Uhuk uhukk...
Gavin tersedak,ia mengipas kipas mulutnya dengan tangannya sendiri. Sedangkan cio kebingungan harus melakukan apa,padahal ia tak benar-benar memberi racun tikus pada nasi goreng milik gavin.
"Ti-huuu" ucap gavin tak jelas,masih dengan posisi yang sama
"Hah? Apaan?"
"TIHUUUU!!!"
"Apaan anjir,yang jelas!"
"Ti-shu"
"Oooooh...tisu,ngomong dong!"
Gavin menggerutu didalam hatinya,menyumpah serapahi cio yang menyebalkan ini. Setelah cio memberikan tisu pada gavin,gavin langsung memuntahkan apa yang ada didalam mulutnya.
"Ga enak ya vin?"
"Bukan,nasinya masih panas" kekeh gavin
"Sialan lo!"
Mereka berdua kembali makan,diselimuti dengan keheningan. Cio masih penasaran rasanya seperti apa,yang ia rasakan sih enak-enak saja.
"Gimana?"
"Apanya?"
"Ya rasanya,pea!"
"Ooh haha,enak"
"Cio gitu loh!"
"What ever"
•••
Hujan deras dan petir yang cukup menyeramkan turun membasahi seluruh objek yang berada di bumi,ntahlah biasanya cio tak pernah takut dengan apapun,kali ini ia ketakutan,petirnya sangat menyeramkan.
"Duh,jam 2" keluh cio
"Gue ga bisa tidur,takut"
"Masa ke kamar ketos mesum si?!"
"Ah,gamau!"
Duaaar
Suara petir di malam hari berbunyi sangat menggelegar,membuat cio terkejut dan menyeludupkan kepalanya ke dalam selimut yang membungkus dirinya. Cio tak suka ini,ia ketakutan. Gadis itu berlari menuju kamar gavin.
"Vin!"
"Gavinn!!!" Teriak cio
"Apaan si?!" Ucap gavin dari dalam sana
"Vin bukain,gue takut hikss..." wanita itu menangis
"Tidur dikamar lo sendiri!"
"Vin,gue takut hikss..."
Tak ada jawaban dari dalam sana,hujan deras dan juga petir yang terus berdatangan secara bergantian,dengan suara yang menyeramkan. Cio duduk didepan pintu kamar gavin,memeluk dirinya sendiri,dan menangis.
"Vin,lo jahat!" Ucap cio disela sela tangisnya
Gavin yang berada didalam kamarpun merasa kasihan dengan cio,tapi ia malas untuk beranjak dari kasur. Ia mendengar jelas isakan dari luar sana,hingga mau tak mau ia keluar dari kamarnya.
Lelaki itu berjongkok,menyesuaikan dengan cio. Menarik cio kedalam pelukannya,dan benar saja cio menangis.
"Ayo tidur,udah malem"
"Tak-takut hikss..."
Gavin menarik cio untuk tidur dikamarnya,hanya malam ini saja. Ingat,malam ini. Sedangkan cio hanya menurut,ia tak mau kalau harus tidur sendirian di kamarnya.
Suasana malam ini sangat canggung,gavin membelakangi cio yang sudah tertidur. Cio tak memikirkan hal itu,yang penting ia ada teman untuk tidurnya. Gavin yang merasa tak enak mempunggungi cio pun membalikan badannya,berhadapan dengan cio,melingkarkan tangannya pada pinggang cio.
Tunggu,ada apa ini? Jantung mereka berdetak lebih cepat daripada biasanya. Cio yang merasakan ada tangan diatas pinggangnya pun berusaha rilex,begitupun dengan gavin.
•••
Hujan deras yang disertai petir tadi malam sudah berganti menjadi pagi yang cerah. Gavin lebih dulu bangun daripada cio,ia menuju kamar mandi untuk bersiap ke sekolahannya.
Setelah 10 menit gavin mandi,ia bersiap menggunakan seragamnya. Dan setelah itu,membangunkan cio yang masih tertidur.
"Heh,bangun!" Ucap gavin
"5 menit lagi bun"
"Bun,ban,bun. Bangun!"
"3 menit lagi bundaa!"
"Dimana ada bunda si? Bangun cio,atau gue tinggal!"
Cio membuka matanya,dan menerjap nerjapkan menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina matanya. Ia baru sadar,ternyata itu tadi bukan ajeng,melainkan gavin. Cio mengeluarkan cengiran khasnya,dan langsung berlari menuju kamarnya,gavin hanya menggeleng-geleng melihat tingkah cio.
Tak butuh waktu lama cio telah selesai dan sudah siap,ia duduk di meja makan dan mengambil roti tawar dan selai coklat,gavin mengeluarkan dompetnya,cio memandangnya acuh tak peduli.
"Nih" ucap gavin sambil menyodorkan uang 10rb
"Hah? Apaan nih?"
"Duit lah,cantik cantik ko bego"
"Bacot,ko 10 ribu doang?!"
"Ya emang lo mau berapa hah?"
"Gue mau 100rb"
"Gue adanya cuma itu!"
"Yaudah gue minta sama ayah!"
"Percuma!"
"Maksud lo?"
"Ya percuma,denger ya cio. Lo itu udah jadi tanggung jawab gue,lagian kalo lo minta sama ayah juga gabakal dikasih. Soo...lo harus pinter pinter ngirit!"
"Vin,tapi ini cukup apa? Makan nasi goreng aja ga dapet minum vin!"
"Makan gorengan aja"
"Vin tapi?"
"Mau nggak? Kalo gamau yaudah balikin!" Final gavin
"Iya,yaudah!"
"Lo gaperlu bingung ongkos,kita berangkat bareng. Tapi,lo turun ditempat kemarin"
"Vin lo gila ya?! Itu kejauhan,jangan disitu lah!"
"Terus lo mau di parkiran sekolahan?!"
"Iyalah!"
"Oke,tapi"
"Tapi apa?"
•••
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Is My Husband
RomanceSebelum membaca harap FOLLOW! Cio Isella Pratama,gadis nakal dan juga pembangkang. Papa dan mama nya sudah kewalahan menghadapi anak gadis sulungnya ini. Gavin Mahardika,seorang ketua osis dengan muka garangnya. Sekaligus,anak dari pemilik sekolah M...
