Selamat datang dalam permainanku
Kau adalah avatarku
Turuti perintahku
Hidup dan matimu adalah kehendakku
•••
Pintu ruangan terbuka tiba-tiba. Seorang pria tampak panik dan tergesa-gesa.
"Tuan. Ini gawat." - ujarnya sambil berlutut menghadap Song Hwa.
"Tolong tuan maafkan kami." - lanjutnya, ia ketakutan dan tampak sangat cemas akan suatu hal.
"Ada apa? Tenanglah. Bicaralah perlahan." - Song Hwa.
"T-tuan, nona muda dia..." - jawabnya takut-takut.
"Kenapa?! Apa yang terjadi pada Seoyun?" - Taehyung yang khawatir segera menghampiri pria itu.
"Ada apa dengan Seoyun?" - Song Hwa.
"Nona muda menghilang tuan." - jawab pria itu.
"Apa?!" - Song Hwa langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Kenapa dia bisa menghilang?!" - tanyanya.
"Kami tidak tau tuan, kami tadi sedang menunggu nona muda kembali dari toilet. Namun setelah kami tunggu selama tiga puluh menit nona masih belum kembali, kami langsung mengecek toilet namun tidak ada siapapun disana." - jelasnya.
"Kalian lengah lagi! Sudah kubilang, jaga dia! Kalian ingin mati?!" - bentak Song Hwa murka.
"M-maaf tuan, tapi kami tidak bisa mengikuti Nona muda saat ia ingin ke toilet." - pria itu berlutut memohon ampun.
"Kalian semua segera cari Seoyun, cek cctv dan juga lokasi menghilangnya Seoyun. Jangan sampai tertinggal satu petunjuk pun." - perintah Song Hwa.
Semua orang bergegas melaksanakan perintah Song Hwa, Taehyung pun menelpon anak buahnya untuk ikut mencari Seoyun.
"Dan untukmu." - ujar Song Hwa pada bodyguard pria tadi.
"Tuan, saya mohon ampun. Saya berjanji akan berhati-hati lain kali. Saya mohon biarkan saya hidup tuan." - mohonnya.
"Ini adalah kesempatan terakhirmu, kesempatan mu telah habis dan sekarang kau hanya layak mati." - Song Hwa.
"Kalian, bawa dia dan rekannya ke penjara dan siksa mereka sampai mati." - perintah Song Hwa kepada dua orang pria bertubuh besar, berotot dan berwajah garang.
"Baik tuan." - ujar keduanya. Mereka menyeret kedua bodyguard Seoyun pergi meninggalkan ruangan. Sementara itu, bodyguard itu tampak berusaha memohon ampun pada Song Hwa namun diabaikan sepenuhnya.
"Master, aku menduga kalau Demon Blood telah bergerak. Aku takut kalau menghilangnya Seoyun adalah karena ulah mereka." - Tae.
"Kau memang benar, tapi mereka tidak akan bertindak secara langsung saat kau dan anak buahmu memblokir semua pergerakan mereka. Aku curiga kalau mereka telah bersekutu dengan gank lain." - Song Hwa.
"Anda benar master, aku sangat yakin kalau gank itu adalah AG." - Tae.
"Siapapun itu, jika dia berani menyentuh cucuku aku akan menghancurkan mereka semua detik ini juga. Aku bersumpah akan memberi mereka balasan yang sekejam-kejamnya." - Song Hwa.
.
Flashback
Lima puluh menit yang lalu, setelah pesta berakhir.
KAMU SEDANG MEMBACA
B.O.S.S - [END]
FanficPepatah mengatakan, 'Yang kuat menindas yang lemah dan yang lemah hanya bisa tunduk pada kekuatan.' Entah itu dalam harta maupun kekuasaan. Dalam dunia politik, pengusaha, maupun MAFIA. Perkenalkan. Dia adalah Victor, sang penguasa dunia bawah. BOSS...
![B.O.S.S - [END]](https://img.wattpad.com/cover/235396154-64-k9333.jpg)