Tersenyum Walau Tersakiti

166 12 0
                                        

Sarada POV

Aku telah mengganti baju, dan sekarang aku berniat untuk membuat makanan untuk Bolt, yaaa sebagai ganti karna telah merawatku, walau hanya untuk beberapa menit. Tapi aku sangat senang bisa mendapat perhatian darinya.

Ceklek

"Bolt?" Aku memanggil Boruto dari balik pintu kamarnya. Tidak ada jawaban. "Bolt? Aku akan masuk. Aku tersenyum saat melihatnya tertidur, bahkan dia belum mengganti bajunya, dan tas nya ada di lantai dengan beberapa buku yang keluar. Aku masuk dan mulai membereskan tasnya.

"Hihi, kau imut juga ya kalau sedang tidur. Dan terima kasih sudah merawatku, walau hanya beberapa menit" Ucapku pada Boruto yang sedang tidur. Aku melihat dia kedinginan, ya karna sekarang sedang musim hujan. Aku menarik selimut Boruto sampai menutupi tubuhnya.

Cup

Aku mengecup dahinya sekilas dan mengelus surai kuningnya. "Tidur yang nyenyak ya Bolt, aku akan menunggumu untuk bangun lalu kita akan makan malam" Aku bangkit dari posisi duduk, dan berjalan keluar kamarnya, dan mulai membersihkan bekas tadi aku memasak.

Boruto POV

Aku terkejut atas apa yang Sarada lakukan, mengingatnya lagi membuatku merona hebat. Tapi kenapa? Aku sudah menyakitinya, tapi dia masih bisa tersenyum dan masih berbuat baik padaku, bahkan dia mau membantuku untuk mendapatkan Sumire. Sepertinya kalau aku tidak pura-pura tidur Sarada tidak akan menyelimutiku, hihi.

Aku perlahan mengintip keluar kamar, dan melihat Sarada yang sedang mencuci piring. Jika dilihat, Sarada itu sangat cantik, siapapun yang mendapatkan'nya sangat beruntung ttebasa. 'apa yang kau pikirkan Boruto, kau hanya mencintai Sumire' Maaf Sarada aku tidak bisa membalas perasaanmu terhadapku.

Aku menghampiri Sarada dan duduk di meja makan. Sekarang sudah jam 06:00 sore, dan saatnya makan ttebasa.

"Salad? Kita makan apa? Aku sudah sangat lapar ttebasa" Ucapku tiba-tiba. Sepertinya aku mengagetkanya, karna

"Ow" (Sarada)

"Huh? Ada apa Sarada?" Aku bertanya sambil menghampiri nya. Ternyata aku memang mengagetkannya karna dia...

"Aku tidak apa-apa, hanya tergores pisau" Jawabnya.

"Maafkan aku ttebasa, aku tidak bermaksud mengagetkanmu" Ucapku dengan nada panik, aku segera mengambil tisu dan mengelap darah yang keluar dari jari Sarada

"Sudah ku bilang ini tidak apa-apa dibanding dengan kunai beracun atau katana papa" Benar juga ya, tergores pisau dapur hanya hal kecil, tapi kenapa aku sangat khawatir.

"Sarada, sepertinya kau tidak perlu memasak, kau kan sedang sakit" Ucapku mengalihkan pembicaraan. "Memangnya kau bisa memasak, lagian aku sendiri kan yang bilang kau lapar" Balasnya. Bodohnya aku ttebasa!!!

Sarada POV

Jujur kepalaku sangat sakit, tapi aku tau Boruto tidak bisa memasak, ditambah diluar hujan jadi dia tidak bisa membeli makanan, jadi terpaksa aku harus memasak.

"Dan jangan kau pergi membeli makanan Bolt, liat diluar sedang hujan deras" Aku memperingati Boruto yang menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Baiklah, tapi kau harus beristirahat setelah ini" Balasnya dengan nada serius.

"Oh ya, aku lupa memberi tahumu, besok di jam Olahraga, Rock Lee sensei bilang kita akan belajar bela diri, ya tapi mudah sekalu bukan, kita akan hanya belajar taijutsu" Aku yang medengar itu menjadi sangat senang, sudah lama aku tidak berlatih.

"Baiklah, sekarang kau lakukan apa yang kau mau sambil menunggu makan malam"

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

See you

The Other WorldStories to obsess over. Discover now