#9

449 32 1
                                    

Jeha menggeliat tidak nyaman saat merasa sinar matahari menyenter ke arahnya,lalu membuka matanya dan melihat Riou yang tengah menyiapkan pakaian untuknya.

"Jam berapa sekarang ?" Tanya Jeha dengan suara serak

"Pukul 7 pagi.Minumlah,ini bagus untuk menghilangkan hangover" Riou memberikan segelas minuman berisi entah apa

Jeha menerimanya dan meminumnya hingga habis.Riou melirik tubuh Jeha yang tak tertutup dan menampilkan banyak tanda kemerahan disana.Berdecak dalam hati lalu langsung menutupi tubuh Jeha dengan selimut.

"Apa yang kau lakukan ?" Tanya Jeha bingung

"Setidaknya saat tidur pakailah sesuatu yang hangat karena udara dimalam hari tidak baik untuk tubuh"

Jeha mengerutkan dahinya tidak mengerti,lalu menarik paksa selimut itu dan melemparnya ke lantai.

"Katakan apa yang kau lihat ?"

"Apa maksudmu ??"

"Jangan pura-pura bodoh.Katakan apa yang kaulihat,Riou"

Riou terkejut saat melihat tubuh Jeha yang tanpa sehelai benang pun,namun wajahnya seketika menjadi dingin.

"Tidak ada.Aku sudah siapkan air hangat untukmu dan juga sarapan dibawah,jadi pergilah bersihkan dirimu dan kita pergi bekerja"

"Hoh..mencoba mengelak hmm" Jeha menarik krah baju Riou hingga mendekat ke arahnya.

"Kau pikir aku bodoh yang tidak menyadarimu yang mengintip tadi malam hmm.." Jeha mengusap bibir bawah Riou

Riou kembali terkejut karena dirinta tertangkap basah.Menelan ludahnya saat melihat Jeha yang menatapnya intens.

"Katakan apa yang kau lihat"

"Aku tidak melihat apa-apa,Master" Sahut Riou

"Ya baiklah terserah kau saja kalau memang terlalu mali mengatakannya"

"Lalu bersihkan tubuhku sekarang juga" Jeha menarik tangan Riou hingga berlutut dilantai

"Bersihkan untukkku,sia bangsat itu mengotori tubuhku.Hapus semua jejaknya,terutama yang didalam sini.." Jeha menunjuk area bokongnya

"Kelaurkan semuanya dan bersihkan hingga tak tersisa"

Riou menelan ludahnya kasar saat melihat milik Jeha yang masih mengeluarkan cairan itu dan terutama arean lubang yang terlihat memerah dan juga jangan lupakan cairan yang terus keluar juga.Riou menghela nafasnya,lalu pergi ke kamar mandi lalu mengambil handuk kecil yang tak lupa sudah ia basahi.Kembali berjongkok dan mulai menggelap tubuh Jeha.

"Aku bilang bersihkan yang dibawah sini" Jeha menarik rambut Riou hingga menatapnya

"Baik.." Riou mengelap tangannya lalu mulai membersihkan sisa-sisa cairan diarea pribadi Jeha.Memasukan salah sati jarinya kelubang milik Jeha dan membuat anak itu terkejut.

"Apa yang kau..kau lakukan nghh.."

"Kau bilang aku harus membersihkan yang dibawahkan ?" Riou menatap Jeha yang tengah menggigit bibir bawahnya itu

"Damn..kau benar-benar..Lanjutkan~"

Riou mengangguk dan kembali memasukan jarinya dan mengeluarkan cairan putih dari sana.

"Nghhhhh akhhh~

"Fuck..." Umpat Riou dalam hati saat mendengat desahan yang keluar dari mulut Jeha,lalu Ia kembali menambah jumlah jarinya ke dalam lubang yang memerah dan sedikit lecet itu.

"Ngahhhh stop~" Jeha menahan tangan Riou saat dirasa dirinya kembali mengeluarkan cairan putih,tubuhnya masih sensitiv ngomong-ngomong.
Memejamkan matanya sesaat pelepasannya.
Menarik tenguk Riou lalu menempelkan bibir mereka,saling melumat satu sama lain menyecap rasa bibir masing-masing.

MaddogTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang