#4

677 43 0
                                        

"Penjelasan sampai disini saja,kalau ada yang ditanyakan simpan saja untuk permenuan berikutnya" Ucap Jeha mengakhiri rapat dengan para karyawannya

"Kau sibuk ?" Tanya Jowoon membuka pintu ruangan Jeha

"Ada apa ?"

"Hanya ingin menemuimu saja"

Jeha hanya memutar bola matanya malas dan memilih menyibukan dirinya dengan kertas-kertas dimeja.

"Ada apa ? Jangan menatapku terus atau aku congkel kedua matamu" Ucap Jeha

Jowoon seketika terkejut lalu berdehem canggung.

"Sebenarnya bukan masalah penting,hanya saja aku boleh meminta bantuanmukan.Pergilah ke pertemuan besok siang,aku tidak bisa ikut karena ada pemotretan"

"Sebegitu sibuknyakah kau,sampai-sampai meminta orang lain menyelesaikan tugasmu"

"Hey ayolah,akan aku berihadiah seperti biasanya.
Kau tahukan aku sibuk dengan filmku jadi aku tidak terlalu punya banyak waktu luang"

"Sikapmu menyebalkan sekali"

"Tolong ya,Jeha"

"Memohon dengan benar,Seok Jowoon"

"Panggil aku Hyung,bodoh.Ya sudah aku pergi,
mohon bantuannya adikku sayang" Ucap Jowoon lalu pergi dari ruangan Jeha

Jeha mencebikan bibirnya kesal,meski dirinya tidak terlalu akur dengan Jowoon tapi tetap saja akan mengabulkan permintaannya dan tentu tidak gratis.
Pintu ruangannya kembali terbuka dan masuklah Dongha.

"Tumben kau menemuiku disini,Kim"

"Ini yang kau pinta" Dongha melemparkan amplop putih ke meja Jeha

Jeha menaikan sebelah alisnya lalu membuka isi amplop itu.

"Riou Mason Busujima,seorang pemuda dari Jepang.Dia dulu mantan anggota pasukan khusus militer Jepang dan sepertinya dia telah menjadi korban perdagangan manusia.Dia baru tiba di Korea beberapa minggu yang lalu,cukup sulit menemukan data dirinya karena tidak terlalu lengkap hanya itu yang aku dapatkan"

"Perdagangan manusia ?" Jeha mengerutkan dahinya

"Dari data yang aku dapatkan,dia diselundupkan bersama beberapa orang untuk dipekerjakan secara kasar dan sepertinya dia berhasil kabur"

'Tolong jangan lapor polisi atau mereka bisa menemukanku'

Jeha mengingat pertemuan pertama dengan Riou,saat itu anak itu bersembunyi didalam mobilnya.

Jeha menekan tombol dimejanya dan menyuruh orang-orang suruhannya untuk masuk.

"Temukan orang yang ada difoto ini dan bawa dia padaku" Ucap Jeha

"Baik,Master" Para bawahannya membungkuk hormat lalu pergi

"Kalau sudah ketemu,mau kau apakan anak itu ?" Tanya Dongha

"Tentu saja menjadikannya milikku.Sudah aku bilang aku bosan dan butuh sesuatu untuk menghiburku"

"Jangan gila,dia manusia bukannya barang atau hewan"

Jeha hanya tertawa hambar dan menatap temannya itu santai.Melihat itu,Dongha memutar bola matanya malas.

Hari ini cafe sangat sibuk karena hari libur dan pengunjung semakin ramai.Riou juga sibuk membuat pesanan dan mengantarkannya ke pelanggan.

"Riou bisa tolong buang sampah kebelakang" Ucap Minjun

"Tentu,kebetulan aku mau kebelakang"

Riou membawa 2 bungkusan sampai ditangannya dan pergi kebelakang,memasukannya kedalam tong besar yang sudah tersedia disana.Menghela nafas dan mengusap peluhnya karena merasa lelah.

MaddogTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang