JANGAN LUPA VOTMEN & HAPPY READING
🖤💓🖤💓🖤
Dengan tatapan kasong, ibu empat anak itu terus menatap gedung gedung tinggi dari balkon ruang rawat anak nya. Ia sama sekali tidak mempedulikan udara dingin yang menghantam tubuh kurusnya.
Saat Irene bangun dari tidurnya, ia berharap Suho ada dihadapan nya tapi kenyataan selalu menghianati harapan kecil Irene.
Ia kembali sendiri, berjuang sendiri untuk keempat anaknya itu.
Sampai pada akhirnya, Irene sadar dari lamunan nya saat mendengar suara anaknya yang terdengar sangat memilukan itu.
Dengan senyuman terbaiknya, Irene mendekati brankar Jisoo lalu menggenggam tangan anaknya yang terasa sangat dingin itu.
"D-dingin Mom." ucap Jisoo pelan tapi masih bisa didengar jelas oleh Irene.
Mendengar ucapan anaknya itu, Irene langsung melangkahkan kakinya menuju sofa dan mengambil selimut yang kebetulan ada disana.
Setelah mengambil selimut itu, Irene langsung menyelimuti tubuh mungil anaknya lalu memeluk nya. Beberapa menit Jisoo menikmati pelukan Irene tapi itu tidak berselang lama karena Irene beranjak dari brankar nya lalu duduk disamping brankar Rose.
Dengan cepat, Jisoo memalingkan pandangan nya saat melihat Rose perlahan bangun dan langsung menatap nya.
"Eonnie kenapa? Apa Rose melakukan kesalahan." gumam Rose sambil menatap Jisoo yang terus memalingkan wajahnya.
"Kau tidak melakukan kesalahan apapun Rose tapi aku yang membuat kesalahan dan berujung kalian harus dirawat seperti ini." batin Jisoo.
Sekuat mungkin Jisoo mencoba untuk menahan agar air matanya tak jatuh saat mendengar sang adik kembali menangis. Gadis cantik itu tidak bisa mendengar tangisan Rose yang sangat memilukan itu tapi Jisoo lebih tidak bisa jika melihat keadaan sang adik sekarang.
"Mommy mau keluar sebentar, Kamu bisa jaga Rose kan." ucap Irene lalu keluar dark ruangan anaknya itu.
Sama seperti Jisoo, Irene tidak bisa berada diposisi sekarang. Ia tidak bisa mendengar tangisan anak-anaknya, ia perlu waktu sendiri untuk memenangkan pikiran nya.
Tapi saat melihat Jennie dan Lisa yang terbaring di ruangan ICU melalui kaca transparan itu membuat Irene perlahan memasuki ruangan itu tanpa pengawasan dokter ataupun suster.
Tangan mulus Irene perlahan menggenggam tangan Jennie lalu mengecup nya beberapa kali. Mata indah Irene terus menatap wajah Jennie yang dihiasi oleh beberapa luka itu.
"Bangunlah sayang, Mommy tidak bisa melewatinya ini semua sendirian. Mommy tahu kamu kuat, jadi bangunlah. Bantu Mommy untuk melewati ini semua." ucap Irene lembut lalu mengecup dahi Jennie.
Irene perlahan melepaskan genggaman tangannya dari Jennie dan perlahan mendekati anak bungsunya.
"Pasti kepala anak manja Mommy ini sakit hmm." gumam Irene sambil mengelus pelan kepala sang anak yang dibalut oleh perban itu.
Beberapa kali Irene mengecup kepala Lisa lalu mengelus pelan pipi anaknya yang terlihat sedikit kurus itu. Irene terus mengelus kepala Lisa sedangkan mata indah nya terus menatap anak bungsu nya itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Mom [END]
Fanfiction[SEQUEL MIAN EONNIE] [END] Perfect Mom. Menjadi manusia perfect itu tidak mungkin. Karena ke-perfect-an hanya milik Tuhan. Meski begitu, jangan ragukan cinta tulus dan perfect dari seorang mom. Itu nyata adanya.