"Park Hanuel.." Lirih Yuri membuat pria bermarga Min itu membulatkan matanya sempurna.Cukup terkejut karena Yuri bisa menemukan kotak yang sudah Ia simpan rapat-rapat dan Ia sembunyikan sampai Ia sendiri lupa kalau kotak itu berada dibawah rak bukunya.
Bersamaan menghela nafas kasar, Ia membawa langkah kakinya kesebelah Yuri. Dengan kedua tangan Ia sarangkan kedalam saku celana, sebelum pada akhirnya ikut duduk disebelah Yuri.
"Kau mau mendengar cerita tidak?" Tanyanya seraya mengambil ahli kotak yang penuh dengan debu itu.
Tentu pertanyaan Suga mengundang anggukan antusias dari kepala Yuri. Satu detik setelahnya, Suga membuka kotak bertuliskan 'Park Hanuel' itu dan membersihkan bagian atas barang tersebut yang sudah cukup berdebu.
"Ia adalah mantan kekasihku." Ujarnya santai membuat Yuri membuka kedua rahang mulutnya.
Cukup mengejutkan, karena Suga tidak pernah mengungkap identitas satu-satunya mantan kekasih yang Ia punya. Bahkan namanya saja Yuri baru tau hari itu juga.
"Kenapa Kau menyembunyikannya selama ini?" Heran Yuri lantaran Ia tidak pernah mendengar Suga menceritakan tentang Park Hanuel selama ini.
"Kau tidak pernah bertanya." Santainya lagi membuat Yuri seakan takjub dengan jawaban Suga.
Tidak pernah bertanya? Apakah semudah itu Suga mengungkapkan semua rahasianya? Hanya dengan bertanya maka Ia akan menjawab. Yuri tidak yakin akan hal itu. Ia rasa Suga bukan tipe Pria yang akan mengungkapkan semuanya secara lantang.
"Berarti jika ada orang asing bertanya tentang mantan kekasihmu, Kau akan jawab?" Tanya Yuri lagi.
Ia selama ini benar-benar menghargai privasi Suga. Walaupun keduanya sudah berteman cukup lama. Tetapi Yuri paham betul keduanya juga memiliki rahasia sendiri yang mungkin memang belum menemukan waktu yang pas untuk disampaikan.
"Iya"
Singkat, padat, dan jelas. Wah Min Suga sekali ini.
"Semudah itu?"
"Kenapa tidak? Jika mereka hanya bertanya berapa, akan kujawab. Tapi jika bertanya nama, akanku abaikan." Jelasnya lagi bersamaan mulai mengambil satu foto yang cukup mengenang masa-masa indahnya dari dalam kotak tersebut.
Suga sedikit tersenyum simpul melihatnya, sembari membersihkan debu-debu yang mulai meninggalkan jejaknya disana. Juga memutar otaknya mengingat betapa bahagiannya saat itu. Bahkan Ia juga masih mengingat bagaimana Ia sangat gugup dimasa itu.
"Kau seperti mendapat ancaman," tebak Yuri usai melihat foto yang Suga ambil.
Disana terdapat Suga yang membuat senyum paksa, juga seorang perempuan yang tersenyum manis disebelahnya. Dapat Yuri sadari, perempuan disebelahnya itu bernama Park Hanuel.
"Aku dipaksa berfoto olehnya." Suara berat itu mengudara lirih menjelaskan sedikit.
Yuri terkekeh melihatnya. Jujur, Yuri juga cukup kagum melihat wajah mantan kekasih Suga. Cantik. Bahkan dapat terbilang manis.
Kedua mata yang bulat, juga hidung mancung, dan bibir yang sedikit tebal, namun tidak terlalu tebal. Mungkin dapat dimasukan kedalam kategori normal. Namun disini pembedanya, gadis itu tidak seputih Suga. Bahkan dapat dibilang, warna kulit gadis itu sangat diidam-idamkan wanita. Tidak terlalu putih, juga tidak terlalu gelap.
Wah Yuri sekarang paham bagaimana gadis ini bisa menang dari gadis-gadis yang Suga tolak. Bahkan melihatnya saja membuat Yuri berpikir matang-matang bagaimana Ia bisa menjadi kekasih Min Suga jika mantannya saja secantik ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dependency
RomanceKetika berawal dari persahabatan karena sebuah pertolongan. Hingga membuat gadis itu lama-kelamaan menyadari perasaannya. Selalu mengaggumi sosok yang dingin seperti es, tajam seperti silet, dan pedas seperti cabai. Siapa lagi kalau bukan Min Suga? ...