Part 31
Happy reading.....
^
^
^
^
^
°○°○°○°
Matahari mulai naik keatas kepala. Rangga dan bima masih ada dirumah sreya. Memang pada dasarnya jika zeno dkk kumpul setidaknya mereka akan pisah jika hari sudah mau malam itu pun jika tidak ada yang mendesak mereka suka kumpul sampai tengah malam.
Rangga dan bima masih sedikit canggung dengan sreya yang malah biasa-biasa saja dan mengakrabkan diri. Sejak tadi mereka hanya diam sambil melihat interaksi zeno dan sreya didepan mereka.
" Jadi miss sreya belum nikah. Tapi kok punya anak, 2 lagi miss " kata rangga
" Iya, pertama jangan panggil miss itu terlalu kaku. Dan soal anak itu, mereka bukan anak kandung tapi keponakan dia anak adikku sara tapi sekarang sudah jadi anakku " kata sreya.
Rangga mengangguk dan bima masih terdiam tidak pernah membuka suara. Bukannya apa-apa cuma bima merasa tidak tau ingin bilang apa.
" Lo kok gak bilang kalau sudah punya hubungan dengan kakak ipar. Jahat lo gak ngasih tau kalo udah teken. " kata rangga
Zeno memutar mata malas. Dirinya sudah berkali-kali mengatakannya pada rangga dan bima tapi sahabatnya itu malah menganggap dirinya hanya main-main. Atau sedang bercanda doang.
" Kakak ipar? Siapa kakak ipar ?" Tanya sreya
" Miss kakak iparnya. Sekarang kami panggil kakak ipar aja. " kata rangga dengan senyum 5 jari. Sreya yang paham tertawa kecil dan melanjutkan makannya sambil menyandarkan diri ke zeno.
Rangga dan zeno lalu mulai membicarakan hal kampus mereka. Sreya tidak banyak bicara lagian pembahasan zeno dkk tidak masuk pada dirinya yang merasa ingin tidur.
Dan benar saja sreya langsung tertidur lelap dengan kondisi bersandar ke bahu zeno. Untung saja zeno menahan kepala sreya, kalau tidak pasti kepala cantik itu akan tersuntuk di pinggiran sofa.
" Kakak ipar tidur tuh. " kata bima akhirnya sambil menatap sreya yang terlelap di pelukan zeno.
" Gue bawa kekamar dulu. Lo pada jangan aneh-aneh. Awas ajah lo " kata zeno dan kemudian mengangkat tubuh sreya dengan bridal style.
Zeno membawa sreya menuju kamarnya. Kamar dengan dominan warnah abu-abu itu sudah dipenuhi oleh barang zeno meski baru 2 kali zeno tidur dirumah sreya.
Zeno meletakkan sreya dengan hati-hati diatas kasur agar tidak menganggu tidur wanita itu. Tapi sayang sreya malah membuka matanya dan mulai mengusap pelan kedua matanya yang masih terasa berat. Kelakuan sreya terlihat sangat lucu dimata zeno. Kalau saja sreya tidak setengah sadar zeno pasti akan mencubit kedua pipi sreya saat ini.
" Lo kok kekamar. Temanmu mana ? Sudah pulang. " tanya sreya
" Masih ada dibawa. Kamu tidur saja. Tadi malam masih terus kerja bahkan sudah lewat jam 10. Tidurlah akan kubangunkan nanti. " kata zeno mengusap pucuk rambut sreya.
" Hmm baiklah. Jangan merusak dapurku. Minta bibi saja kalau kalian ingin sesuatu. " sreya lalu kembali merapatkan diri dengan selimut yang dipenuhi oleh bau mask milik zeno
Zeno lalu mencium pucuk kepala sreya dan memberi kecupan sekilas di bibir ranum pacarnya itu. Baru setelahnya dia kembali turun ke ruang tamu karena sahabatnya itu masih ada dan pasti akan pulang saat malam nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
(My) DOSEN ?
Fiction généraleIni cerita tentang dosen dan mahasiswanya. "BUT" cerita ini bukan tentang dosen laki-laki killer yang dikejar oleh mahasiswinya, Tetapi bercerita tentang dosen muda cantik yang digilai oleh semua laki-laki kampus terutama seorang laki-laki, anak pem...
