Cio sedang bersiap keluar bersama dengan kedua sahabatnya,ntahlah ia sangat senang berada diluar bersama teman temannya. Ia pamitan kepada kedua orangtuanya,yang berada di ruang tv.
"Bun,yah cio keluar dulu ya" pamit cio
"Cio sayang,ini udah malem nak. Jangan keluar ya?" Ucap ajeng
"Kamu ini perempuan cio! Ga pantes keluar malem jam segini!" Bentak dava,ajeng mengelus lengan atas suaminya memberi ketenangan.
"Yah,tapi cio bosen kalo dirumah terus" keluh cio
"Apa? Bosen? Kamu keluar tiap malem bosen?! Ga abis pikir ayah sama kamu,segala galanya ayah turutin kemauan kamu. Tapi kamu gamau berubah!" Ucap dava
"Mas..." ucap ajeng
Cio terdiam,ia tak tau harus berkata apa. Ia sudah pasrah jika ayahnya sudah marah seperti ini,memang ayahnya tak pernah marah. Namun,sekali saja cio membuat kesalahan besar bisa gawat.
Dava bangun dari duduknya,dan menghampiri putri sulungnya.
"Sekarang ayah tanya sama kamu? Kurang apa yang ayah kasih sama kamu?" Tanya dava
"Cio bosen yah,cio pengen main sama temen temen"
"Main ga harus selalu malam kan cio?! Kamu ini perempuan,apa kata orang yang ga kenal sama kamu?!"
"Mas,udah mas" ucap ajeng menenangkan
"Terserah!" Cio melangkahkan kakinya pergi keluar dari rumah,dan menuju ke tempat teman temannya.
"Cio..."panggil ajeng,tapi tak dihiraukan oleh cio
"Mas gatau lagi harus gimana sama cio" keluh dava
"Mas,kita harus sabar. Cio harus dikasih tau pelan pelan,dia anaknya keras kepala"
•••
Gavin,alvaro,dan arion tengah nongkrong di kafe langganan mereka. Bercanda tawa ria,sambil bercerita apa saja yang ingin mereka ceritakan.
"Vin,kok lo tadi bisa sama cio?" Tanya arion
"Ehm,iya baru gue mau nanya itu" sahut alvaro
"Lo kaya yang gatau dia aja,tiap hari tu dia telat mulu. Dan tadi,bakso punya dia gue ambil,akhirnya malah tumpah kena baju dia"
"Whattt?! Lagian lo juga,ngapain ngambil punya cio,kan lo tau sendiri anaknya kek gimana" ucap alvaro
"Ya,sebelumnya mana gue tau itu punya dia"
"Ah sengaja kali cuy,pengen deket deket cio diaaa" ucap arion
"Kalo ngomong sembarangan lo! Gila aja gue mau sama cewe arogan kaya dia!" Ucap gavin tak terima
"Gitu-gitu juga cantik kok" sahut alvaro
"Cantik kalo ga punya attitude PERCUMA" jawab gavin dengan menekan kata percuma.
"Yaelah lo al,kek yang gatau gavin aja. Dia sukanya cewe nerd,yang gabanyak tingkah kaya cio"
"Ya,kaga nerd juga setan!"
Mereka bertiga tertawa melihat perubahan wajah gavin,sungguh ini moment yang menyenangkan bagi mereka semua. Saat sedang asik-asik tertawa,arion melihat cio dan teman temannya.
"Eh eh!" Arion sambil menepuk nepuk pundak kedua temannya
"Apaan si lo? Liat setan?" Tanya alvaro
"Gajelas banget emang ni anak" ucap gavin
"Cio itu cio!"
"Tai,muka muka kaya pinokio tukang bohong gini!" Ucap gavin
"Hahaha iya bener lo vin"
"Setan! Muka gue cakep gini,malah dibilang kaya pinokio!" Ucap arion tak terima
Akhirnya alvaro dan gavin melirik ke arah cio dan kedua sahabatnya,ternyata benar.
"Baru juga diomongin,udah muncul ae orangnya" ucap gavin
Tiba-tiba...
"Siapa yang lo maksud?!" Tanya cio tiba tiba,yang membuat mereka menelan salivanya kasar.
•••
Gavin melangkahkan kakinya masuk perlahan kedalam rumah dengan mengendap endap,ia berharap semoga kedua orangtuanya sudah tertidur. Saat memasuki pintu utama,ia dikagetkan oleh devano sang papa yang bersedekap dada didekat sakral lampu,lampu yang tadinya mati langsung menyala dengan tiba tiba.
"Astagfirullah,gue kan ga ulang tahun. Kenapa ada surprise gini?" Ucap gavin yang belum menyadari devano
"Bagus!" Teriak devano,yang membuat gavin bergidik ngeri
"Eh,ayah vanoo hehe" kekeh gavin
"Hehe hehe hehe,masih inget pulang?"
"Ya masih atuh yah,da gavin mah anak baik baik"
"Anak baik baik,ooh anak baik baik" ucap devano sambil mengelilingi gavin
"Udah keberapa kalinya kamu kaya gini huh?" Tanya devano
Dengan polosnya gavin menghitung menggunakan jarinya,matanya melirik ke atas untuk mengingat ingat kembali.
"1,2,..em 7x kali yah"
Devano menjiwir telinga gavin,membuat sang empu kesakitan. Dibalik sikap tegasnya gavin disekolah,ia berbeda saat diluar.
"Aduuuuh,yah sakit yah!"
"Udah pulang malem selama 7x masih bilang sakit?"
"Yaiya atu yah,pulang malem mah ga sakit,tapi kalo dijewer sakit!"
Bodoh,satu kata yang mendeskripsikan gavin saat ini.
Devano mengseret gavin menuju kamarnya,dengan keadaan masih dijewer. Pada saat dilantai atas,mereka berdua dikagetkan oleh seorang wanita dengan wajah yang sangat putih. Mereka bertiga berteriak ketakutan.
"AAAAA SETANNNN!!!" Teriak devano dan gavin bersama
"AAAAAAA....KALIAN NGAGETIN BUNDA AJA IH! MASKER BUNDA JADI RETAK NIH!" Teriak anya yang memegang wajahnya
"Ih bunda apa apaan sih,udah malem gini pake gituan!" Ucap devano
"Iya nih,ngagetin aja bunda!" Ucap gavin yang mengelus dadanya
"Kalian mengganggu waktu maskeran sambil tidur bunda tau gak?! Jadi bunda keluar aja"
"Udah sana,kamu masuk kamar!" Titah devano
"Iya yah!"
"Yuk bun!" Ajak devano pada anya
"Kemana yah?"
"Bikin dedek" kekeh devano
"Ayah apa sih" ucap anya malu malu
•••
Bisa kasih aku 20 vote,dan 5 comment. Buat part selanjutnya?
Bisa?
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Is My Husband
RomanceSebelum membaca harap FOLLOW! Cio Isella Pratama,gadis nakal dan juga pembangkang. Papa dan mama nya sudah kewalahan menghadapi anak gadis sulungnya ini. Gavin Mahardika,seorang ketua osis dengan muka garangnya. Sekaligus,anak dari pemilik sekolah M...
