"Dia itu kamu" bukan-bukan gavin yang menjawab,melainkan anya sambil membawa nampan berisi orange jus.
Baik gavin,maupun cio membalikan badannya secara bersama. Mereka berdua sama-sama bingung,mengapa ini bisa terjadi?.
"Bunda serius bun? Itu aku sama cio?" Tanya gavin
"Masa sih bun?" Ucap cio tak percaya
Anya memutar bola matanya malas,mengapa mereka berdua tak percaya? Sedangkan sewaktu kecil,mereka suka bermain bersama.
"Aduuuh,iya itu tu kalian! Kalian tuh suka main bareng waktu dulu,makannya kami sebagai orangtua memutuskan untuk menjodohkan kalian berdua." Ucap anya sambil duduk di sofa,di ikuti oleh cio dan juga gavin.
"Ayo di minum cio" lanjut anya
"Iya bun,makasih" ucap cio sambil tersenyum manis
Gavin,lelaki itu memilih bermain ps saja daripada mendengarkan ocehan mereka berdua. Anya dan cio sibuk bercerita,sedangkan gavin,ia heboh sendiri memainkan gamenya.
"Kamu tau ga cio? Gavin tuh takut sama kecoa,jadi kalo dia macem-macem sama kamu nanti pas udah sah,kasih aja kecoa nanti juga dia nurut" ucap anya
"Bundaaaa! Gausah ngasih tau yang aneh-aneh deh bun,mana ada aku takut kecoa" ucap gavin angkuh
"GAVIN KECOA DI BAWAH KAKI LO?!!!" Pekik cio tiba-tiba
Bisa dilihat dari wajahnya yang ke takutan,gavin langsung naik ke sofa,memeluk cio disampingnya secara refleks dan menenggelamkan wajahnya disana. Para wanita itu menertawakan gavin yang pias,cio membulatkan matanya jantungnya berdebar saat ada tangan yang melingkar di perutnya.
"Heem,udah kali peluknya!" Ucap anya
"Yang udah ga tahan pengen sah mah beda" celetuk devano,yang diambang pintu.
Gavin yang sudah kembali kesadarannya pun langsung melepaskannya,dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa,cio berusaha menetralkan detak jantungnya.
•••
Cio sudah bersiap untuk pulang kembali ke rumahnya,hari begitu cepat,hari selasa nanti adalah hari dimana cio dan gavin sudah sah menjadi sepasang suami istri. Cio berpamitan pada anya dan devano.
"Gavin,anterin mantu bunda!" Teriak anya
"Eh gausah bun,aku sendiri aja. Kemarin kan mobil cio dipake sama gavin,jadi..."
"Eh-eh gapapa,dianterin aja sama gavin. Takut kamu kenapa-napa"
"Gausah bun,aku sekalian mau ketemu temen"
"Bener nih?"
"Iyaa bun"
"Yaudah,hati-hati ya cio"
"Oke bun"
Cio menaiki mobilnya,dan keluar dari pekarangan rumah gavin. Ia langsung menuju ke cafe yang sudah ada kedua sahabatnya,tak butuh waktu lama cio sampai.
"Sorry,lama!" Ucap cio
"Darimana si lo?" Tanya gadis
"Biasa"
"Cio,kita mau minta maaf soal kemarin. Kita gabisa bantu apa-apa sama lo,kemarin kita mau ngejar lo,tapi kita kehilangan jejak" ucap aliya
Cio tersenyum dan menganggukan kepalanya saja"gapapa,kalem aja. Lagian,gue juga gapapa kok" ucap cio meyakinkan
"Beneran,lo gapapa?" Tanya gadis sambil memegang bahu cio
"Iya gapapa,lebay amat si" kekeh cio
Gadis memutar bola matanya malas,dan menyentil jidat cio. Yang membuat sang empu kesakitan.
"Bukannya lebay,tapi kita takut lo kenapa-napa" ucap gadis
"Iya-iya"
"Eh btw,acara pernikahan lo kapan?" Tanya aliya bisik bisik
Ya,mereka berdua sudah mengetahuinya. Cio menceritakan semuanya,dimulai dari ayahnya yang mengajaknya bicara,makan malam bersama calon suaminya.
"Hari selasa,jangan lupa dateng!" Ucap cio
"Kalo kalian ga dateng,gue gamau temenan lagi sama lo bedua!" Rajuk cio
"Pasti dateng lah,yakali ke nikahan sahabat gue ga dateng!" Ucap aliya
"Iya dong pasti,kita pelukan dulu. Nanti,kita gabisa ngumpul gini lagi hm" sedih gadis
Mereka bertiga berpelukan,aliya dan gadis tidak menyangka sama sekali,bahwa cio akan nikah di umur yang masih sangat muda.
•••
Mentari sudah mulai turun sedikit demi sedikit, kini keluarga Mahardika tengah menonton tv bersama.
"Gavin,mulai besok kamu izin sekolah sampai seminggu kedepan" ucap devano
"Hah? Ayah gila ya? Seminggu ke depan?!" Pekik gavin
"Heh,bocah. Besok aja hari senin,dan kamu juga belum ukur cincin. Hari selasa udah acara pernikahan,gimana sih kamu?" Ucap devano
"Astaga,iya belum ukur cincin. Kamu sekarang siap-siap,jemput cio. Pergi ke tempat cincin langganan kita" ucap anya
"Bun,besok kan bisa?" Ucap gavin
"S.E.K.A.R.A.N.G" ucap anya
"Oke-oke!"
Gavin,kembali ke kamar dan bersiap untuk menjemput cio. Sungguh malas sekali,gavin terus merutuki takdirnya yang menikah muda,bagaimana masa muda nya nanti?.
"Hallo" ucap gavin menelpon seseorang
"Paan?" Ucap cio
"Siap-siap sekarang,gue jemput!"
"Lah,mau kemana si?! Kan tadi udah ke rumah lo,masa mau kerumah lo lagi?!"
"Cepet,bunda nyuruh ukur cincin. Hari selasa udah acara nikahnya,tapi cincinnya belum ada!"
"Woi ketos,besok kan bisa?!"
"Lo kaya gatau bunda gimana aja,cepet siap siap. 15 menit gue sampe,bye!"
"Tapi?!"
Tut tut tut
Cio mengendus kesal,ia sedang menonton film ada saja yang mengganggunya. Cio bersiap ganti baju,dan turun kebawah untuk menunggu gavin.
•••
Bersambung...
KAMU SEDANG MEMBACA
Ketos Is My Husband
Storie d'amoreSebelum membaca harap FOLLOW! Cio Isella Pratama,gadis nakal dan juga pembangkang. Papa dan mama nya sudah kewalahan menghadapi anak gadis sulungnya ini. Gavin Mahardika,seorang ketua osis dengan muka garangnya. Sekaligus,anak dari pemilik sekolah M...
