Sisi Lain Betrand

631 46 12
                                        

Aku mengenalmu sudah cukup lama, iya aku tahu pasti kamu pun memiliki sisi itu. Tapi aku tidak pernah membayangkan sejauh itu.
.
.
.
.
-------------------------------

Beberapa hari setelah kejadian di kebun binatang, Aunty Wendy yang pada dasarnya pasti akan bercerita apapun tentang keponakannya kepada orang tuanya, itu membuat Ayah maupun Bunda semakin berhati-hati ketika ingin membicarakan hal yang sensitif bagi putranya.

Tanpa sepengetahuan Betrand, sebenarnya Ayah dan Bunda sedang memikirkan bagaimana cara terbaik agar kedua pihak baik putranya maupun 'mereka' tidak merasakan kecewa. Ayah dan Bunda sedang berusaha.

Hari ini Betrand kembali mengajak Ayla refresing setelah pulang sekolah, seperti biasa, Betrand akan bercerita tentang apa yang ia rasakan.

"Taman mulu bosen..!" Ucap Ayla.

"Emang mau kemana lagi?"

"Yaa.. kemana kek, gitu.. Oh iya! Aku belum nepatin janji ya main sama Cici."

Betrand sempat berpikir sejenak.

"Iya, mau ikut pulang?"

"Emmm.. ikut gak ya?"

"Dih malah nanya."

Ayla terkekeh, melihat raut wajah Betrand yang lucu.

"Udah ah, katanya mau cerita."

"Oh iya, lupa, hahahaha.." Ucapnya sambil tertawa.

Ayla pun ikut tertawa mendengarnya, sifat lawaknya keluar.

"Jadi gini, Ay kemaren kan Betrand.. eh bukan kemaren tapi beberapa hari yang lalu pergi ke kebun binatang sama Aunty Wendy sama Uncle Joe."

"Sama Cici juga." Ucapnya melengkapi.

"Iya itu, hehehe.. terus pas jalan-jalan nih, Betrand liat Ayla lo sebenernya." Ucapnya, Ayla menautkan kedua alisnya, bagaimana bisa?

"Masa?! Ayla di rumah doang loh.." Sahutnya, dengan wajah bingungnya.

"Beneran Ay, Betrand liat Ayla di kandang sambil makan pisang." Ujarnya dengan wajah seriusnya.

"Aahhh heheheh.. Betrand mah gitu!! Apaan sih aghh.." Ngambeknya, sembari sedikit terkekeh, tunggu dia menertawai dirinya sendiri?

"Hahaha.. Ayla disana lucu banget deh, ahahah.." Sahutnya dengan tertawa.

"Aaahh.. Betrand gak boleh gitu ihh..." Rengeknya mengerucutkan bibirnya.

Tawa milik Betrand semakin mengudara, tidak memperdulikan rengekan sahabatnya.

Detik selanjutnya setelah Betrand merasa puas untuk tertawa, kini mulai bercerita yang sesungguhnya.

"Haha.. Sorry Ayla, ini beneran Betrand mau cerita."

"Ya udah apa?"

Betrand diam mengehela nafasnya pelan.

"Betrand masih takut Ay." Ucapnya pelan.

"Takut kalo semua yang Betrand khawatirin jadi nyata, meskipun Ayah Bunda sama yang lainnya bilang nggak ada apa-apa. Tapi itu gak bisa ngurangin rasa takutnya." Jelasnya.

"Betrand berharap semua doa-doa Betrand di kabulkan, cuma satu Betrand mau sama-sama terus, cuma itu Ay." Lanjutnya.

"Iya Ayla, tau.. tapi Betrand juga jangan terlalu mikirin itu dong, percaya semua baik-baik aja. Kalo Betrand mikirin itu terus nanti Betrand sakit gimana.?!" Sahutnya.

All About You [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang