patah."

"Cepetan bawa di ke rumah sakit sekarang setelah itu lo jaga dia."

"Tapi-"

"Jaga dia, biar kita yang urus mereka."

Setelah Xavi dan Rafa pergi para anggota Revexal lainnya berdatangan karena perintah yang secara langsung diberikan oleh Nathan di suatu aplikasi yang dibuatnya beberapa bulan lalu.

Ia membuat aplikasi ini untuk mengumpulkan seluruh anggota dan karena itu seluruh anggota diwajibkan untuk memiliki aplikasi ini.

"Lemah juga anggota lo, Ngga," ucap Varrel sebagai ketua.

"Nyerang langsung dari belakang, jangan main curang lo! Kata lo tadi balapan kenapa sekarang lo malah ngajak tempur?!"

"Cuma sebagai alasan doang," lanjutnya sambil tersenyum smirk.

Haii !
Maaf ya baru hari ini bisa upload ^^
-•-•-•-
Jangan lupa vote and comments yaa 🤗
Bubyee !

~ 3.10.2020 ~

ASMARALOKA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang