26.

636 34 5
                                        

Puncak acarapun tiba, kini sekolah telah ramai diisi oleh para siswa yang sedang melompat-lompat bersemangat, Gavin tengah sibuk mengurusi acara ini, sedangkan Cio ia asik tidur didalam kelas.

"Eh, liat Cio ga?" Tanya aliya pada teman sekelasnya

"Dikelas" jawab temannya itu, aliya tak membalas lalu berlalu pergi menuju kelas dengan Gadis.

"KEBAKARANN!!!!" Teriak Gadis

"KEBAKARAN CIOO, BANGUN CIOOO!!!" Disambung oleh aliya

Cio yang tengah tertidur itu langsung terpenjat kaget, dan berlari keluar kelas. Kedua temannya tertawa terbahak-bahak, mereka langsung mengikuti Cio keluar.

"Haduuuh...puyeng pala gue nih!" Ucap Cio sambil memegang kepalanya

"Sorry Ci, abisnya kita berdua nyariin lo ga ada dimana-mana" jelas Gadis

"Bacot lo bedua ah!" ucap Cio tak terima, lalu ia berlalu pergi

"Mau kemana woy ?!" panggil Aliya

"MAU BOKER, LO BERDUA MAU IKUT ?!"

"Najis!"

•••

Gavin merasa hari ini terasa amat sangat kesal, Cintia, wanita itu terus menerus mengikuti kemanapun Gavin pergi. Gavin sudah memberi tahu secara baik-baik, tapi sepertinya wanita ini tidak bisa diberitahu secara halus. Seandainya membunuh orang tidak masuk penjara, mungkin Gavin sudah melakukan hal keji itu pada wanita ini.

"Cukup ya cintia, udah cukup lo ngejar-ngejar gue! Terkesan murahan banget tau gak lo ?! Liat anggota osis lainnya, mereka lebih butuh bantuan dibanding gue!" Kesal Gavin

"Tapi kan Vin, aku cuma takut kamu butuh bantuan, dan gak ada yang bantuin kamu, kan kasian sayangnya aku nanti kecapean gimana ?" Ucap Cintia manja, sambil bergelayut manja dilengan Gavin.

Gavin memutar bola matanya malas, dan berusaha menjauh dari wanita centil ini "lepas, malu diliatin anak-anak!"

"Biarin, biar mereka tau..." ucapan Cintia terpotong, lalu tersenyum devil. "KALO LO ITU PUNYA GUE!" Lanjut Cintia.

"Gila, ya lo!"

"IYA, GILA GUE EMANG GILA! LO SADAR GA SI VIN ? GUE NGEBELA BELAIN MASUK OSIS, KARNA CUMA PENGEN DEKET SAMA LO! SELAMA 2 TAHUN VIN...2 TAHUN GUE NGEJAR LO, GUE NGELAKUIN SEGALA HAL NYA DEMI DI NOTICE LO, TAPI APA?! BORO-BORO, DILIRIK AJA NGGA GUE!" Cintia mengungkapkan isi hatinya, lagu di lapangan membuat suasana menjadi tak kondusif.

"Lo harusnya sadar, udah tau gue ga suka sama lo, masih aja lo ngestuck di gue! Gue udah punya cewe, dan ada hati yang harus gue jaga! Plis...cukup!"

"Siapa ? Siapa cewe itu hah ?! Berani-beraninya dia bisa milikin lo secara mudah, sedangkan gue ? Hah...cuuhh!"

Cio keluar dari kamar mandi dengan perasaan lega, ia mencuci tangan terlebih dahulu, sambil mendengarkan dua orang lawan jenis tengah berbicara seperti orang bertengkar.

Cio perlahan keluar, dan melihat pemandangan yang sangat amat tidak mengenakkan, kalian tau ? Gavin yang sudah berstatus sebagai SUAMI CIO, tengan BERPELUKAN dengan WANITA LAIN SELAIN DIRINYA.

Apa-apaan ini ?! Gue harus apa ?! ~ Cio

Cio sudah berusaha membuka hati untuk Gavin, dan Cio sudah berharap Gavin bisa melakukan hal yang sama, tapi apa yang dilakukan oleh Gavin membuat Cio kecewa.

Sungguh keajaiban yang luar biasa, Cio meneteskan air matanya didepan Gavin, suaminya.

"C-cio" Gavin tergejolak kaget, lalu dengan refleks ia menghempaskan Cintia sampai jatuh ke lantai, membuat sang empu kesakitan.

Cio mengusap air matanya kasar, tanpa membalas perkataan Gavin ia langsung pergi.

"CIO TUNGGU!" Gavin berlari mengejar istrinya itu, ntahlah pikirannya sangat kacau.

Sialan!~ Gavin

"Oh, jadi cewe yang dimaksud Gavin dia ? Hm...waktunya gue turun tangan, buat ngancurin hubungan mereka berdua!" Ucap wanita itu

•••

Cio menabraki semua orang yang mengahalangi jalannya, ia hanya ingin pergi dari tempat ini, dan tak ingin melihat Gavin dalam waktu yang lama.

"MINGGIR!" Ketus Cio

"Lah lo kenapa ci ?!" Tanya Gadis

"Cio ? Kan kita ga jailin lo lagi, tapi kenapa lo nangis ?!" Tanya Aliya

"SIAPA YANG BIKIN LO NANGIS ? BILANG SAMA GUE, BIAR ALIYA YANG HAJAR!!" Ricuh Gadis

"Alig sia!" Ucap Aliya

Cio membuang nafasnya kasar, mencoba menahan emosinya agar tak terlampiaskan pada kedua sahabatnya ini.

"Lo berdua bisa diem gak ?! Gue lagi males ngomong, plis ngertiiin gue!" Ucap Cio, ia mengangkut tasnya lalu pergi, tapi ia menahan langkahnya kembali "Gue cabut, kalo Gavin nanyain gue, bilang aja gatau! Awas aja lo berdua ngasih tau kalo gue cabut!" Lanjut cio.

"Weh lo kalo mau cabut bilang, gue ngikut!" Ucap Aliya

"Yaudah ayo!" Sahut Cio

"Anjing, tungguin woy!!!" Teriak Gadis

•••

Bersambung...

Hallo man temannn, sorry ya upnya lama, lagi PAS soalnya. Eh kalo kalian gimana ? Udah PAS jugakk ? Kalo udaah komen yaaa, heheheh.

Ketos Is My HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang