Part 12 - Tidak Menepati Janji

340 41 6
                                        

 










☘️☘️☘️

BAGAIMANA ini?

  Kava menggigit bibir bawahnya panik. Jam menunjukkan ke angka 9 di pagi hari dan ia sudah siap untuk pergi ke sekolah. Tapi, tentu saja tidak semudah itu untuk ikut rapat di sekolah sementara ia sudah ada janji lebih dulu dengan Marvel.

  "Tapi, gue harus prioritasin OSIS di atas pacar gue," gumam Kava ketika mengingat jawabannya ketika wawancara dengan Alvin beberapa minggu yang lalu.

  Setelah mondar mandir selama 5 kali, Kava kembali mengecek jam tangannya. Rapat akan di mulai pukul 10 pagi dan Marvel akan menjemputnya sore hari nanti. Mungkin ia akan ikut rapat terlebih dahulu, lalu setelah itu kembali ke rumah dan pergi bersama Marvel.

  "Oke, gue ke sekolah aja dulu," ucapnya, seakan setuju dengan pemikirannya sendiri.

"Kamu mau pergi?" tanya Dina—Ibunya—ketika Kava mengambil dua lembar roti bakar rasa cokelat dan melahapnya dengan buru-buru.

"Iya, ada rapat OSIS," jawab Kava seadanya.

"Ya udah hati-hati. Uang jajan mau masih kurang?" tanya Dina peka.

Mendengar pertanyaan Dina, senyum Kava semakin lebar. Tanpa rasa malu, gadis itu mengulurkan tangan kanannya. "Minta uang, Ma," ucapnya.

Dina mendecak, tapi memberikan satu lembar uang berwarna biru untuk putri satu-satunya itu.

"Makasih, Ma. Mama emang terbaik!" seru Kava sambil mengacungkan jempol kirinya.

Hanya membutuhkan waktu 10 menit, sarapan Kava habis tanpa sisa. Dina sendiri sudah kembali ke dapur sehingga ia tidak perlu pamit lagi. Setelah memesan transportasi online, Kava memakai sepatunya selagi menunggu ojek online yang di pesannya datang.

Perjalanan dari rumah Kava ke sekolah hanya membutuhkan waktu 15 menit sehingga gadis itu bisa datang ke sekolah tepat waktu.

  "Eh, Choki!" seru Kava pada Choki—teman sekelasnya sekaligus anggota OSIS seperti dirinya ketika melihat cowok itu di depan gerbang.

  "Oi! Baru dateng lo?" tanya Choki.

  "Iya nih, macet banget di depan sekolah," keluh Kava.

  Choki hanya tertawa menanggapinya. Sesampainya di ruang OSIS, ternyata rapat sudah akan di mulai. Disiplin memang sangat penting di sekolahnya. Karena itu, apa yang dilakukan di sekolah ini harus dilaksanakan tepat pada waktunya.

  "Telat lo?" sindir Selly ketika Kava duduk di sebelahnya.

  "Enggak, Kak. Aku tepat waktu kok," balas Kava dengan senyuman manisnya.

  Selly terlihat akan membalas, namun Alvin lebih dulu memulai rapat hari ini. Sedangkan Kava menghela napasnya dalam hati. Mengapa Selly galak sekali kepadanya?

  "Oke, rapat kita mulai. Jadi, kita akan bahas..."

☘️☘️☘️

  RAPAT kali ini selesai pukul 2 siang, dan sekarang Kava sedang berdiskusi dengan Selly terkait dengan proposal pensi beberapa bulan lagi. Benar, Selly adalah Sekretaris II untuk acara ini. Memikirkannya saja cukup membuat Kava mendengus pelan dalam hati.

  "Kak, kemaren Kakak bilang mau ngasih proposal tahun kemarin," ucap Kava pada Alvin yang sedang berdiskusi dengan Rangga—Ketua Pelaksana pensi nanti.

  "Yah, aku lupa," sahut Alvin dengan wajah menyesal. "Kalau gitu, ayo ambil di rumah aku," ajaknya tanpa rasa bersalah.

  "Rumah Kakak jauh gak?" tanya Kava, mengingat masih ada waktu 2 jam untuk kembali ke rumah.

MarvelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang