Sorry for typos and happy reading
______________________________________
Rumahtangga Suzy dan Joohyuk yang mulai memasuki titik terang tampaknya kini kembali dihadapkan dengan permasalahan baru.
Pasalnya Suzy yang masih sulit untuk didekati (diajak bermesraan) membuat Joohyuk berpikiran bahwa kemungkiman besar wanita yang kini sudah berstatus sebagai istrinya itu memang samasekali tidak mencintainya. Dengan kata lain, Joohyuk beranggapan bahwa Suzy menikah denganya semata_mata memang karena ingin membantu saudarinya saja. Jadinya Joohyuk beberapa hari ini sering uring_uringan.
Pria muda itu memilih menghabiskan waktu ruangnya dengan tetap berada di perusahaannya. Menyendiri dalam kegelapan. Dengan segala pemikiran yang terus bersarang di kepalanya. Haruskah ia mengakhiri semuanya? Apa yang harus ia lakukan agar bisa membuat Suzy menerima dirinya seutuhnya?
Sesungguhnya Suzy bukanlah wanita yang dingin ataupun sulit untuk didekati, kalau saja Joohyuk lebih mengenal wanita itu. Kesalahan mereka berdua adalah menikah tanpa adanya proses itu. Saling mengenal ditambah lagi komunikasi yang kurang serta ketidaksabaran Joohyuk untuk memiliki Suzy seutuhnya membuat hal ini terasa menjadi rumit.
Suzy yang sejak kecil menganggap ibunya adalah seorang pendosa, sulit menerima cinta dari sang lawan jenis. Butuh waktu panjang baginya untuk bisa menetapkan Soohyun di hatinya. Perlakuan manis dan perlindungan yang pria itu berikan membuat Suzy merasa nyaman berada didekatnya. Karena itu pula perasaan cinta itu muncul.
Sementara dengan Joohyuk, Suzy mencoba membuka hatinya untuk pria yang tidak terlalu lama ia kenal itu. Suzy yang mengenal Joohyuk sebagai pacar dari saudarinya, Suzy yang beberapa kali melihat sang suami bersama dengan mantan kekasihnya, membuat dirinya tak sadar menanamkan pemikiran bahwa ia tidak boleh jatuh terlalu dalan kedalam pesona Joohyuk. Takut menjadi perusak bagi hubungan orang lain dan takut dirinya akan terluka. Sudah pasti ini menjadikan alasan yang kuat bagi Suzy tidak bisa membuka hati sepenuhnya.
Pikiran itu tanpa sadar membuat Suzy menjaga jarak dengan sang Suami. Kondisi mental yang tertekan bisa saja membuat sang penderita menjadi demikian. Suzy menjalani hidupnya dengan menjadi duri dalam daging bagi Sungkyung. Unnie yang begitu berharga baginya. Karena itu pula Suzy selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk menyenangkan wanita itu.
Joohyuk tidak mengetahui kebenaran itu. Yang ia tahu adalah Suzy dan Sungkyung sama-sama berasal dari panti dan dibesarkan oleh keluarga Kim. Hanya sebatas itulah pengetahuan Joohyuk tentang masalalu kedua wanita itu. Dan lagi setahu Joohyuk, Sungkyung pernah memberitahunya bahwa keluarga Kim sangat menyayangi Suzy sementara kehadiran Sungkyung hanya pelengkap untuk memenuhi keinginan Suzy.
_
Joohyuk pulang larut malam dalam keadaan mabuk. Pria itu terus meneriakkan nama Suzy. Yeobo_yeobo, neo oddieseo? Pria itu berjalan sempoyongan memasuki kamar tidurnya. Dan ternyata Suzy sudah tertidur. Pria itu lagi_lagi berjalan sempoyongan dan mendekati Suzy, menyentuh wajah sang wanita.
Suzy yang terkejut dengan perlakuan tiba-tiba itu secara refleks langsung memberikan sebuah tamparan pada sang pelaku. Suzy bahkan sempat berteriak. Setelah wanita itu kembali pada kesadarannya secepatnya ia meminta maaf pada sang suami. Karena perlakuannya yang menampar pipi pria itu hingga berwarna kemerahan.
Aku benar. Kau tidak mencintaiku. Kenapa kau tidak mencintaiku? Aku tampan dan tinggi. Aku muda dan kuat. Banyak wanita yang menginginkanku. Lantas sebagai istriku kenapa kau tidak mencintaiku? Rancau pria yang sudah mabuk itu sembari terduduk di samping bawah ranjang.
Kau sudah mabuk. Tidurlah. Kita bicara saat kau sudah sadar. Aku akan tidur lagi. Begitulah kalimat yang Suzy lontarkan. Wanita itu memilih memunggungi pria itu dan kembali menarik selimut menutupi tubuhnya hingga sebatas leher.
