ᴛʜɪʀᴅ

505 17 0
                                    

Mari bersyukur mereka semua tamat, habis sudah masa belajar mereka, sekarang biarkan mereka menjadi orang yang bebas didunia yang besar ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mari bersyukur mereka semua tamat, habis sudah masa belajar mereka, sekarang biarkan mereka menjadi orang yang bebas didunia yang besar ini.

Semuanya makin sibuk sekarang, tapi setidaknya tak sesibuk masa pembuatan skripsi kemarin

Chell yang sibuk dengan bukunya yang akan terbit dibawah perusahaan vane.

Vannesa yang kini memegang perusahaan besar.

Alena yang mulai merencanakan pembukaan club diberbagai kota lain dan rencananya akan menjadi kepala chef dikantor vane.

Sedangkan gina hidupanya dari awal sudah santai, mungkin dirinya dan vane yang lebih sibuk vane dari pada dia, bahkan dia lebih terlihat santai dari lada pegawai lain, contohnya disaat pegawai lain bekerja dia biasanya berjalan kearah meja-meja pegawai lainnya dan menawarkan kopi yang akan dibelinya dibawah.

"Oi mau kopi ga?" dalam hati vane serasa ingin memecat gadis itu tapi dia mikir nanti gina makan apa.

"Gue ga deh, nanti aja" ucap vane lalu kembali menatap berkas-berkas ditangannya.

"Ish bu ceo, sok sibuk banget dah" ucap gina melihat 2-3 tumpuk kertas dimeja vane, vane hanya memghela nafas, gina tak akan membiarkan dia bekerja dengan tenang.

Tapi tunggu apa gina salah lihat atau memang vannesa pucat.

"Ehh lo sakit? Ayo gue anterin kedokter" vane hanya menggeleng tak tau, dia memang akhir-akhir ini merasa pusing mungkin karena terlalu banyak proyek yang harus diurusnya dia jadi  kelelahan dan kurang tidur.

"Iya abis gue kerja temenin kedokter yah?" ucap vane dan mendapat anggukan dari gina.

"Iya-iya, gue kebawah dulu yah" ucap gina lalu berjalan keluar dari ruangan vane, dia membiarkan vane bekerja dengan tenang.

"Tuh anak kenapa dah" gumannya pelan.

°sᴡᴇᴇᴛ ғᴀᴍɪʟʏ°

Selesai bekerja, gina sudah menunggu vane didepan ruangannya, takut aja gitu vane lupa mau kedokter.

"Masih pusing?" tanyanya saat melihat vane keluar dari ruangannya, vane membalasnya dengan anggukan.

Diperjalanan kerumah sakit vane beberapa kali memegang kepalanya, dia meresa begitu pusing, gina sampai panik melihatnya terus-terusan bertingkah seperti itu.

°sᴡᴇᴇᴛ ғᴀᴍɪʟʏ°

Setelah banyaknya jadwal selesai, chell memilih kembali keapartnya dan tidur, namun sesampainya disana dilihatnya kekasihnya sedang memasak membelakanginya.

"Ish pacar siapa sih?" ucap chell lalu memeluk rey dari belakang dia senang aja gitu capek seharian terus tiba-tiba ngeliat pacarnya kayak energinya terkumpul kembali.

"Hey udah pulang sayang?" Tanya rey dan dihadiahi pukulan kecil dibelakangnya.

"Terus dibelakang kamu siapa kalo aku belum pulang?" rey tertawa lalu membalikan badanya membalas pelukan chell.

"Yah kan siapa tau aku halu karena rindu" rey tertawa gemes melihat ekspresi chell.

"Iya mentang-mentang jadi  ceo, kayak santuy aja yah kamu" rey hanya menatap gadis itu dengan senyum

"Aku mah bebas" ucapnya final lalu kembali lanjut memasak, dan chell duduk dimeja makan yang menghadap langsung kedapur.

"Ish padahal vane sibuk banget loh, aku denger dia lagi kerumah sakit sama gina" ucapnya, dia sedikit khawatir dengan keaadan vane, tapi vane udah bareng gina kok, jadi dia ga terlalu khawatir banget.

"Vane beda lagi sama aku, wajar aja sih dia sibuk" ucap rey lalu dia menyajikan makanan buatannya, malam itu mereka berbincang panjang sambil menonton tv.

°sᴡᴇᴇᴛ ғᴀᴍɪʟʏ°

ʙᴀᴅ ᴡᴏʀᴅ!

Musik dj terpasang sangat keras disini, alena sedang pengen aja nyantai dikaryanya sendiri, club yang dibuatnya secara iseng malah laris sekarang.

Ponselnya berdering, dia membuka ponselnya gina menelponnya.

"Halo?"

"Oyy vane sakit deh kayaknya"

"Sakit apa dia? Udah kedokter?"

"Bangsat diclub lo yah? ribut tai"

"IH DITANYA BAIK-BAIK MALAH DIMAKI BAJINGAN EMANG"

"Ehh setan jan bikin gue maki-maki dirumah sakit ya"

"Lo yg mulai bangsat"

"IHH biar lo dosa, mana udah bikin tempat buat orang bikin dosa juga, biarin lo, dosa numpuk"

"Teman bajingan, sialan, setan"

"Ehh tunggu bentar ini direktur rsnya jalan kearah gue njir"

"Jan geer bangsat"

"Ehh udah yah bai"

"Dasar gila" gumannya pelan.

"Dasar gila" gumannya pelan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Please press the star

|
|
|

Thank you we really appreciate it

Keep support us!


reyhan milens

sweet family ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang