Author POV
Seperti biasa, pagi itu Romy berangkat sekolah bersama adik nya. Sesampai nya disekolah Romy langsung duduk di kursi nya dan kembali membaca buku untuk persiapan ulangan harian pelajaran IPA. Sahabatnya Dika juga ikut belajar bersama nya disusul oleh Anjani yang datang agak siang, sampai akhirnya bel masuk pun berbunyi.
Kegiatan Romy disekolah sekarang juga makin padat, mulai dari les, bimbel, pedalaman materi dan Try Out. Karena waktu menuju Ujian Nasional semakin dekat. Ditambah ia harus latihan untuk band nya yang akan tampil di acara perpisahan angkatan nya di sekolah. Sampai saat ini Romy pun belum memilih perguruan tinggi yang akan ia pilih untuk meneruskan pendidikan nya. Pikir dia, kalau bekerja perusahaan mana yang mau menerima Romy dengan keadaan ia yang sangat tidak memungkinkan untuk bekerja disebuah perusahaan. Kecuali kalau dia ingin membuka usaha sendiri atau meneruskan kios milik ibu nya.
“Pulang sekolah kamu rencana mau kemana Rom?” tanya Anjani kepada Romy saat jam istirahat tiba.
“Aku pulang sekolah ini mau bimbel abis itu aku mau latihan sama band dirumah Dika. Kamu sendiri ga bimbel?” ujarnya.
“Aku juga ada jadwal les sih. Kamu jangan terlalu cape, kamu kan baru aja sembuh kalau kamu kecapean, mau balik kerumah sakit lagi?” Anjani sedikit khawatir dengan keadaan Romy.
“Iya sayaang aku pasti jaga kesehatan aku. Aku gamau balik kerumah sakit lagi, iihh gak enak.” Jawab Romy dengan nada sedikit bercanda.
“Sekarang kamu makan yaa, gimana kalo kita makan bakso. Kayaknya enak nih, kamu mau kan?” ajak Anjani.
“okee makan apa aja asal sama kamu mah aku mau laahh hehhe.. ohiya pas acara perpisahan nanti aku mau tunjukin sesuatu ke kamu.”
Romy memang tengah merencanakan sesuatu dengan band nya yang dipersembahkan hanya untuk Anjani. Rencana ini sudah ia pikirkan dari jauh jauh hari, bahkan semenjak hari pertama mereka jadian.
“Kamu mau ngapain emang?” tanya Anjani bingung.
“Ada deehh rahasia, kalo mau tahu tunggu aja sampe acara pepisahan sekolah” Jawab Romy.
“Jadi sekarang kita main rahasia rahasiaan nihh.. okey kalo gitu.” Anjani menunjukkan wajah ngambek nya, dan itu membuatnya semakin imut.
“Penasaran yaa haha sabar aja sebentar lagi kok” jawab Romy sambil mencubit kecil hidung Anjani.
“iyaiya” Anjani menjawab dengan nada agak kecewa
“Kamu makin cantik kalo kamu ngambek” Romy menatap wajah Anjani yang tersipu malu oleh ucapan nya tadi.
“Apaan sii emang aku cantik dari lahir yee” Anjani mencubit pinggang Romy.
“Awww sakit tau, tapi gapapa deh kalo dicubit sama peri cantik kaya kamu.” Nada Romy menggoda dan kembali mendapat cubitan dipinggang nya.
“aaww udah kali sakit lama lama” sahut Romy sambil mengelus elus pinggang nya yang dicubit Anjani.
“Katanya tadi gapapa aku cubit” Anjani menjulurkan lidah nya mengejek Romy yang tengah kesakitan akibat cubitan nya itu.
“Aku tadi kan bercanda sayang, udah ampun yaa tuan putri” Romy dengan nada memohon.
“Yaudah ayo, gara gara kamu kita ga mesen mesen makanan nih. Aku udah laper juga” Anjani dengan nada tinggi nya.
“Siap tuan putri. Tuan putri mau pesan apa? Biar nanti saya yang belikan” Tangan Romy menunjukkan gaya hormatnya.
“Oke kalau begitu tolong antarkan saya ke warung yang jualan bakso disitu, saya mau makan bakso.” Anjani yang sekarang menunjukkan gaya nya sebagai Tuan Putri sungguhan.
“Baik, mari saya antar” Romy yang gaya nya sama persis seperti ajudan Anjani.
Mereka memang pasangan yang cukup romantis. Sampai sesekali mereka menjadi bahan perbincangan oleh para siswa siswi disekolah yang terlihat iri dengan kebersamaan mereka. Dika juga sangat senang melihat kebersamaan kedua sahabat nya itu. Romy sudah hampir melupakan tentang penyakitnya, walaupun dia sering melihat penyakit Romy itu kambuh. Tapi ketika saat bersama Anjani, Romy seakan akan sudah terbebas dari penyakit nya itu
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me, Please
RomanceDisaat sepasang kekasih yang saling menyayangi satu sama lain menjalin hubungan. Tetapi orangtua salah satu dari mereka melarang keras hubungan itu. apa yang harus mereka perbuat? Berjuang demi mempertahankan cinta mereka atau harus mengalah dengan...
