Part 28
Happy reading.....
^
^
^
^
^
°○°○°○°
Hari ini Zeno sedang berjalan di koridor kampus. Setelah minggu lalu, pertemuannya dengan keluarga besarnya yang berakhir membahas pertunangannya dengan pacarnya sekaligus dosennya itu, zeno suka sibuk tersenyum sendiri. Dia merasa sangat tidak percaya jika dirinya bisa pacaran dan bahkan akan bertunangan pujaan hatinya Sreya tiffany.
Bukannya zeno tidak percaya dirinya jika dirinya bisa mendapatkan sreya. Zeno hanya merasa semuanya seperti mimpi. Dirinya suka membayangkan saat dirinya yang menikah dan menghabiskan masa kedepannya dengan wanita yang sudah menarik perhatiannya sejak pertama kali dia melihat wanita itu. Semua seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
Zeno sekarang sedang menunggu kedua sahabatnya dicafe kampus. Zeno hanya sendirian datang kekampus hari ini. Karena sreya yang hanya memiliki kelas siang membuat gadisnya itu belum ada dikampus dan malah berada di cafe milik gadisnya itu. Zeno yang sudah begitu lama menunggu mulai mengerutu kesal, padahal dia baru berada disana 10 menit yang lalu.
Tak lama kemuadian rangga dan bima pun terlihat memasuki cafe. Mereka berjalan santai dan duduk didepan zeno yang sudah menunjukkan wajah yang sangat tidak enak di tatap oleh keduanya, tapi entah mengapa zeno malah terkenal dan banyak disukai oleh para mahasiswi di kampus. dan bahkan dimanapun itu semua akan sama saja, zeno akan selalu ada di atas dari mereka bertiga.
" Lo berdua lama tau gak, gue bukan cewek lo yang mau aja nungguin lo berdua." Kata zeno dengan mata tajam menatap rangga dan bima
" Slow bro, lagian kita cuma telat 10 menit. Lo juga datang kecepatan. Jam kuliah kita masih ada 30 menit lagi. " kata rangga
" Nah bener tuh. Lo kayak cewek pms tau. Marah mulu kalo ketemuan. " kata bima
" Terserah " zeno hanya mengacuhkan rangga dan bima.
Rangga dan bima mengacuhkan zeno dan mereka mulai bercerita banyak. Yah seperti biasanya mereka pasti selalu membicarakan banyak hal mulai dari pelajaran sampai gosip-gosip yang selalu dibicarakan oleh para lambe turah diluaran sana. Bukannya sudah kubilang, Rangga dan bima itu memiliki banyak pembahasan dan mulut mereka 11 12 dari ibu-ibu komplek yang suka nyinyir di akang jual sayur.
" lo sudah liat jadwal ujian kita. Sudah mau ujian ajah, mana gue belum bisa dapatin nilai gue di pak amang. Hah itu dosen bikin sakit kepala sumpah. " kata bima yang mengeluh dengan dosen akutansinya itu yang punya banyak syarat agar bisa mendapat nilai mereka dari dosen itu.
" Hahaha... syukurin gue udah bilangin juga jangan banyak tingkah di jamnya pak amang. Kena kan lo, apalagi itu dosen lebih sensitif dari cewek yang lagi pms. " gelak rangga menertawai bima.
" Lo bukannya bantuin malah ketawa. Gak ada akhlaknya lo jadi sahabat. " kata bima
" Lah gue benarkan, selamat berjuang deh. Ingat lo gak bisa ikut ujian kalo nilai wajib lo gak lengkap " kata rangga dan meminum kopi yang dibelinya.
Zeno hanya diam mendengar perdebatan rangga dan bima. Zeno sudah sangat terbiasa dengan masalah kedua sahabatnya itu yang selalu datang bergantian. Jika hari ini bima maka besok yang bermasalah adalah rangga. Yah selalu seperti itu dan akhirnya akan selesai dengan bantuan darinya. Bukan bantuan seperti menggunakan kekuasaannya sebagai anak pemilik kampus tapi bantuan catatan dan tugasnya yang selalu dijadikan referensi oleh kedua sahabatnya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
(My) DOSEN ?
General FictionIni cerita tentang dosen dan mahasiswanya. "BUT" cerita ini bukan tentang dosen laki-laki killer yang dikejar oleh mahasiswinya, Tetapi bercerita tentang dosen muda cantik yang digilai oleh semua laki-laki kampus terutama seorang laki-laki, anak pem...
