22 - Obsesion

297 44 1
                                        

- Karena sejak awal kamu adalah milikku. -

 -

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

...

Perth tiduran dengan berbantal paha Mark, sedang Mark sibuk mengerjakan Tugas milik Perth di Laptop.
"Apa kamu sangat mencintai Pinnara?" tanya Perth pada Mark.

Perth paham Mark sudah mengetahui soal Pinnara dan dirinya.
"Iyah, sebelum aku bertemu denganmu." jawab Mark dengan jujur.
"Lalu bagaimana perasaanmu tentang Vic yang ternyata menyukai Pinn juga dulu?" tanya Perth membuat Mark menghentikan pekerjaannya lalu melihat Perth yang ada dibawahnya.

"Bagaimana kamu bisa tahu soal itu Perth? Apa Blue yang mengatakannya padamu?" tanya Mark heran.
"Vic yang mengatakannya padaku." jawab Perth jujur.

Perasaan Perth pada Blue masih ada tapi Perth merasa nyaman akan cinta Mark yang bertumbuh tulus.

"Merasa bersalah, jika saja aku tahu Tuan Vic yang dulu sangat mencintai Nona Periku, mungkin aku akan berusaha keras untuk membunuh perasaanku." ucap Mark yang menyesali mengapa dia harus jatuh cinta pada yang jelas tidak bisa dimiliki.

"Apa kamu pun menyesal jadi Vampire?" tanya Perth.
Mark mengangguk.

"Kalau aku mati sebagai manusia, aku tidak mungkin mengingat tentang kehidupanku sebelumnya termasuk tentang Pinnara. Atau jika aku mati dan musnah karena Racun dari Vic, maka aku juga tidak akan bertemu Pinn lagi di masa mendatang dan Pinn pasti masih hidup sampai sekarang." pada dasarnya Mark hanya seorang Vampire yang tidak memiliki hati karena hatinya mati bersama Pinnara.

Perth bangkit dari rebahannya lalu duduk menghadap Mark.
Perth menangkup pipi Mark dengan kedua telapaknya.

"Lalu apa kamu menyesal bertemu Pinn?" tanya Perth membuat Mark terdiam.

Perth menatapnya dengan hangat.

"Tidak." jawab Mark dengan tegas.
Untuk satu itu, Mark tidak menyesalinya.

Perth tersenyum mendengarnya.

"Kalau begitu kamu tidak salah bertemu Pinnara, kamu tidak salah saat jatuh cinta pada Pinnara dan juga bukan salahmu tidak musnah malah jadi Vampire, semua itu bukan salahmu." perkataan Perth hanya sebuah kalimat penenang, tapi memiliki efek yang benar-benar membuat Mark begitu tenang.

"Bukan salahmu menunggu begitu lama hanya untuk Pinnara. Semua yang terjadi padamu bukan semata kesalahanmu." kata Perth membuat Mark menarik tubuh Perth yang hangat untuk dia peluk.

Perth kini paham sikap Arrogan dan menyebalkannya Mark adalah refleksi dirinya yang kelelahan hidup ribuan tahun yang menanti Pinnara datang.
Meski kebencian tumbuh subur dalam diri Mark.

Perth tahu itu hanyalah rasa kecewa pada diri Mark yang menanti Pinnara datang dengan penjelasan mengapa Pinn menusuknya.

Kebencian yang serupa dengan Kerinduan.

V.A.M.P.I.R.E (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang