part 34 ° Koko Arhad °

293 17 2
                                        

Part 34
Happy reading.....
^
^
^
^
^

°○°○°○°

" KOKO!! "

" Hahahaha.... baiklah saya ulangi. Saya kokonya Reya. Atau lebih spesifiknya saya paman Reya. Yah tapi saya tidak bercanda kalau saya ini koko tersayang Reya." Kata arhad percaya diri. Sepertinya semua laki-laki kenalan sreya punya kepedean tingkat akut.

" Paman? Bukannya anda anak tunggal? " kata Reno tidak percaya.

" memang tidak ada yang tau soal masalah pribadi saya. Selain buat keselamatan Reya, itu juga lebih memudahkan saya dalam bekerja. " kata arhad acuh

" Aku sudah bilang untuk tidak bekerja di kalangan bawah. Koko mau aku jantungan setiap kali koko menghilang tanpa jejak. " kata sreya yang menatap kesal kokonya.

" aku sudah berhenti. Sekarang aku akan melindungi kamu dan little kids. Dan juga mengurus perusahaan koko di Amerika. Tapi koko akan sering berkunjung kerumahmu. " kata arhad dan ingin mengusap kepala sreya tapi langsung ditepis kasar oleh zeno

" Humm...Rasakan!, koko sih bohongin aku terus. Kena sekarang gak bisa sentuh-sentuh aku lagi. Pawang aku kejam loh " kata sreya mengejek arhad.

" Cih... siapa yang tau. Aku memang membiarkan dia mendekatimu. Tapi jika kamu disakitinya sedikit saja. Maka kamu harus ikut semua perintah koko. Are you understand baby girl." Kata arhad penuh penekanan di setiap katanya.

" Yes sir. " sreya memutar matanya lelah.

" Tapi kenapa Sreya memanggil anda koko. Setau saya koko itu panggilan untuk kakak " kata Rey.

" Itu karena koko tidak mau kelihatan tua. Dasar bujang lapuk. Sampai sekarang dia bahkan belum punya pacar. Jangan sampai koko karatan, aku gak mau tau yah pokoknya aku nikah nanti koko sudah punya pacar atau kalo bisa istri. " kata sreya.

" Your mouth baby girl. Jangan mendoakan koko yang tidak baik. Meski begini koko masih bisa menarik perhatian banyak gadis diluaran sana. " kata arhad yang merasa terhina oleh perkataan sreya.

" Gadis apaan. Koko jangan pernah mencoba menyentuh wanita jalang yang sering bergeluyutan seperti kera itu. Awas saja. Aku tidak mau bicara dengan koko lagi. " kata sreya sarkas.

" Jalang? Ternyata anda suka bermain kotor. " kata zeno sinis.

" shut up! Jangan mencoba sok tau. Kamu cuma pengganti saya untuk menjaga reya. " kata arhad sinis.

" Jangan marahin tunanganku. Memang koko suka kok. Makanya aku bilang kalau stress yah cari aktifitas yang baik. Jangan pergi ke club koko itu. Kenapa juga koko bangun club. " kata sreya ikutan sinis.

" Thats my job baby girl. And they are just for fun. Koko juga terlalu suci untuk wanita rendahan itu. " kata arhad.

" Cih.. aku gak percaya. "

" terserah "

" Sudah kalian seperti anak kecil saja. Arhad kamu bukannya saling melepas rindu malah bertengkar. Ini sudah sangat malam. Lebih baik kita menginap di hotel dulu. " kata Dewa yang menengahi.

Dewa sudah jengah karena setiap saat dirinya selalu mendengar pertengkaran entah itu karena anaknya, cucunya, ataupun yang dianggapnya sebagai anak sendiri seperti arhad ini.

(My) DOSEN ?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang