Aku menikmati makan malam ku dengan teman temanku, kami bercerita banyak sekali, sedangkan Ron hanya sibuk menjejalkan makanan kedalam mulutnya dan hanya menganggukkan kepala menimpali obrolan kami. Tiba tiba Hermione yang duduk disamping Ron, berkata kepadaku "Hey Helene, apakah kau mengenal Draco Malfoy? Karena daritadi dia memandangmu, ku rasa jika tatapannya itu bisa menembakkan laser, kepalamu akan berlubang" kata Hermione terkekeh.
Aku menoleh kebelakang, dan aku kembali beradu tatap dengannya, lelaki pirang yang bernama Draco Malfoy, sebenarnya dia cukup tampan, tapi sikapnya itu menjengkelkan. Ku akui, aku pun gadis yang keras kepala,dan aku tidak segan memukul orang jika orang itu sangat mengganggu ku.Tiba tiba Ron berteriak "Hey ada surat!" Seketika kami semua menoleh, dan burung hantu berterbangan di Great Hall, membawa surat dan berbagai hadiah untuk semua murid. Aku mendapatkan surat dari kedua orang tuaku
Untuk Helene, putri kami tercinta
Hai sayang, apa kabarmu? Ibu dan ayah sangat merindukan mu, kami harap kau baik baik saja di Hogwarts, bagaimana dengan teman temanmu? Apakah mereka anak yang baik?
Kami sudah mendengar dari kakakmu, ternyata Sorting Hat awalnya bingung menempatkanmu dimana ya, ayah dan ibu terkikik geli mendengarnya. Itu artinya putri kami benar benar anak yang hebat.
Dan kabarnya, kau memilih untuk bergabung dengan Gryffindor, kami yakin kau punya alasan yang kuat untuk berada disana. Ibu dan ayah benar benar merindukanmu. Semoga kelak kau bisa menjadi penyihir baik dan bijaksana.Dari Ibu dan Ayah ❤️
Aku tersenyum membaca surat dari orang tua ku, ketika tiba tiba seorang anak bernama Seamus berteriak kencang "Hey!Neville mendapatkan Remembrall!" seketika semua anak berlari menghampiri Neville.
"Aku tau itu, bola itu akan mengeluarkan asap merah ketika kau melupakan sesuatu" ucap Hermione. "Tetapi masalahnya, aku lupa apa yang sudah aku lupakan" ucap Neville dengan wajah memelas. Seketika semuanya tertawa, saat lagi lagi aku merasa seseorang terus memperhatikan ku dari belakang. Lagi lagi si Malfoy.
Segera Malfoy mengalihkan pandangannya dariku, kembali dengan pipinya yang memerah. Apakah dia alergi? Atau dia demam? Aku kembali berbalik dan menghabiskan makan malamku.
Setelah makan malam, aku menghampiri kakakku yang menunggu ku didepan Great Hall. "Kakak" seru ku sambil berlari kecil dan memeluknya. "Adik kecil, apa kau senang disini? Kau mendapatkan teman teman yang baik sepertinya" ucapnya sambil mengelus kepalaku. Membuat teman teman kakakku sontak terkejut, lalu salah satu teman kakakku berkata "Oh wow, pria dingin yang menolak banyak gadis ini ternyata sungguh penyayang kepada adiknya yang manis" ucapnya. Kakakku hanya tertawa dan berkata "Tentu saja, dia adalah adikku, dan tentu saja aku akan menjaga malaikat kecil yang keras kepala ini" ucap kakakku sambil tertawa dan mencubit pipi ku.Sebelum kami berpisah dan menuju asrama masing masing, kakakku tidak lupa untuk memberikan selamat kepadaku karena sekarang aku salah satu murid di Hogwarts.
Aku kembali menyusul teman temanku yang sudah menungguku, setelah melambaikan tangan ke kakakku, kami kembali ke asrama. Prefek asrama kami memimpin didepan, sepanjang jalan, kami hanya terkagum kagum dengan sekolah ini. Ornamen nya yang luar biasa, tangga tangga bergerak, hantu hantu yang melayang kesana kemari. Lalu kami tiba didepan sebuah lukisan, terdapat wanita gemuk di lukisan itu. Lalu Prefek mengucapkan sebuah sandi, dan lukisan itu membuka. "Oh wow!" Ron tidak bisa berhenti kagum rupanya.
Kami memasuki ruang rekreasi Gryffindor, keren sekali didalam sini. Lalu aku dan Hermione menuju kamar wanita, disana, aku sekamar dengan Hermione, barang barang kami sudah lengkap berada disini. Bahkan burung hantu ku juga sudah ada disini, aku duduk dan memangku kandang burung hantu ku. "Karena kau mempunyai bulu berwarna putih, dan bulu mu yang terlihat halus, aku akan menamaimu Snowy" kataku tersenyum.

KAMU SEDANG MEMBACA
DIFFERENT
Fanfiction[COMPLETED] Bagaimana jadinya jika murid dari dua asrama yang sangat terkenal selalu bermusuhan saling jatuh hati? Apakah mereka akan mengikuti kata hati masing masing dan bisa bersama atau akan tetap bersikukuh pada ego masing masing untuk tetap s...