Dua Klan dari Bangsa Vampire dan Bangsa Werewolf berebut seorang Anak Manusia bernama Perth Tanapon.
Rate : T-M
Boy x Boy
Mark Siwat: Dominan
Saint Suppapong : Dominan
Perth Thanapon : Submisif
-Jangan anggap aku adik kecil, karena aku menyukai Nona Peri-
...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
...
Mark merasa tidak tenang, ia jadi gelisah, memikirkan apa yang terjadi hari ini. Dia bergulingan diatas tempat tidur.
Seingatnya ia habis bercanda dengan Perth, lalu tiba-tiba berada di tempat Atta yang terluka. Ada May dan Bass juga. Tapi luka Atta maupun May bisa sembuh dengan sendirinya.
Siapa yang sudah menolong Atta dan May sebenarnya. Mark hanya merasa bahwa ingatannya sengaja di hapus, tapi oleh siapa?
Mark menghela nafas kesal, karna bosan, ia pun memilih pergi ke Perpustakaan bawah tanah di Rumahnya.
Perpustakaannya sangat luas, mungkin juga bisa digunakan untuk main Sepak Bola.
Buku-buku dari berbagai belahan dunia, semua bahasa, semua genre, dari berbagai masa. Mark menyihir tempat ini menjadi Tempat dimana Waktu terhenti, agar buku-buku itu awet.
Sebagian banyak ini juga Buku Koleksi milik Pinnara. Mark mencurinya. Meminjamnya. Dan kadang Pinn marah karena Mark beralasan Hilang.
Ada juga beberapa yang ia beli sendiri, dengan rekomendasi Buku yang ada di Perpustakaan Pinnara. Karena tempat ini Waktu tidak berjalan, maka artinya sama saja ini Ruangan yang tetap sama lebih dari 10.000 tahun yang lalu.
Mark mengambil Novel Romansa.
Mark mulai tenggelam dalam dunia Novel tersebut.
"Aku juga ingin membuat Perpustakaan, tapi aku masih tinggal di Panti Asuhan." keluh Mark yang masih berusia 15 tahun. Pinnara mengusak rambut Mark. Ia tertawa.
"Saat kamu keluar dari Panti, tinggal saja disini, aku akan membuatkan Pintu Khusus untukmu yang akan menghubungkan kamu dan perpustakaan milikku. Jadi saat kamu ingin datang kesini, buka pintu manapun dan saat kamu membukanya tadaaa kamu pun berada disini." kata Pinnara menjanjikan hal itu.
Mark antusias sekali.
Mark yang mengingat soal Pintu pun jadi ingin mencobanya, apakah masih bisa?
Mark membawa Novelnya lalu menuju Pintu lemari di Perpustakaan.
"Aku ingin datang ke tempat itu, masihkah Pintu yang kamu janjikan ada?" tanya Mark tidak yakin, dia menutup matanya lalu membuka pintu Lemari itu.
Saat membuka mata, ia tersenyum.
Masih sama, Pintu yang dijanjikan oleh Pinnara.
Mark memasuki Perpustakaan milik Pinnara.
Semuanya masih sama, tidak ada yang berubah. "Masih sama, ribuan tahun berlalu, tempat ini tidak berubah, kecuali kamu yang tidak akan ada disini." gumam Mark pada bayangan Pinnara yang berlalu di hadapannya.