The Agreement

8.1K 590 14
                                        

Wanita cantik menurut Arven itu adalah mereka yang memiliki paras ayu nan menggoda, tubuh proporsional dengan lekuk yang pas, dan juga pandai memuaskannya di atas ranjang. Selain itu, menurutnya mereka biasa-biasa saja. Seperti halnya wanita yang tak sengaja dia lihat tadi.

Arven menyukai wanita yang cantik karena dia rasa enak dipandang. Dia juga menyukai wanita seksi dan menggoda demi mendapatkan kepuasan lebih saat berhubungan badan. Meskipun pemain wanita, tapi Arven tetaplah laki-laki yang mempunyai selera tinggi. Tidak sembarangan wanita yang bisa merasakan sentuhannya.

Seperti saat ini, seorang wanita cantik dan juga seksi tampak sedang duduk di atas pangkuan Arven. Wanita itu tidak mengenakan pakaian sehelai pun sama sepertinya. Mereka berdua sama-sama telanjang bulat dengan bagian bawah tubuh yang saling menyatu.

Arven mencengkram pinggul wanita itu dan membantunya bergerak agar miliknya bisa leluasa keluar masuk. Lenguhan dan desahan wanita itu pun tak berhenti keluar dari bibir seksinya. Arven bahkan tidak tahu siapa nama wanita yang sedang berbagi kenikmatan dengannya. Yang dia tahu hanyalah menghujam dan terus menghujami milik sang wanita dengan kejantanannya.

"Ahhh..." Wanita itu mendesah hebat karena pompaan Arven. Dia pun mengalungkan tangannya di leher Arven. Sementara bibirnya mencium bahkan melumat bibir Arven. Mereka berciuman dengan penuh gelora seiring dengan gerakan cepat di bawah sana.

Arven mengangkat sebelah tangannya dan meletakkannya di atas payudara wanita itu yang bergoyang. Dia remas payudara itu dengan sesekali memelintir ujungnya. Lalu dia pun membawa wajahnya untuk tenggelam di dada wanita itu.

Desahan wanita itu kian nyaring seiring dengan gerakan Arven yang tak terkendali. Hingga beberapa waktu kemudian, dia mengejang dan menjerit panjang saat sampai pada puncak kenikmatan. Arven yang juga akan mengalami pelepasan pun langsung menarik lepas kejantananya dari milik wanita itu. Dia menggeram saat wanita itu malah melepas kondom yang membungkus kejantanannya. Lalu wanita itu malah mengoralnya hingga akhirnya Arven keluar di mulut sang wanita.

***

Keesokan harinya Arven kembali bertemu dengan wanita itu. Lagi-lagi wanita itu mengiba pada dokter agar ibunya segera diselamatkan. Dari raut wajah sedih wanita itu, Arven bisa menebak kalau orang tua wanita itu memang membutuhkan pertolongan secepatnya.

Entah karena apa, tiba-tiba saja Arven melangkahkan kakinya mendekati wanita itu. Wanita itu terduduk lesu di salah satu kursi tunggu dengan air mata yang berlinang di pipinya.

Arven duduk di sebelah wanita itu dengan memberikan jarak satu buah kursi di tengah-tengah mereka. Dia berdehem pelan hingga akhirnya perhatian wanita itu teralih padanya.

"Dokter..."

Arven bisa melihat wanita itu langsung menghapus jejak air matanya. Wajah itu terlihat mengenaskan dengan mata yang membengkak juga lingkaran hitam yang terlihat jelas.

"Maaf... Kalau boleh saya tahu, kira-kira ada apa ya?"

Arven bukan bermaksud ingin ikut campur. Dia sendiri heran mengapa dia bisa bertingkah seperti ini. Harusnya dia tidak memedulikan wanita itu. Tapi anehnya dia malah mendekat dan bertanya.

"Ibu saya, Dokter. Ibu saya sedang sakit dan memerlukan perawatan secepatnya. Tapi saya gak punya uang buat bayar biaya rumah sakit," ujarnya tanpa kebohongan sama sekali.

Arven yang mendengarnya pun hanya mengangguk singkat. Harusnya informasi tersebut sudah cukup baginya. Namun, tanpa bisa ditahan dia malah bertanya lagi. Ini benar-benar tidak seperti dirinya.

"Sakit apa?"

"Gagal ginjal Dok."

Lagi-lagi Arven menganggukan kepalanya. Dia tahu kalau biaya operasi pencangkokan ginjal itu cukup mahal. Belum lagi kalau ginjal pihak keluarga tidak ada yang cocok. Bisa-bisa harus mencari orang sebagai pendonor ginjal dan tentu saja akan membayar orang dengan biaya yang tidak sedikit.

Crazy AgreementTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang