Inikah Akhir Cerita

1.2K 59 48
                                        

Semua ku serahkan pada-Mu tuhan, apapun yang terjadi. Tapi jika boleh aku meminta lagi, jangan engkau akhiri cerita bahagia ku.
.
.
.
.
-------------------------------

Satu bulan telah berlalu, apakah ini saatnya dia harus mengakhiri cerita bahagianya? Semua tergantung pada tuhan, apa tuhan masih berbaik hati pada dirinya, atau sampai disini ia hidup dengan penuh warna, lalu kembali ke kehidupan yang penuh dengan hitam dan putih, tidak ada warna lain? Memang itulah kehidupan sebelumnya, tidak ada warna, tidak ada tawa, dan tidak ada kasih sayang.

Matahari dengan semangatnya memancar kesegala penjuru, masuk melewati celah-celah jendela.

Di dalam kamar terdapat bocah tampan yang masih asik dalam dunia mimpinya, mungkin dunianya tak seindah dunia mimpinya.

Matanya mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke pupil matanya. Entahlah kepalanya saat ini sangat pusing, bagaimana tidak?! Semalaman ia terus menangis tanpa suara, mengingat semalam adalah malam terakhir ia disini? Dia tertidur kira-kira pukul 3 pagi. Dan sekarang ia terbangun pukul 9 pagi karena ia sedikit terusik dengan kegaduhan di luar sana.

Ia bangkit dari tidurnya, menatap sekelilingnya, tirai masih menutupi setengah, apa Bunda nya sengaja agar dia bisa tidur?

Pintu, masih tertutup rapat seperti tidak ada orang yang masuk kedalam kamarnya.

Kemudian ia turun dari ranjangnya perlahan, ia diam sejenak rasa pusingnya membuat rumahnya berputar.

Ckleekk..

Betrand membuka pintu kamarnya pelan, tidak ada orang? Ia berjalan kearah pintu dan disana dirinya bertemu dengan Ayah dan Bunda, juga adiknya sudah berpakaian rapi, seperti akan pergi jauh.

"Ayah, Bunda, mau kemana?"

Bunda langsung mengalihkan tatapannya, ia berusaha tidak menatap wajah putranya, ia tidak sanggup untuk pergi jauh dari putranya, benar-benar tidak sanggup, apalagi untuk menatap mata putranya, meski untuk terakhir kalinya?

"Bunda.." Panggilnya, sembari memegang lengan Bundanya.

Namun, dengan cepat Bunda menyingkirkan tangan Betrand lalu pergi meninggalkan suami dan kedua anaknya.

Betrand terdiam membisu, hatinya sesak, ada apa? Kenapa Bunda seperti ini?! Ia menatap tangannya, kenapa Bunda tidak ingin dipegang olehnya?! Betrand menatap Ayah, meminta penjelasan.

"Pak..!! Mereka udah dateng!!" Teriak seseorang dari bawah, langsung saja Ayah turun kebawah tanpa menjawab pertanyaan putranya.

Kembali ia ditinggalkan, tadi ia ditinggalkan oleh malaikat cantiknya sekarang, ia ditinggalkan oleh malaikat gagahnya. Betrand menatap adiknya yang masih berdiri di depannya, apakah princess kecil nan imut ini juga akan meninggalkannya?

"Onyo kok gak siap-siap?" Tanya Thalia, dengan mengguncangkan tangan Kokonya.

"Emang Cici mau kemana?" Tanya balik Betrand, dengan suara menahan tangis, kenapa Betrand ingin menangis?

"Kita kan mau jalan-jalan ke luar negri.." Jawabnya girang.

Deegg..

Hatinya kembali sesak, sangat sesak, kenapa tidak ada yang memberi tahunya? Apa Ayah dan Bunda sengaja melakukan itu? Betrand memejamkan matanya, disana terlihat air bening mengalir dan membasahi pipi chubby nya.

"Onyo kenapa?"

Betrand langsung turun kebawah menyusul Ayah dan Bundanya, tanpa menjawab pertanyaan adiknya. Dia berjalan dengan cepat dengan air mata yang masih mengalir. Thalia pun langsung berlari di belakang Kokonya.

All About You [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang