Romy POV
Sore itu aku langsung mandi dan memilih milih baju yang akan kukenakan untuk acara malam ini dirumah Anjani. Aku juga meminta pendapat adikku untuk penampilanku malam ini. Aku harus terlihat rapih malam ini.
“dek, kakak bagusan pake yang ini atau yang ini?” tanyaku sambil menunjukkan dua buah kaos ditanganku.
“Yang merah itu kak.” Jihan menunjuk kaosku yang berwarna merah.
“yang ini? Oke. Nah untuk luarnya kakak pake jacket yang mana. Yang ini atau yang ini? Tanyaku kembali.
“hhmmm yang mana yaa, dua dua nya cocok sih kak. Tapi menurut aku lebih bagus yang item itu.” Jawab Jihan sambil menunjuk jacket hitam di tangan kiriku.
“oke terimakasih, sekarang kamu keluar dulu kakak mau ganti baju yaa.” Aku menuruh adikku keluar.
“Jangan lupa yang wangi kak.” Perintah Jihan lagi, aku hanya menunjukkan jari jempol ku kearahnya.
Aku terus berdiri didepan cermin sambil merapihkan kembali rambutku, dan melihat lihat apa ada yang kurang dari penampilanku malam ini. Diluar terdengar suara Jihan mengetuk pintu kamarku sambil memanggil manggil.
“kak, udah selesai belum. Lama banget dandan kaya cewek, di depan udah ada kak Dika tuh nungguin.” Teriak Jihan.
“Iya iya ini udah selesai.” Aku berjalan keluar dan menyemprotkan lagi parfumku.
“Yaampun wangi banget, kakak make parfum dua botol yaa” Jihan menutup hidung nya.
“Kakak udah wangi kan, gimana udah rapih belum. Rambut kakak ga acak acakan kan?” tanyaku kembali pada Jihan.
“Udah, kakak udah ganteng perfect banget lah pokok nya. Dijamin kak Anjani klepek klepek sama kakak deh. Udah sana jalan, kak Dika nungguin.” Jihan agak mendorong tubuhku untuk berjalan kedepan.
“okedeeh makasih ya, nanti kakak bawain oleh oleh buat kamu deh” Aku mencium puncak kepala Jihan dan pergi kedepan untuk menghampiri Dika yang sudah menunggu.
“bu, Romy berangkat.” Teriaku, karna ibu berada di dapur.
“iya iya hati hati. Pulangnya jangan malem malem.” Teriak ibu dari dapur.
Saat aku berada diluar, disitu sudah ada Dika yang berdiri di depan mobilnya sambil melihat heran ke arahku. Mungkin dia terpesona dengan penampilanku malam ini.
“widih ganteng banget lu Rom, abis berapa jam lu buat dandan?” Dika menggeleng gelengkan kepalanya.
“Udah berisik lu, gimana keren kan gue?”
“Keren banget Rom, dijamin Anjani bakal klepek klepek sama lu dan semoga aja Risa nanti ga naksir lu ya haha.”
“Haha yaudah ayo jalan, keburu telat.”
Sebelum kerumah Anjani, kami terlebih dahulu menjemput Risa dirumahnya. Dalam perjalanan tak habis habisnya Dika dan Risa memuji penampilanku saat ini. Dan aku jadi malu sendiri haha oke ini lebay, lupakan.
Sekarang kami sudah sampai dirumah Anjani, sebelum turun aku menghubungi Anjani untuk memberi tahu kalau kami sudah ada didepan rumahnya sekarang.
“Halo, say kita udah didepan nih”
..................................................
“Langsung masuk gapapa?”
..................................................
“Yaudah kita masuk, bye” aku langsung menutup telpon
“Gimana?” tanya Risa.
“Katanya masuk aja, acara nya dihalaman belakang rumahnya. Nanti paling dibukain sama mamahnya.” Jawabku.
“Yaudah ayo turun” ajak Dika.
Sebelum kami memasuki rumah nya, Risa menekan bel yang ada di samping pintu rumah Anjani, dan terlihat mamah nya Anjani yang membuka pintu.
“Malem tante” sapaku.
“Pasti temen temen nya Anjani, ayo masuk Anjani masih dandan dikamar nya. Masuk aja ayo semua nya udah disiapin dibelakang.” Sahut ramah dari mamah nya Anjani.
Kami langsung duduk di tempat yang sudah disediakan di halaman belakang rumah Anjani. Sambil menunggu Anjani datang, kami sudah disediakan minum oleh mamah nya Anjani. Disana juga sudah ada kakak nya Anjani.
Tiba tiba terlihat sosok wanita anggun yang berjalan menuju kesini. Iya, itu memang Anjani. Dia terlihat sangat cantik dengan setelan dress yang dikenakan nya. Mataku tidak berkedip melihat nya yang tengah berdiri dihadapanku sekarang.
“hey, bengong. Dari tadi?” tanya Anjani membuyarkan lamunanku.
“eeh kamu cantik banget abisnya” aku tak menyadari ucapanku.
“ekhmm ekhhmm udah kali, kapan nih mulai nya” ujar Risadengan suaranya yang cempreng itu.
Ditengah tengah candaan kami, tiba tiba mamah nya Anjani datang menghampiri ke tempat kami berdiri saat ini.
“Sayang, mamah kok belum dikenalin sama mereka.” Ucap mamah nya Anjani.
“oh iya aku lupa mah, hehhe. Ini sabahatku Risa yang duduk sebangku sama aku, ini Dika sahabatku juga dan ini Romy... pacar aku.” jawab Anjani dengan agak berbisik mengucapkan kata pacar aku.
“Jadi ini yang nama nya Romy, ganteng yaa” ujar mamahnya Anjani dan membuat aku seketika malu dihadapan mereka semua.
“Iya tante” jawabku singkat.
“Kamu tinggal dimana nak Romy.?” Tanya mamah nya Anjani kembali.
“Saya tinggal di perumahan Persada tante.” Jawabku sopan.
“maahhh wawancara nya nanti dulu kali, kapan makan makan nya nih” rengek Anjani.
“Iyaudah sana kalian seneng seneng deh. Mamah kedalem dulu nyiapin minum, nanti mamah bawa papah kesini juga.” Sahut mamah nya Anjani.
Benar saja dugaanku kalau aku akan diperkenalkan dengan keluarga Anjani. Saat Anjani memerkenalkanku dengan ayahnya, aku merasa takut karena ayahnya Anjani seorang dokter.
Kami semua menikmati acara ini, keluarga Anjani begitu hangat seperti layak nya keluargaku. Kami bakar ayam, jagung dan makanbersama sama sampai lupa waktu. Dan tidak terasa jam sudah menunjukkan ke angka 10 malam. Kamipun langsung berpamitan kepada keluarga Anjani dan berterimakasih atas semua nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stay With Me, Please
RomanceDisaat sepasang kekasih yang saling menyayangi satu sama lain menjalin hubungan. Tetapi orangtua salah satu dari mereka melarang keras hubungan itu. apa yang harus mereka perbuat? Berjuang demi mempertahankan cinta mereka atau harus mengalah dengan...
