Pesawat mereka pun mulai lepas landas dan sekarang mereka sudah berada di atas tumpukan awan. Perjalanan Jakarta-Bandung memakan waktu 30 menit saja.
Bagaimana dengan pemandangannya ? Bagus ? Tentu saja sampai-sampai Kiara mengeluarkan ponselnya dan mulai memotret awan-awan. Mungkin nanti ponselnya akan penuh dengan foto awan dan dirinya.
Sedangkan Angga hanya melihat Kiara yang tengah sibuk akan dunianya sendiri. Lalu melihat ke arah awan, memang benar indah. Sejak ia kecil, ia sangat suka duduk di dekat jendela karena ia bisa leluasa melihat kumpulan awan.
Kenapa menggunakan pesawat tidak menggunakan bus saja?? Bukankah pesawat lebih mahal? Ya tentu, tapi bukankah kalian kenal dengan SMA Alexandra? Sekolah ini sangatlah kaya bahkan mereka tidak ragu untuk mengeluarkan uang bernilai jutaan jika diperlukan.
***
Setelah sampai di bandara, Kiara dan Angga langsung turun dan mencari taxi untuk menuju hotel yang sudah dipesan.
"Kita cari taxi langsung ke hotel, pendamping udah ada disana," ucap Angga yang mendapat anggukan dari Kiara. "Ntar gue share acara besok," lanjutnya.
"Iya, kalo gitu hari ini free?" Tanya Kiara berusaha bersikap biasa.
"Ya, bisa dibilang gitu kenapa? Mau jalan?"
"Keliling aja, gue butuh bersenang-senang."
"Bareng gue aja."
Angga pun memberikan kunci kamar milik Kiara, lalu mereka berdua menuju kamar masing masing. Kiara yang sudah sampai kamar pun langsung merebahkan dirinya ke kasur.
Perjalanan hari ini melelahkan, ya dia lelah karena sejak tadi terus-terusan duduk. Dia pun segera mandi lalu merapikan barang barangnya. Tak sampai 2 jam, pintu kamarnya kembali diketuk.
Tok .. tok .. tok
Kiara membuka pintu dan tampilah Angga dengan pakaian casual.
"Udah siap?" Tanya Angga bersender di pintu.
"Udah."
"Kita cari makan dulu terus lanjut jalan sama motor aja."
Mereka berdua pergi dengan motor yang sudah Angga sewa. Ia sering pergi ke Bandung karena itu ia mengenal tempat penyewaan motor ataupun mobil.
"Masih marah sama gue?" Tanya Angga tiba-tiba saat di jalan. "Gue udah minta maaf."
"Kan gue udah pernah bilang gak semua hal dapat diselesaikan dengan kata maaf," jawab Kiara tak menatap Angga.
"Yaudah deh, gue traktir lo hari ini sepuasnya."
"Lo nyogok gue?"
"Perasaan lo aja kali."
Sesampainya mereka di tempat makan yang memiliki gaya sederhana namun memiliki menu yang bisa dibilang lengkap. Mereka pun langsung memesan dan menyantap makanan tersebut
"Lo .. tau darimana tempat makan ini?" Tanya Kiara basa-basi.
"Dulu aslinya gue pernah tinggal di Bandung sama nenek gue. Tapi sekarang udah jarang setelah nenek meninggal."
"Sorry, gue gatau."
"Gapapa."
Walaupun Kiara memang masih marah tapi lama-kelamaan ia akan luluh juga apalagi jika mendengar hal seperti ini. Lalu Kiara pun berpikir bahwa mungkin ini saatnya dia menyelesaikan semua masalahnya dengan Angga toh Devan juga sudah sehat sekarang. Sebenarnya Kiara sudah memikirkan hal ini semenjak mendengar ucapan Lisha waktu itu.
"Gue mau selesaiin semuanya," ucap Kiara yang tentu mengejutkan Angga tapi Angga menyembunyikan keterkejutannya.
"Maksud, lo?"
"Gue minta maaf buat semua omongan gue waktu di rumah sakit."
"Gue juga minta maaf udah ngelukain kakak lo. Tapi kayanya ada satu hal yang belum bisa gue maafin."
"Apa?"
"Soal putus."
1 detik
2 detik
3 detik
Hening
"Gue mau kita balikan I know this is too fast tapi gue janji gak bakal jadiin lo taruhan di hubungan kita," ucap Angga cepat.
"Gue masih ragu, kasih gue waktu."
"Gak perlu ragu gue janji dan gue bakal selalu nunggu lo."
Kiara tersenyum begitupun dengan Angga. Mereka melanjutkan acara makannya sambil berbincang sebagai formalitas.
"Habis ini kemana?" Tanya Angga.
"Mall?"
"Gak di Jakarta gak di Bandung mall terus. Gimana kalau ke pasar malem? Lo harus lihat nanti."
Mereka berdua pun segera menuju pasar malam yang terletak di tengah kota. Cahaya lampu mulai terlihat jelas saat mereka mendekat. Semakin mereka mendekat, semakin juga mereka melihat keramaian mulai dari anak kecil sampai dewasa.
"Kita disini mau ngapain dulu? Gue bingung mau ngapain," ucap Kiara.
"Ayo!" Ajak Angga sambil mengenggam pergelangan tangan Kiara. Kiara hanya bisa mengikuti kemana arah langkah Angga pergi.
Sepertinya malam ini akan sangat membahagiakan untuk Kiara maupun Angga. Mereka berdua menghabiskan waktu semalaman. Bermain dan bercanda layaknya anak SMP. Tak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi.
Haii !
-•-•-•-
Jangan lupa vote and comments yaa 🤗
~ 20.9.20 ~
KAMU SEDANG MEMBACA
ASMARALOKA [END]
AcakFOLLOW SEBELUM MEMBACA 💕 Seorang pemimpin geng terkenal tidak lain adalah Angga Pratama. Dia kejam dan juga tegas dalam memimpin. Dia juga tidak akan segan-segan untuk membunuh orang yang sudah melukai anggotanya ataupun gadisnya. Otaknya yang cer...
![ASMARALOKA [END]](https://img.wattpad.com/cover/234810554-64-k741832.jpg)