Chapter 33

1K 56 8
                                        

🦄QUEENERA🦄

Hari libur ini tepatnya setelah hari sabtu, Queen ingin berjalan-jalan. Ia sedang duduk di meja makan menikmati sarapannya sendiri. Sementara semua anggota keluarganya sudah tidak terlihat setelah ia bangun pukul delapan tadi.

Queen menatap Fera yang sedang sibuk didapur untuk membuat sesuatu.

"Mommy, Queen ingin jalan-jalan." Ujarnya setengah berteriak.

Jarak antara ruang makan dan dapur tidak dekat ya, namanya orang kaya pasti dapurnya kepisah dong.

"Habiskan dulu sarapanmu sayang." Balas Mommy menoleh pada Queen lalu berhenti sejenak dari kegiatannya kemudian menghampiri Queen.

"Queen sudah selesai mom." Ucapnya setelah melahap makanan terakhir menggunakan sendok.

Fera tersenyum lembut, kedua tangannya bertumpu di atas meja makan sembari memandang Queen.

"Bagus Queen, tapi Mommy minta maaf tidak bisa menemani kamu pergi karena sedang menunggu kue buatan mommy matang sayang."

"Queen bisa minta antar pak supir ya, jadi sekarang Queen ingin jalan-jalan kemana?" Tanya Fera.

"Ehm Queen belum tahu." Queen memberikan gelengan kecil pertanda bingung.

Fera berpikir sejenak lalu membalas setelah menemukan ide.

"Ah bagaimana jika kamu berkunjung ke perusahaan saja, ada kak David dan daddy disana. Kamu bisa berikan kejutan kepada mereka?"

"Apa Queen harus bawa hadiah?" Tanya Queen polos membuat Fera tertawa kecil.

"Tidak usah sayang, cukup kamu datang saja mereka pasti sangat senang."

Queen mengangguk setuju.

"Oke Queen akan pergi menemui kak David dan Daddy."

"Ya sudah sana." Kata Fera dengan mengusap rambut Queen gemas.

"Ay ay capten, Queen mau siap-siap dulu mommy." Queen berkata dengan semangat sambil mempraktekkan ala hormat.

"Dasar, Queen" Fera terkekeh akan tingkah laku putrinya itu.

🦄🦄🦄

Mata bulat itu mengerjap menatap bangunan besar dan bertingkat yang ada dihadapanya.

"Nona

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nona."

Panggilan pak supir menyadarkan Queen yang sedang memandang kagum gedung perusahaan milik keluarganya.

“Silakan masuk saja, Nona, dan cari sekretaris Tuan David yang bernama Amira. Saya sudah berpesan padanya untuk mengantarkan Nona kepada Tuan nanti.”

"Iya Pak, terimakasih sudah antar Queen."

Queen mulai berjalan memasuki gedung tersebut, setibanya di lobi perusahaan yang terlihat sepi karena belum masuk jam makan siang.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 11, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

QUEENERATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang