part 32 ° Pertunangan °

375 12 1
                                        

Part 32
Happy reading.....
^
^
^
^
^

°○°○°○°

Hari yang ditunggu zeno pun tiba. Ini adalah hari pertunangan zeno dan sreya. Sedari pagi dirinya tidak bisa berhenti untuk tersenyum. Bahkan bima dan rangga yang memang menemaninya karena semua keluarganya yang sibuk itu menggelengkan kepala mereka.

Ini masih sore dan acaranya masih sebentar malam. Tapi sekarang zeno malah ngotot ingin memakai tuxedo miliknya dan langsung pergi kepestanya itu. Padahal jika zeno pergi kesana sekarang yang ada bukannya tamu dan sreya, tapi para pelayan dan pegawai saja yang didapatnya.

Dan dilain tempat. Sreya saat ini berada di sebuah salon yang telah di booking oleh sonya. Sebenarnya itu salon milik qila jadi sonya dengan mudah membooking salon itu untuk calon menantunya itu.

Sreya sedang melakukan perawatan ini itu dan juga dandan yang subhanallah naudzubillah ribetnya. Sreya pribadi tidak ingin dirinya didandan dengan bedak setebal 5 cm jadilah dirinya hanya akan didandan tipis tapi elegan dan juga tentu terlebih dahulu memerlukan perawatan yang bukan sebentar.

Setelah 5 jam dirinya berada di salon, sreya datang kesalon dari jam 3. sreya akhirnya siap dengan gaun yang tampak memukau dan pas ditubuhnya yang ramping. Dirinya saat ini ditemani oleh sahabatnya manila, jihan dan jeremy. Sahabat sreya bahkan tidak bisa memungkiri kalau sreya tampak memukau dengan gaun dan tatanan serta make up tipis namun elegan itu.

Karena waktu untuk pesta akan segera dimulai. Sreya dan ketiga sahabatnya bergegas menaiki alpard yang dikirim reno untuk menjemput sreya.

Dengan 15 menit perjalanan. Sreya pun sampai di hotel. Dirinya langsung dituntun oleh windy dan dian untuk ke ruang tunggu karena dirinya dan zeno yang merupakan bintang utama akan masuk ke dalam saat semua tamu sudah berkumpul.

Saat sreya memasuki ruang tunggu zeno langsung tercegang dengan muka yang tampak bodoh melihat sreya yang sangat sangat cantik. Bahkan jika zeno tidak menjaga image maka dirinya akan meneteskan liur akibat melihat kecantikan sreya.

Sreya tersenyum melihat ekspresi zeno. Yah meski sreya juga sempat terkagum melihat tampilan zeno yang berbeda dan membuat pria itu terlihat manly dam hot dimata sreya.

Karena merasakan hawa yang ehem sangat canggung bagi windy dan dian. Mereka lalu keluar dan membiarkan kedua tunangan itu berduaan disana.

Setelah windy dan dian keluar tanpa menunggu lama zeno langsung merengkuh pinggang sreya dan menarik tengkuk leher calon tunangannya itu dan mendaratkan bibirnya diatas bibir sreya. Sreya yang mendapat serangan mendadak pun terkejut tapi dengan cepat dia mengikuti permainan bibir zeno.

Kedua sejoli itu terus berciuman dengan intensnya tanpa memikirkan kalau mereka masih memiliki acara. Zeno memperdalam ciumannya, kepalanya memiring kekanan dan kekiri sambil menekan tengkuk leher sreya agar semakin memperdalam ciuman mereka. Sreya yang ikut hanyut melingkarkan tangannya di leher zeno dengan jarinya yang meremas rambut zeno dari belakang.

Zeno melepas ciuman mereka saat dirasanya sreya kehabisan nafas dan langsung melepas tautan keduanya dan terengah nafas dengan dahi mereka masih menyatuh. Suara nafas yang memburu dari sreya dapat dirasakan oleh zeno karena jarak mereka yang sangat dekat.

" Kamu hampir membunuhku kau tau " kata sreya yang masih memcoba menetralkan pernafasannya.

Zeno terkekeh membalas perkataan sreya.

" Kamu cantik sekali, aku jadi ingin mengurungmu di dalam kamar saja. Sehingga tidak ada yang dapat melihat kecantikan ini selain diriku " kata zeno sambil menatap dalam kedua mata abu-abu milik sreya.

(My) DOSEN ?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang