part 22 °Up Down°

461 20 0
                                        

Part 22
Happy reading.....
^
^
^
^
^

°○°○°○°

Sinar mentari telah menyapa bumi. Kicauan burung dan langit biru cerah menyapa pagi semua manusia dibumi.

Pagi yang cerah sebagai awal di hari yang baru. Pagi ini mungkin menjadi awal yang menyenangkan oleh rasya dan resya tapi tidak untuk bunda mereka.

Sreya sedari tadi melamun dan hanya memandang kedepan tanpa memedulikan kedua anaknya yang sedang sarapan didepannya.

Sreya merasa sekarang dia sedang down banget. Bukan tanpa alasan, karena perjodohannya kemarin sreya masih saja memikirkan akan menerima atau tidak perjodohan dirinya dengan zeno yang notebenya mahasiswanya itu.

" Bunda, bunda kenapa? Bunda sakit yah " tanya rasya yang melihat bundanya yang sedari tadi tidak menyentuh makanannya sama sekali.

Sreya langsung mengalihkan saja pandangannya kearah dua anak kecil didepannya.

"Tidak sayang. Bunda baik kok, ayo habiskan makanan kalian, bukannya hari ini rasya masih sekolah " kata sreya tersenyum

" Tata acha gak cekolah hali ini unda, tata acha tatanya agi libul cekola " kata resya sambil meminum susu varian vanillanya.

Sreya terheran, ini bukan akhir pekan tapi kenapa rasya libur sekolah. " loh, sekarang kan bukan akhir pekan kok libur sekolah? "

" Hari ini sekolah libur bunda katanya guru rasya semua mau rapat, dan rapatnya lama jadi rasya hari ini gak kesekolah. " kata rasya

" Jadi echa cama tata acha mau pelgi ketaman hali ini. Bolehkan unda? " mohon resya.

Sreya terdiam. Dia merasa bersalah dengan rasya dan resya, sejak beberapa minggu ini kedua anaknya itu suka pergi ke rumah sonya untuk bermain setelah rasya pulang sekolah, dan hal itu membuat sreya jadi kurang memerhatikan anaknya, dan sekarang dia malah galau tentang perjodohannya.

Seharusnya dirinya lebih meluangkan waktunya untuk rasya dan resya. Dia sudah berjanji kepada adiknya untuk menjaga kedua malaikat kecil itu sampai ajal menjemput dirinya.

" Maaf kan bunda yah, seharusnya bunda lebih memerhatikan rasya dan resya. Kalian bisa pergi main kok tapi jangan jauh2 dari bi sumi dan pak amir yah " kata sreya sambil mengusap pelan surai rambut kedua anaknya

" Kami tau kok bunda pasti capek. Kemarin malam juga bunda seperti mikirin sesuatu. Kan rasya dan resya juga udah besar jadi rasya yang akan bantu bunda urus adek " kata rasya tersenyum lalu memeluk resya di sampingnya.

Sreya tersenyum haru. Inilah rasanya, rasya dan resya memang selalu menjadi moodboster untuk keseharian sreya yang down.

" Baiklah kalau begitu bunda pamit dulu yah. Jangan jauh dari bi sumi dan pak amir oke " sreya lalu memeluk kedua anaknya itu dan mencium pucuk kepala keduanya.

Sreya lalu keluar dari rumah dan membawa mobilnya menuju ke kampus. Dengan terus berfikir yang aneh (jangan ditanya sreya mikir aneh apaan karena gue yang nulis juga kagak tau). Sreya akhirnya tiba di kampus tempat dirinya selalu merasa hidup bebas tanpa memikirkan hal lain.

 Sreya akhirnya tiba di kampus tempat dirinya selalu merasa hidup bebas tanpa memikirkan hal lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(My) DOSEN ?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang