Pesan itu tidak ada yang tahu sebenarnya aku ingin cerita pada salah satu member tapi aku tidak tahu siapa, Sinb pasti mengenal bagaimana dia sebenarnya hanya saja semenjak aku bertukar pesan dengan Changsub di mana Sinb selalu menggoda dan memperingatiku.
"Yewon, kau kenapa?," tanya Sinb ketika kami sarapan dan aku langsung menggelengkan kepala.
"Hari ini kita latihan lagi di agencynya bangtan karena pelatih yang meminta demikian," ucap Yerin menatap kami "jadi siapkan perlengkapan kalian."
Perlengkapan kami untuk latihan tidak terlalu banyak hanya baju ganti, handuk, perlengkapan mandi dan make up satu lagi tidak terlupakan masker dan juga jaket. Semenjak kami terkena kasus kata - kata kasar itu membuat kami tidak nyaman jika berada di agency ini karena pendapat buruk dari mereka semua.
Selama perjalanan Yuju duduk di sampingku menceritakan segala hal yang terjadi kemarin tentang bagaimana susahnya menghafal koreo meskipun ini sedikit mudah dibandingkan sebelumnya bagi Sinb, selain itu Yuju juga kesal dengan pandangan negatif orang pada kami semua dan aku hanya memberikan sedikit kata - kata penyemangat meskipun aku juga sama seperti dirinya.
Lagu ini sangat berebeda dengan lagu sebelumnya dan itu membuat kami sedikit takut atas hasil yang diterima nantinya, tapi para staf memotivasi kami bahwa ini akan membuktikan kualitas kami semua bahkan kami juga saling menyemangati satu dengan yang lain.
Latihan tanpa henti agar menghasilkan performance yang bagus membuat kami lupa waktu jika tidak merasakan perut yang kelaparan, Sowon dan Yerin mengambilkan kami makanan tapi belum sempat mereka keluar para staf masuk memberikan makanan pada kami semua yang langsung kami ucapkan terima kasih dan makan seolah benar - benar kelaparan.
"Sunbae," sapa Sowon sambil menundukkan wajah ketika melihat beberapa member Bangtan masuk yang hanya dibalas dengan senyuman.
Sinb adalah orang yang paling dekat dengan member Bangtan jadi ketika mereka datang langsung menghampiri dan menggoda Sinb, beberapa saat kemudian mereka terlibat dalam pertengkaran yang melibatkan Yerin juga. Kami berempat hanya saling memandang dan menggelengkan kepala melihat mereka yang seperti anak kecil.
"Kalian gak malu sama Umji?," ucap RM menghentikan tingkah mereka "Sinb kamu seusia Umji kenapa sikapmu.." menggelengkan kepala tidak bisa berkata - kata "pertahankan sikap ini depan kamera karena tidak mengubah dirimu begitu juga dengan kamu Yerin."
Kami memandang RM dengan bingung pasalnya bukan memarahi atau menasehati malah mendukung apa yang mereka perbuat.
"Maksud RM itu kalian jadi diri sendiri sama kaya kalian tampil di beberapa variety show," Jin menjelaskan sambil duduk sampingku "Umji ajarin aku bermain piano," Jin menatapku membuat aku menunjuk diri yang diangguki langsung.
"Oppa apa tidak salah meminta aku?," ulangku sambil menunjuk diri.
"Kalau aku minta Yoongi yang ada isinya marah dan tidur lebih baik denganmu itu pun jika kamu tidak keberatan," ucap Jin kembali.
"Hyung jangan aneh - aneh Umji juga sibuk bagaimana belajar bersama," ucap Jimin mendatangi kami.
"Yuju Eonni ayo kita latihan lagi," teriak Sinb membuat kami menatapnya "Yewon kamu belum selesai? kalau sudah ayo latihan lagi."
Aku mengangguk "oppa aku takut berjanji tapi kalau aku bisa nanti aku hubungi oppa langsung," aku menatap Jin yang hanya mengangguk mendengar jawabanku "oppa gak keberatan aku hubungi kan?."
"Hubungi aku saja Umji," sahut JHope memberikan senyuman menggodanya.
"Umji, kalau kamu kelamaan makan eonni tinggal," ucap Sowon menghentikan para member Bangtan.
"Eonni duluan saja nanti Umji sama aku," sahut Yerin yang diangguki Eunha membuat Sowon menghembuskan nafas dan meninggalkan kami dengan mengajak Yuju.
"Hyung nanti aku yang mengajari," ucap Suga mendatangi kami "kalau sudah selesai langsung latihan jangan menghabiskan waktu tidak berguna."
"Hyung," teriak mereka semua dan tatapan tajam dari Jin, Eunha dan Yerin namun Suga tampak tidak peduli.
"Bagaimana kalian bisa maju kalau malas - malasan begini," sambung Suga.
"Umji ayo segera habiskan makananmu," ucap Yerin dengan emosi.
Aku mengikuti perkataan Yerin dengan menghabiskan makanan tanpa memandang member Bangtan yang lain, setelah selesai kami membersihkan bekas peralatan makan dan melangkah meninggalkan ruangan. Beberapa saat aku mendengar perdebatan mereka tapi tidak mempedulikannya karena aku tahu apa yang dikatakan Suga adalah benar.
Selesai latihan dance ketika sudah merasa ok, akhirnya kami menghabiskan waktu dengan sedikit santai dengan saling bercanda. Sayangnya tidak bertahan lama karena harus mengambil vokal kami yang dirasa kurang, sambil menunggu waktu aku ke ruang piano tempat aku membuat janji dengan seseorang yang ternyata belum ada di tempat dan aku memutuskan memainkan piano dengan perlahan.
"Sudah sampai," ucapan seseorang menghentikan permainanku "maaf jika tadi kasar."
Aku menggelengkan kepala "apa yang oppa katakan benar karena tadi aku terlalu lama di sana."
"Minggu depan comeback?," aku mengangguk "lagunya bagus aku yakin bisa diterima banyak orang jadi jangan terlalu khawatir yang penting tampilkan semua kemampuan kalian dan jangan dengarkan orang lain," aku mengangguk sekali lagi "mengenai Jin Hyung tidak perlu dipikirkan karena ada aku dan agency yang melatihnya."
"Oppa baik sekali denganku," godaku membuat wajahnya memerah.
"Karena aku ingin punya adik perempuan, jika Jungkook sudah aku anggap anak sendiri maka kamu adalah adikku," ucap Suga setelah menetralkan dirinya sedangkan aku mengangguk "setelah kalian kami akan comeback juga."
Kami berdua akhirnya membicarakan mengenai comeback yang akan di jalani sambil bermain piano, tidak lama Eunha mendatangiku dan mengatakan jika sekarang waktunya aku untuk terakhir kalinya. Aku berpamitan pada Suga dan melangkah ke ruang vokal mengambil take vocal terakhir kali, tanpa sepengetahuan kami di mana beberapa member Bangtan memperhatikan prosesnya.
"Kamu tadi sama Suga Oppa ngapain?," bisik Eunha ketika kami berada di kamar berdua.
"Saling bertukar cerita dan memberi semangat, dia seperti oppa yang di rumah jadi jangan berpikir macam - macam eonni," aku menatap Eunha tajam yang hanya tersenyum.
Comeback kami berjalan dengan cepat, banyak yang merasa bahwa ini bukanlah kami sekali secara musik dan vokal. Kami berusaha menampilkan yang terbaik dan tidak lama orang - orang mulai menyukai lagu ini karena bagi mereka di mana kita berani mengambil musik di luar zona nyaman dan membuktikannya.
Kami mendapatkan penghargaan meskipun tidak sebanyak sebelumnya tapi setidaknya kami bisa membuktikan bahwa kami mampu dan bisa keluar dari zona nyaman, image kami yang seperti anak kecil sedikit hilang dari lagu ini dan kami sedikit bersyukur.
"Kita berhasil," teriak Yerin dengan wajah hampir menangis.
Kami saling memeluk di belakang panggung ketika selesai menerima penghargaan, kami tidak bisa menangis di atas panggung karena kata - kata kasar waktu kita menang pertama kali.
"Selamat untuk kemenangan kalian, jangan terlena karena jalan masih panjang."
Suga sering mengirimkan pesan motivasi padaku dan tentu tanpa sepengetahuan member lain, aku bukan ingin merahasiakan hanya saja hubungan kami murni adalah kakak dan adik bukan lebih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Idol (Revisi)
FanficApa yang ada dalam benak kita semua tentang Idol?pasti sesuatu yang menyenangkan karena dikenal banyak orang dan berkelimang harta lantas apa ada yang tahu bagaimana mereka menjalani hari-hari sebagai Idol? Cerita ini karya fanfiction awal aku tenta...
