Thirteen - The Day

4.1K 263 4
                                        

"Gimana udah move on?" Tanya Nathan.

"Gue .. gak bisa," jawab Angga lesu. "Selama 2 minggu gue bakal terus terusan sama dia buat lomba."

"Kesempatan balikan lebih besar dongg."

"Semoga," ucap Angga sambil tersenyum kecil.

Saat sedang asik berbincang, suara Chris kembali mendominasi basecamp. Mereka berdua sedang bermain PS di ruang tengah.

"Diem anjir!" Suara Chris yang sedang bermain PS dengan Rafa.

"Gue diem sejak tadi," ucap Rafa sambil menoyor kepala Chris.

"Sakit, njir," ucap Chris sambil mengelus kepalanya dan menatap Rafa dengan tatapan menusuk. "Gila, gue kalah!"

"Noob lo! Kek gue dong pro," sombong Rafa.

Chris menatap Rafa kesal, lalu mencari Gilang yang tampaknya sedang duduk santai di sofa.

"Lang!" Panggil Chris pada Gilang. "Tempat dukun terbagus dimana ya? Gue mau nyantet Rafa."

"Gue mah gak paham gitu gituan," jawab Gilang jujur.

"Aelah, Lang. Xavi, Leo, Nathan, Angga!" Panggil Chris meramaikan basecamp.

"Kenapa? Rame bener lo kek mulut cewe," gerutu Xavi.

"Tempat dukun dimana? Dukun gue udah gak berfungsi lagi mantranya."

***

Ditempat Lisha dan Kiara yang sekarang sedang berada di rumah milik Kiara. Lisha sedang tidur tiduran di kasur King Size milik Kiara.

"Lo tadi dipanggil kenapa?"

"Gue sama Angga bakal diikutin lomba di Bandung, minggu depan," jawab Kiara sambil mengerjakan tugasnya.

"Demi apaa?! Acieeee balikan nih ntar," ucap Lisha girang, padahal Kiara yang akan mengalaminya tapi kenapa Kiara sesenang itu?

"Ogah."

"Kenapa sih lo belum bisa maafin dia padahal kan kakak lo udah baikan. Gue paham keadaan lo, gimana kalo minggu depan pas lo sama Angga, lo ajak dia jalan jalan terus lo minta maaf," saran Lisha.

"Ngapain gue yang harus minta maaf? Orang dia yang salah. Kalau dia ngajak balikan gimana?"

Lisha menghela nafasnya lalu kembali berpikir. Sejujurnya ia menjadi pusing karena permasalahan mereka berdua.

"Lasih kesempatan kedua biasanya orang bakal berubah di kedua kalinya."

"Ga semuanya bakal berubah, kalau gue balikan itu sama aja kaya gue buka buku yang udah pernah gue baca dan gue tau endingnya."

"Coba dulu aja jangan langsung ambil kesimpulan. Kalau balikan beneran, PB jangan lupa yaa."

***

Waktu terus berjalan, haripun mulai berganti. Tanpa sadar besok mereka akan pergi ke Bandung untuk mengikuti lomba cerdas cermat.

"Baju udah, charger udah, makeup udah, sepatu dan sandal udah, emm apa ya yang kurang? Keknya udah semua deh."

"Gimana udah lengkap?" Tanya Devan yang sedang bersandar di pintu kamarnya. "Jangan lupa bawa obat obatan gue gak mau lo kenapa napa."

"Lo inget bangett sihh, baper deh," jawab Kiara membuat Devan menatap ngeri.

"Alay lo, gue cuma gamau lo mati disana ntar gue kerepotan. Udah cepetan tidur besok berangkat pagi."

Malam ini ia tidak bisa tidur karena besok. Ia sempat ragu apakah besok ia harus ikut? Ataukah tidak? Tapi bagaimana dengan lombanya? Ah sudahlah biarlah itu menjadi urusannya besok. Sekarang ia hanya perlu beristirahat untuk besok.

***

Tok .. Tok .. Tok

"Ra, bangun !" Teriak Devan dari luar kamar.

"Iya-iya, gue bangun!"

Setelah bersiap siap kini Kiara duduk di depan kaca untuk memoleskan sedikit lip tint bewarna pink muda. Dan selesai semuanya.

Devan mengantar Kiara ke bandara pada pukul 7 pagi dan menunggu Kiara sampai dia benar benar berangkat. Juga menjaganya dari Angga. Sejujurnya ia khawatir dengan keadaan Kiara tanpa dirinya apalagi dengan adanya Angga.

"Nah tuh pesawat lo udah dipanggil, jaga diri jangan sampe sakit," ucap Devan sambil mengacak ngacak rambur Kiara.

"Iya, byee"

"Bye! Eh, lo, Angga jangan macem macem lo sama adek gue!"

"Sans gue usahain .. kalau bisa!"

"Sialan, gak ada kapoknya jadi anak."

#Basabasiauthor

Haii !!
Gimana kabar kalian ?? Pasti pada baik dongg ^^

-•-•-•-
Jangan lupa vote and comments yaa 🤗

~ 19.9.20 ~

ASMARALOKA [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang